Game Dragon Ball memang sudah banyak beradaptasi ke berbagai versi, dan beberapa dari game tersebut kembali mengeksplorasi lore yang sudah ada dalam seri. Namun, ada satu game yang terbilang cukup unik dan mungkin kurang dikenal, yakni Dragon Ball Fusions, yang mengangkat konsep karakter fusion dan modifikasi lore ke level baru, tepat seperti sepuluh tahun yang lalu.
Dragon Ball Fusions lebih menyoroti teknik fusion, di mana dua karakter bergabung menjadi satu bentuk baru yang memiliki kekuatan dan kepribadian dari keduanya. Game ini menggunakan mekanik tersebut sebagai senjata pamungkas dalam turnamen epik melawan waktu, yang membawa franchise ini ke arah yang sangat gila. Sekarang, satu dekade kemudian, mari kita lihat alasan mengapa Dragon Ball Fusions tetap diingat karena langkah-langkah anehnya — dan bagaimana penemuan-penemuan liar dalam game ini masih menonjol dari franchise yang sudah berjalan lama ini.
Fitur Utama yang Membuat Dragon Ball Fusions Tak Terlupakan
Dragon Ball Fusions dirilis untuk Nintendo 3DS dan pertama kali hadir di Jepang pada 4 Agustus 2016, sebelum menyusul ke pemain di Amerika Utara pada November tahun yang sama. Game ini adalah strategi berbasis giliran yang mengisahkan perjalanan karakter utama bersama temannya yang juga musuh, Pinich, dalam menggunakan Dragon Balls untuk mengadakan turnamen bertarung terbaik dalam sejarah. Keduanya menjelajahi dunia baru yang diciptakan oleh naga pemenuh keinginan, merekrut tim dari pejuang-pejuang terkenal di dunia Dragon Ball untuk bergabung dalam pertarungan. Salah satu fitur kunci game ini adalah penekanan pada fusion, di mana karakter-karakter Dragon Ball sementara bergabung menjadi satu tubuh baru.
Salah satu kemampuan terbesar dalam game ini memungkinkan pemain untuk menggabungkan anggota tim mereka menjadi karakter baru yang menciptakan kombinasi gila, yang belum pernah muncul di mana pun sebelumnya dalam seri. Kekuatan ini menjadi kunci dalam mengalahkan ancaman terberat dalam game, terutama ketika villan seperti Frieza dan Cell mulai mengombinasikan kekuatan mereka dan menciptakan bahaya baru. Meskipun elemen gameplay-nya biasa saja — Dragon Ball Fusions mendapatkan ulasan yang cukup baik saat dirilis dan bisa jadi menarik meskipun terasa repetitif bagi penggemar strategi — mekanik fusion-nya adalah yang membuat game ini tak terlupakan dibandingkan game-game Dragon Ball lainnya yang telah muncul selama bertahun-tahun. Ultra Fusions, seperti yang ditampilkan, menggabungkan lima karakter menjadi satu kekuatan baru yang sangat kuat. Bahkan, sepuluh tahun kemudian, beberapa fusion tersebut tetap menjadi salah satu elemen paling aneh yang pernah ada dalam franchise ini.
Kombinasi Karakter Paling Aneh dalam Dragon Ball Fusions
Dragon Ball Fusions menghadirkan kombinasi karakter yang benar-benar aneh dan tetap diingat bahkan setelah satu dekade. Fokus game ini pada fusion menjadi alasan untuk menghadirkan karakter-karakter unik seperti Prillin, penggabungan konyol antara Piccolo dan Krillin dari Shonen Jump, atau Tiencha, kombinasi Tien dan Yamcha yang muncul di Dragon Ball Z: Budokai 2. Celluza, yang menggabungkan Frieza dan Cell, menjadi salah satu villain terkuat sepanjang sejarah franchise, dengan cukup kekuatan untuk menghancurkan seluruh alam semesta. Ada pula ancaman besar lainnya yang berasal dari penggabungan Goku Black dan Broly, membentuk Kalory Black. Anggota Ginyu Force bisa bergabung menjadi bentuk baru seperti Gulce (Jeice dan Guldo) dan Recurter (Burter dan Recoome).
Radditz dan Nappa, meskipun karakter minor yang berkesan dari awal Dragon Ball Z, juga dapat bergabung menjadi Natz. Kombinasi heroik yang belum pernah ada, seperti Gorillin hasil penggabungan Goku dan Krillin, juga muncul sebagai kemungkinan. Bahkan ada fusion yang mematahkan timeline seperti Bardock dan Goku menjadi Barlot, atau kombinasi super kuat Goku/Beerus menjadi Gorus. Daya tarik besar dari game ini adalah melihat seberapa jauh dan gila pemain dapat mengelola mekanik ini, menciptakan karakter-karakter baru yang tidak mungkin ada di tempat lain dalam seri ini. Inilah yang membuat Dragon Ball Fusions tetap diingat hingga sekarang, meskipun hanya sebagai catatan kecil dalam sejarah franchise.
Konsep penggabungan lima karakter belum pernah terlihat sebelumnya dalam seri ini dan tetap menjadi tambahan mencolok dalam franchise, menciptakan karakter yang tidak hanya melanggar aturan dalam semesta, tetapi juga membuat skala kekuatan yang melekat dalam franchise ini menjadi tidak relevan. Elemen-elemen ini membantu game ini menonjol, menekankan pada kolaborasi yang tidak terduga untuk melihat kombinasi yang tak terduga. Ini adalah langkah yang bahkan sentuhan aneh dari Dragon Ball Xenoverse pun tidak bisa disamakan, yang mengingatkan kita betapa sub-seri itu telah mendefinisikan dirinya dengan membayangkan arah paling liar untuk franchise ini. Meskipun game ini mungkin tenggelam oleh judul lain seperti Dragon Ball Xenoverse, Dragon Ball Fusions cukup unik untuk menjadi benar-benar diingat.
Wajib Dinanti Nggak Nih?
Kayaknya masih banyak yang penasaran dengan penggabungan aneh dan karakter-karakter unik dari game ini. Semoga aja ada kemungkinan untuk melihat kembali elemen-elemen konyol ini di game-game mendatang. Jujur, rasa ingin tahunya bikin ekspektasi tinggi buat proyek-proyek selanjutnya dalam franchise ini!

