Home Movie Korea Bentuk Panel Industri untuk Tentukan Jendela Penayangan Bioskop Enam Bulan!
Movie

Korea Bentuk Panel Industri untuk Tentukan Jendela Penayangan Bioskop Enam Bulan!

Share
Korea Bentuk Panel Industri untuk Tentukan Jendela Penayangan Bioskop Enam Bulan!
Share

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan serta Dewan Film Korea (KOFIC) baru saja meluncurkan badan konsultasi publik-swasta untuk merumuskan kesepakatan penangguhan pemutaran film secara sukarela. Targetnya, mereka ingin menyelesaikan kesepakatan ini pada bulan Agustus tanpa harus menunggu legislasi yang masih tertunda.

Badan yang resmi disebut Badan Konsultasi Publik-Swasta untuk Meningkatkan Struktur Distribusi Film Korea ini mengadakan sesi perdana mereka pada hari Jumat di Seoul. Sebanyak 22 peserta hadir, mencakup para pengambil keputusan dari sektor produksi, distribusi, dan pemutaran film, termasuk Lee Eun dari Asosiasi Produser Film Korea, Lee Hwa-bae dari Aliansi Distributor, Shin Han-sik dari Asosiasi Industri Sinema Korea, serta Yoo Yong-hwa, ketua Asosiasi Penyiaran IPTV Korea. Menteri Kebudayaan Chae Hwi-yong juga hadir di acara tersebut.

Usaha ini berjalan seiring dengan sebuah RUU yang sedang dibahas di National Assembly, yang akan mengenakan penangguhan enam bulan sebelum film bisa dipindahkan ke platform streaming. Namun, mandat dari komite ini adalah untuk mencari kesepakatan yang bersifat swadaya dibandingkan menunggu solusi dari legislasi.

Inline – AWS Open Trip

“Kami akan aktif memimpin diskusi untuk mencapai kesepakatan penangguhan yang dapat memaksimalkan pendapatan industri film sambil mencerminkan kenyataan pasar dan meminimalisir efek samping yang mungkin muncul,” kata Chae.

Agenda panel ini tidak hanya terbatas pada isu penangguhan. Para peserta juga akan membahas usulan batasan jumlah auditorium yang bisa disewa oleh satu judul film. Ini adalah langkah yang sudah lama didorong oleh pembuat film lokal untuk mengurangi konsentrasi di multiplex. Komite ini akan mengumpulkan masukan dari sesi hari Jumat untuk disusun menjadi kerangka kerja draf dan akan mengadakan pertemuan kedua sebelum target bulan Agustus.

Baca juga  Javier Bardem dan Mark Ruffalo Bergabung dalam Petisi Melawan Vincent Bolloré!

Peluncuran ini adalah bagian dari upaya pemerintah yang lebih luas untuk menstabilkan industri film domestik. National Assembly Korea Selatan awal tahun ini menyetujui anggaran darurat tambahan sebesar KRW65,59 miliar (sekitar $47,5 juta) untuk sektor film — ini adalah alokasi terbesar dalam sejarah negara tersebut. KOFIC juga telah memperluas program dukungan produksi anggaran menengah untuk memastikan kelangsungan judul-judul lokal yang bisa menguntungkan.

Inline – AWV Youtube

Diskusi ini hadir di saat pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang hati-hati. Film drama sejarah “The King’s Warden” menjadi film Korea terlaris sepanjang masa dengan pendapatan KRW151,8 miliar ($110 juta) di box office lokal, menurut data KOFIC, dan membantu mendorong pendapatan teater pada kuartal pertama 2026 ke tingkat tertinggi sejak pandemi melanda. Film thriller zombie “Colony” karya Yeon Sang-ho, yang tayang di Midnight Screenings di Cannes sebelum dirilis di Korea Selatan pada 21 Mei, berhasil merebut 71,85% pasar domestik pada akhir pekan debutnya, dengan total pendapatan $9,4 juta dari 1.283.343 penonton. Meski begitu, angka box office tahunan masih jauh di bawah norma sebelum pandemi.

Inline – HLD One Day Trip
Share