CD Projekt Red, studio di balik game fenomenal Cyberpunk 2077, kini sedang dalam perjalanan untuk mendapatkan kembali kepercayaan fans pasca peluncuran yang dianggap “menyedihkan” tersebut. Co-CEO mereka, Michał Nowakowski, mengakui bahwa mereka belum sepenuhnya menyelesaikan “arc penebusan” setelah chaos yang terjadi saat rilis. Namun, ada harapan besar dari studio ini menyusul kehadiran The Witcher 4 di masa depan.
Dalam sebuah wawancara dengan Edge yang diungkap melalui GamesRadar, Nowakowski berbagi pengalaman pahit yang dilalui timnya saat meluncurkan Cyberpunk 2077. Beliau menjelaskan betapa beratnya reaksi terhadap perilisan game tersebut, baik untuk studio maupun untuk penggemar.
“Ya, saya tidak sepenuhnya yakin kita telah berhasil melakukan penebusan penuh. Saya yakin, kita telah kehilangan kepercayaan beberapa orang untuk selamanya, dan itu adalah hal yang adil,” ungkap Nowakowski.
Sudah hampir enam tahun sejak peluncuran Cyberpunk 2077 menghapus banyak goodwill yang sudah dibangun CD Projekt Red sejak perilisan The Witcher 3: Wild Hunt. Harapan tinggi yang mengelilingi RPG dystopian futuristik ini seketika lenyap saat para pemain di hari pertama menemukan berbagai bug yang menghancurkan permainan, glitch visual yang menyebalkan, dan seringnya crash.
Masalah-masalah ini sangat terlihat, terutama di PlayStation 4 dan Xbox One, meskipun penjualan awal bisa mengembalikan biaya pengembangan dan pemasaran dengan cepat. Namun, reputasi studio terkena dampak serius hanya dalam beberapa hari.
Kini, Cyberpunk 2077 sudah jauh lebih baik dan berhasil terjual setidaknya 35 juta kopi. Meski begitu, Nowakowski merasa masih banyak yang harus dilakukan untuk memperbaiki pandangan fans terhadap CD Projekt Red. Dia berharap game seperti The Witcher 4 dapat membantu memenangkan hati fans kembali.
“Tapi saya sangat berharap kita bisa memperbaikinya — kalau bukan dengan The Witcher 4, ya dengan proyek berikutnya,” kata Nowakowski.
Dia juga menjelaskan bagaimana CD Projekt Red berubah setelah peluncuran Cyberpunk 2077. “Kami dikelilingi oleh veteran yang berpengalaman; para pemimpin yang bisa menghadapi tantangan yang berbeda di pundak mereka,” ujarnya.
“Impian kami adalah membuat lebih banyak game, walaupun kami tidak ingin menjadi studio yang merilis game besar setiap tahun. Entah itu bisa terjadi, tapi itu bukan tujuan kami. Kami punya rencana 10 tahun ke depan yang realistis, dan tujuan kami bukanlah membanjiri pasar game dengan judul-judul dari CDPR. Kami hanya ingin membuat game yang benar-benar keren, dan kami tidak mau memiliki terlalu banyak IP juga. Kami tidak merencanakan untuk tumbuh dengan cara itu.”
Meski pengembangan Cyberpunk 2077 telah banyak selesai dan The Witcher 4 belum punya tanggal rilis, CD Projekt Red tidak membiarkan fans menunggu tanpa game untuk dimainkan. Ekspansi kejutan untuk The Witcher 3 yang berjudul Songs of the Past, contohnya, diharapkan rilis pada tahun 2027. Selain itu, sekuel Cyberpunk 2077 yang dikenal sebagai Cyberpunk 2 juga telah memasuki fase pra-produksi tahun lalu, sementara remake The Witcher juga sedang dikerjakan.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau CD Projekt Red bisa bangkit dari kekecewaan para fans. Mereka udah banyak belajar dari kesalahan dan covid ini bikin kita makin hype menanti The Witcher 4. Semoga aja mereka nggak mengulang nasib yang sama dan bisa menghadirkan sesuatu yang benar-benar epic. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!





