Home Movie 5 Film Fantasi 1980-an yang Diingat Anak Gen X di 2026, Tapi Nyaris Tidak Layak Tonton!
Movie

5 Film Fantasi 1980-an yang Diingat Anak Gen X di 2026, Tapi Nyaris Tidak Layak Tonton!

Share
5 Film Fantasi 1980-an yang Diingat Anak Gen X di 2026, Tapi Nyaris Tidak Layak Tonton!
Share

Generasi X mungkin sering dianggap remeh, tapi siapa sih yang bisa melupakan masa kecil yang luar biasa? Waktu itu terasa sempurna sebelum semua hal didokumentasikan di media sosial. Kita bisa berlarian bebas sampai lampu jalan menyala, dan menghabiskan akhir pekan dengan menonton kartun pagi yang bikin nostalgia. Tak hanya itu, kita juga dibesarkan dengan film fantasi 1980-an yang bikin dunia terasa magis. Masa itu memang unik, terutama saat Star Wars sukses besar di akhir 1970-an dan menciptakan tren genre fantasi yang sangat populer. Kita juga tidak bisa melupakan bagaimana permainan seperti Dungeons & Dragons mulai populer, meskipun ada kontroversi seputar itu. Era perfilman saat itu memang sangat menarik, dengan banyak efek praktis yang membawa dunia imajinasi ke kehidupan nyata.

Walaupun di tahun 80-an banyak film fantasi yang menghibur, tidak semuanya berkesan bagus bahkan ketika dirilis. Sekarang, setelah beberapa dekade, ada beberapa film yang kita sukai tapi rasanya sulit untuk ditonton kembali. Baik karena kualitas produksi yang rendah atau tema yang dipertanyakan, berikut adalah lima film fantasi dari tahun 80-an yang kini terasa “cringe” untuk ditonton.

5) The Black Cauldron

Ngomongin tentang The Black Cauldron yang dirilis tahun 1985, film ini sebenarnya bukanlah film yang buruk. Ini adalah langkah Disney ke film animasi dengan tema lebih gelap, bahkan jadi film animasi Disney pertama yang mendapat rating PG. Ceritanya agak terinspirasi dari dua buku pertama dalam seri The Chronicles of Prydain. Sayangnya, film ini gagal total di box office dan membahayakan masa depan animasi Disney.

Inline – HLD Private Trip

Apa yang bikin The Black Cauldron susah ditonton adalah suasananya yang kelam. Ada banyak momen yang bikin kamu merasa nggak nyaman, dan meskipun beberapa elemen film ini cukup ambisius (ini adalah film animasi Disney pertama yang menggunakan komputer untuk efek visual), film ini terasa sangat mendung. Hanya penikmat fantasi gelap atau penggemar Disney sejati yang bisa enjoy nonton ini.

Baca juga  Karandeep Anand, Mantan CEO Character.AI, Siap Menggebrak Dunia Film!

4) Return to Oz

Return to Oz

Ini mungkin agak menyakitkan untuk dituliskan, karena Return to Oz adalah salah satu film favorit pribadi. Dirilis pada tahun yang sama dengan The Black Cauldron, film ini adalah sekuel tidak resmi dari film klasik tahun 1939. Bagi penggemar Wizard of Oz, film ini cukup menarik karena lebih setia pada novel karya L. Frank Baum. Namun, siapkan mental, karena film ini jauh dari cerah dan ceria.

Filmnya emosional dan cukup disturbing, lebih mirip fantasi horor daripada film yang ceria. Dalam adegan awal, kita melihat Dorothy hampir menerima terapi elektrokonvulsif, lalu ada lemari kaca berisi kepala yang dipisahkan. Dan jangan harap ada monyet terbang, justru ada Wheelers yang jauh lebih menakutkan. Disadari atau tidak, ada ketidakcocokan antara suara dan visual yang bikin nonton ini sedikit sulit.

Inline – AWS Open Trip

3) The Beastmaster

The Beastmaster

Dirilis tahun 1982, The Beastmaster adalah salah satu film yang sering ditonton anak-anak lewat VHS atau TV. Ini adalah film petualangan yang sangat longgar terinspirasi dari novel sci-fi tahun 1959, menceritakan seorang pria bernama Dar yang bisa berkomunikasi telepati dengan hewan. Sayangnya, nonton ini sekarang terasa kurang nyaman karena banyak trope yang aneh, terutama caranya Dar menggunakan kekuatan telepati untuk berbuat hal-hal yang tidak pantas.

Film ini juga punya subplot inses yang sangat tidak cocok untuk ditonton zaman sekarang. Temanya yang tidak beretika ini bikin The Beastmaster terasa sangat tidak relevan lagi.

2) Hawk the Slayer

Hawk the Slayer

Dari tahun 1980, Hawk the Slayer mungkin jadi salah satu film yang paling dikenal Generasi X. Dengan cerita yang mirip Dungeons & Dragons, film ini melibatkan dua saudara yang bertikai. Sayangnya, setelah melihatnya sebagai orang dewasa, terlihat jelas kalau ini benar-benar film berkualitas rendah. Aktingnya kurang memuaskan, dan perbedaan umur besar antara para aktor bikin nonton jadi janggal.

Inline – AWV Youtube
Baca juga  Jack Black dan Bintang MCU Hadir dengan Komedi Baru yang Mengguncang Streaming Amerika di Momen yang Tepat!

Kita mungkin masih ingat kenangan indah saat menontonnya, tetapi sekarang nostalgia itu nggak cukup untuk menutup kelemahan film ini.

1) Mannequin

Mannequin

Terakhir, ada Mannequin yang dirilis pada tahun 1987. Mungkin bukan film fantasi yang klasik, tapi bercerita tentang seorang mannequin yang hidup cukup unik. Diperankan oleh Andrew McCarthy dan Kimm Cattrall, film ini menjadi romantasy yang punya soundtrack ikonik. Meski cukup charming, ada banyak unsur perempuan yang sudah ketinggalan zaman dan elemen represif yang bikin film ini kurang layak tonton sekarang.

Di satu sisi, film ini mengingatkan kita pada lagu-lagu seperti “Nothing’s Gonna Stop Us Now” yang tetap jadi favorit banyak orang.

Wajib Dinanti Nggak Nih?

Kita sering kali melakukan perjalanan nostalgia menonton kembali film-film ini, meski banyak yang sekarang terasa cringe. Semoga, mereka yang mengingat kenangan indah film-film ini bisa melihat kembali dengan cara yang lebih fun, tanpa mengurangi kesan ikoniknya. Siapa tahu, ada remake atau versi baru yang bisa menyegarkan ingatan kita tanpa harus terjebak pada masalah lama.

Inline – HLD One Day Trip
Share