“All in the Family.” “Sanford and Son.” “Maude.” “Good Times.” “The Jeffersons.” Semua serial ini diproduksi oleh Norman Lear dan menjadi hits besar. Tapi, ada satu yang menjadi jauh dari ekspektasi: “Hot L Baltimore.” Serial ini bukan hanya gagal menjadi hit, tetapi dianggap begitu kontroversial hingga pemutarannya bahkan dilarang di Baltimore, kota yang menjadi latar belakangnya.
<p”Diproduksi oleh Lear, ‘Hot L Baltimore’ sebenarnya diadaptasi dari drama karya Lanford Wilson yang dirilis pada 1973. Cerita ini terpusat pada penghuni Hotel Baltimore yang sudah lapuk. Saking bobrok-nya, neon sign berhuruf ‘E’ pada nama hotel sampai mati, dan jadi latar belakang judulnya. Drama ini dibintangi oleh Judd Hirsch dan Conchata Ferrell, yang kemudian meraih ketenaran dalam sitcom ‘Taxi’ dan ‘Two and a Half Men.’ Drama ini juga meraih berbagai penghargaan, termasuk New York Drama Critics’ Circle Award untuk Drama Amerika Terbaik dan Obie Award.
Norman Lear hingga terpesona dengan drama ini, sampai-sampai ia membeli haknya dan menjadi produser eksekutif untuk adaptasi sitcom di ABC. “Hot L Baltimore” dianggap cukup kontroversial, hingga ABC harus menyematkan disclaimer di awal setiap episodenya: “Program berikut mengandung materi dewasa. Penilaian dan kebijaksanaan orang tua sangat dianjurkan.”
Meskipun ada peringatan tersebut, serial ini tetap dianggap terlalu ‘panas’ untuk kota tempatnya berlatarkan.
Hot L Baltimore Terlalu Panas untuk Baltimore
Pada Januari 1975, afiliasi ABC di Baltimore, WJZ-TV, melarang pemutaran episode perdana “Hot L Baltimore.” Mereka memutuskan mau menayangkan episode selanjutnya dengan mempertimbangkan minggu per minggu, dengan alasan mereka “khawatir dengan citra kota kami yang ditampilkan dalam program ini.”
Conchata Ferrell, salah satu pemeran serial ini, memberikan penjelasan lebih spesifik kepada A.V. Club: “Mereka tidak mau mengakui bahwa di Baltimore ada pekerja seks!”
Dalam serial ini, James Cromwell berperan sebagai Bill Lewis, pegawai resepsionis hotel, dan Richard Masur sebagai manajer hotel Clifford Ainsley. Ferrell adalah satu-satunya pemeran dari drama yang berhasil beralih ke adaptasi TV, berperan sebagai April Green, salah satu dari dua karakter di serial yang merupakan pekerja seks. Karakter lainnya, Suzy Marta Rocket, diperankan oleh Jeannie Linero.
“April Green adalah karakter favoritku sepanjang masa,” ungkap Ferrell — yang meninggal pada 2020 di usia 77 tahun — kepada A.V. Club pada tahun 2014. “[Drama ini] adalah masa magis bagi kami semua. Lalu, Norman [Lear] membawanya ke televisi… dan itu adalah kegagalan pertamanya! Kami membuat 13 episode, dan aku menyukainya. Senang sekali menemukan keseimbangan antara tidak bisa mengucapkan ‘f***’ sambil tahu bahwa kamu memerankan pekerja seks. Tidak bisa juga bilang, ‘Oh, gee…’
Hot L Baltimore Memperkenalkan Bintang Masa Depan “Facts of Life”
Pemeran lainnya di “Hot L Baltimore” termasuk Charlotte Rae—yang kemudian terkenal di “Diff’rent Strokes” dan “The Facts of Life”—sebagai Mrs. Bellotti yang eksentrik, serta Lee Bergere dan Henry Calvert berperan sebagai pasangan gay paruh baya, George dan Gordon.
“‘Hot L Baltimore’ adalah upaya mulia,” ucap Norman Lear kepada Television Academy pada 2009. “Ini adalah acara yang luar biasa. Michael Eisner, yang saat itu memimpin ABC, sangat menyukai acara ini. Dia bilang padaku setelah tiga episode, ‘Norman, acara ini tidak akan pernah diambil alih. Para salesman tidak suka menjualnya [karena karakternya].’ Tapi aku mencintai acara ini, dan Eisner juga mencintainya… dan dia tidak pernah melewatkan satu pengambilan pun.”
Sayangnya, Eisner benar tentang kesulitan menjual acara ini. Enam minggu setelah tayang, The New Yorker melaporkan banyak stasiun afiliasi yang merasa khawatir karena serial ini menampilkan banyak pekerja seks, homoseksual, dan penyimpangan sosial lainnya yang dianggap terlalu berani.
Pada akhirnya, banyak stasiun tersebut ternyata benar: “Hot L Baltimore” ditayangkan sesuai kontrak selama 13 episode, tetapi setelah episode ke-13 ditayangkan, serial ini dibatalkan. Namun, kasih sayang Lear terhadap acara ini tetap kuat: meskipun ia meninggal pada 2023 di usia 101 tahun, pada 2018 ia masih mempertimbangkan untuk meremajakan acara tersebut.





