Home Movie ‘Forgotten Island’ Review – Salah Satu Karya Terbaik DreamWorks yang Harus Kamu Tonton!
Movie

‘Forgotten Island’ Review – Salah Satu Karya Terbaik DreamWorks yang Harus Kamu Tonton!

Share
'Forgotten Island' Review - Salah Satu Karya Terbaik DreamWorks yang Harus Kamu Tonton!
Share

Pasangan sutradara Joel Crawford dan Januel Mercado kembali menyajikan keajaiban baru setelah kesuksesan film yang sangat disukai, Puss in Boots: The Last Wish (2022). Kali ini, mereka membawa kita dalam petualangan seru lewat film animasi berjudul Forgotten Island (2026). Film ini terasa seperti sebuah keajaiban, khususnya di tengah keadaan animasi barat yang sedang bergolak. Dari segi visual, mereka tetap mempertahankan gaya animasi yang cerah dan artistik, dengan tambahan nuansa anime 2D yang membuat cerita ini semakin menarik. Forgotten Island berhasil menjangkau audiens yang luas dengan kepastian kultur yang mengena, meski banyak studio animasi barat lainnya mulai meninggalkannya. Di atas kertas, proyek ini mungkin terlihat berisiko, namun dalam eksekusinya, film ini menunjukkan sebaliknya.

Ditulis dan disutradarai oleh Crawford dan Mercado, Forgotten Island mengambil setting di Filipina pada tahun 1990-an. Cerita berfokus pada persahabatan erat antara dua remaja, Jo Fatima (diperankan oleh penyanyi R&B H.E.R.) dan Raissa Molina (Liza Soberano). Keunikan dan imajinasi liar mereka mempersatukan mereka di masa kecil, membedakan mereka dari teman-teman kelas. Sejak saat itu, jiwa bebas mereka dan ketertarikan bersama terhadap cerita rakyat dan mitologi Filipina menjadi pengikat yang kuat. Mereka sangat menyukai kisah tentang pulau terlupakan Nakali yang diwariskan Jo dari neneknya, Lola (Dolly de Leon).

Mengetahui Kapan Harus Melepaskan Seseorang…

Setelah lulus sekolah menengah, Raissa mendapatkan kesempatan sekali seumur hidup untuk belajar ilmu roket di Caltech, Amerika Serikat, tanpa sepengetahuan Jo. Sementara Raissa dianggap sebagai sosok yang cemerlang, Jo sering dicap sebagai pengangguran yang bermasalah. Orang tua Raissa melihat Jo sebagai penghalang yang menghambat potential anak mereka. Ketegangan ini memaksa kedua gadis untuk membayangkan masa depan mereka yang terpisah, yang memunculkan portal ajaib malam sebelum keberangkatan Raissa ke Amerika. Setelah terhisap ke dalam dunia mitos Nakali, mereka menyadari bahwa ini bisa jadi hari terakhir mereka bersama, karena kembali ke rumah mengharuskan mereka mengorbankan semua kenangan tentang satu sama lain, yang terwakili oleh gelang persahabatan mereka yang penuh pesona.

Inline – AWV Youtube
Baca juga  Waktu Hampir Habis untuk Streaming Film Terinspirasi Game yang Jadi Salah Satu Box Office Bomb Terbesar 2010-an!

Apa yang paling mengesankan dari skrip karya Joel Crawford dan Januel Mercado adalah keseimbangan antara kedalaman dan humor yang energik. Di pagi hari setelah malam yang penuh petualangan, mereka terbangun di pantai Nakali dan menyadari bahwa malam itu mungkin yang terbaik dalam hidup mereka, tetapi tak satu pun dari mereka bisa mengingat detailnya. Mereka memulai petualangan mirip Hangover, melacak kembali langkah-langkah mereka untuk membuka portal pulang sebelum keberangkatan Raissa, dengan Raww (Dave Franco), were-aspin yang mencurigakan namun lucu, sebagai pemandu. Lelucon mengalir cepat, dengan banyak situasi komedik yang membangun untuk kejadian mendatang, tetapi tidak mengorbankan kisah yang berharga.

Raissa dan Jo: Protagonis yang Cantik dan Kompleks

Terinspirasi oleh persahabatan mereka yang sudah lama terjalin, sutradara Joel Crawford dan Januel Mercado menjelajahi hubungan Raissa dan Jo dengan nuansa yang mendalam. Mereka bahkan merujuk pada dua wanita Filipina nyata sebagai inspirasi karakter: istri Crawford, Kathy, dan saudara perempuan Januel, yang juga bernama Jo. Oleh karena itu, Forgotten Island adalah proyek paling personal mereka hingga saat ini, dan perhatian mereka pada detail sangat terlihat. Setting tahun ’90-an membawa banyak lelucon dan situasi yang terasa seperti perpanjangan dari kepribadian menawan mereka, termasuk musik yang seru dan referensi budaya yang unik. Semua keputusan ini semakin memperkaya persahabatan Raissa dan Jo, menjadikan dinamika mereka terasa sangat otentik.

Yang paling penting, Forgotten Island tidak ragu untuk mengeksplorasi kelemahan dan ketidakamanan dari dua protagonis tersebut. Ini adalah angin segar melihat film animasi, khususnya dari Hollywood, yang benar-benar peduli menggambarkan sisi-sisi persahabatan yang kadang menyakitkan dan penuh frustrasi. Liza Soberano (Lisa Frankenstein) dan H.E.R. — yang juga meraih Oscar pada 2021 — benar-benar membawakan karakter mereka dengan kejujuran yang membuat penonton terus berpikir siapa yang lebih benar atau salah seiring cerita berlanjut. Duet mereka menangkap kerumitan persahabatan sejati yang membuat banyak momen emosional sangat berharga dan tidak sekadar manipulatif untuk menarik simpati penonton.

Inline – AWV Youtube
Baca juga  Ulasan Blood Dungeon: Petualangan Menegangkan yang Wajib Dimainkan di PC!

Tak Ada Karakter yang Dibiarkan Tersisih di ‘Forgotten Island’

Forgotten Island bikin ngakak, seiring dengan film-film klasik DreamWorks yang lain, berkat jajaran pengisi suara yang luar biasa. Dave Franco (Idiots) telah menarik banyak perhatian melalui karakternya sebagai were-dog yang sangat lucu, namun dia bukan satu-satunya bintang komedi. Manny Jacinto (The Acolyte) mengisi suara untuk Bungi, bayi demon Tiyanak; Kevin McCann menyuarakan Mermahn, Pangeran tampan dari suku Kataw; dan komedian Ronny Chieng mengisi suara Raja Truffle Wuffle yang menyebalkan. Selain itu, Jenny Slate (Marcel the Shell with Shoes on) berperan sebagai Batiba, sementara ikon Filipina Lea Salonga menjadi Manananggal, dua demon kuat yang menghadirkan berbagai tantangan di perjalanan pulang dua gadis tersebut.

Kalau ada satu hal yang bisa jadi tantangan bagi Forgotten Island, itu adalah menyelaraskan banyak karakter berwarna-warni ini. Seiring cerita berlanjut, lebih banyak makhluk dari mitologi Filipina muncul. Meski karakter-karakter penunjang ini terlihat komedik atau antagonis di permukaan, mereka tetap diberi kelemahan dan ketidakamanan mereka sendiri, yang memperkaya tema kerumitan persahabatan dalam film ini. Banyak karakter di dalam cerita menyimpan rahasia mereka sendiri, bukan karena niat jahat, melainkan karena takut kehilangan cinta dan persahabatan. Khususnya, karakter Raww dari Franco bersinar sebagai komedi dan juga bagian penting dari inti emosional film ini.

Joel Crawford dan Januel Mercado Terus Meningkatkan Standar Animasi DreamWorks

DreamWorks Animation saat ini sedang berada dalam era revitalisasi yang menjanjikan. Dengan film-film animasi seperti sekuel Puss in Boots, franchise The Bad Guys, The Wild Robot (2024), hingga Dog Man (2025), studio ini tampaknya berani keluar dari gaya animasi 3D tradisional mereka untuk sesuatu yang lebih stylish dan impressionistic. Forgotten Island melanjutkan tren ini dengan menyuntikkan elemen anime 2D ke dalam narasi visualnya — bukan hanya di beberapa segmen saja. Selain terus bereksperimen dengan animasi yang ekspresif, sangat menarik melihat animator memberi penghormatan kepada anime yang dikenal seperti Dragon Ball dan Sailor Moon. Sekali lagi, ini bukan sekadar gimmick murah, melainkan perpanjangan dari karakter-karakter dalam film.

Inline – AWV Youtube
Baca juga  Bocoran Mysterious dari Sydney Opera House: Apakah 'DCU Batman' Segera Hadir?

Setiap kali pembuat film Joel Crawford dan Januel Mercado melanggar batasan untuk menunjukkan karakter mereka yang lebih besar daripada kehidupan, entah melalui humor yang eccentric atau inspirasi anime 2D, mereka jadi terasa lebih relatable dan manusiawi. Forgotten Island adalah banyak hal. Ini adalah penghormatan yang indah untuk budaya Filipina dan menyoroti bakat Filipina di balik layar, seperti komposer Nathan Matthew David dengan musiknya yang mendebarkan. Ini adalah kisah yang kuat tentang persatuan abadi yang pastinya akan memberikan kesan mendalam bagi penonton wanita. Namun, representasi film ini bersifat inklusif alih-alih eksklusif.

Anda tidak perlu berasal dari latar belakang tertentu untuk mendapatkan makna dari film ini; ini adalah cerita untuk siapa saja yang memiliki empati dan merasakan ketakutan menjauh dari seseorang yang dekat. Di saat studio lain menghindar dari pembuatan sesuatu yang begitu unik baik secara kultur maupun pengalaman karena takut akan mengasingkan penonton umum, Forgotten Island membuktikan bahwa menampilkan keragaman justru mengarah pada emosi universal dan respons yang lebih kuat dari penonton. Ini adalah salah satu film animasi terbaik yang disajikan DreamWorks, dan satu yang mungkin akan selalu teringat, terlepas dari usia penontonnya.

 ★ ★ ★ ★ ½

‘Forgotten Island’ tayang di bioskop pada 25 September!




Tanggal Rilis: 25 September 2026.
Disutradarai oleh: Joel Crawford & Januel Mercado.
Ditulis oleh: Joel Crawford & Januel Mercado.
Diproduksi oleh: Mark Swift.
Pengisi Suara: Liza Soberano, H.E.R., Dave Franco, Manny Jacinto, Jenny Slate, Lea Salonga, Dolly de Leon, Jo Koy, Ronny Chieng, Kevin McCann, Amielynn Abellera, Januel Mercado, & Nico Santos.
Komposer: Nathan Matthew David.
Editor: James Ryan.
Produksi: DreamWorks Animation.
Distributor: Universal.
Durasi: 108 menit.
Rating: PG.

Inline – AWV Youtube
Share