Madison baru saja menyelesaikan season pertamanya dengan finale yang penuh kejutan berjudul “I Give Me Permission.” Dalam episode terakhir ini, penonton diajak menyelami lebih dalam dinamika keluarga Clyburn yang menjadi fokus cerita. Taylor Sheridan, sebagai pencipta yang juga dikenal berkat Yellowstone, membawa penonton melalui perjalanan emosional yang dimulai sejak episode pertama. Season pertama The Madison memang punya jadwal rilis yang sedikit unik: enam episodenya dibagi menjadi dua bagian, dengan pertama tayang di Paramount+ pada 14 Maret dan bagian kedua menyusul satu minggu kemudian, tepatnya 21 Maret.
Pembacaan kita terhadap masa depan keluarga ini semakin jelas, terutama setelah proses syuting untuk season kedua sudah selesai. Michelle Pfeiffer yang berperan sebagai Stacy Clyburn, bersama dua putrinya Abigail (Beau Garrett) dan Paige (Elle Chapman), kini harus menghadapi kehilangan suami dan ayah mereka, Preston (Kurt Russell). Bergabung dengan mereka adalah suami Paige, Russell (Patrick J. Adams), dan putri Abigail, Bridgette (Amiah Miller) serta Macy (Alaina Pollock). Bersama-sama, mereka melakukan perjalanan ke Montana, tempat di mana Preston menghembuskan napas terakhir, untuk berduka sekaligus mencari cara untuk melanjutkan hidup.
Dalam bincang-bincang dengan THR, Christina Alexandra Voros, sutradara yang mengarahkan semua 12 episode The Madison, serta para aktor Beau Garrett, Patrick J. Adams, dan Amiah Miller, membahas bagaimana finale season satu telah membangun jembatan untuk season selanjutnya. Voros mengatakan, “Unit keluarga Clyburn adalah kunci yang menghubungkan semua karakter, dan masing-masing memiliki perannya yang penting dalam dinamika tersebut. Ada banyak pertanyaan di akhir season satu yang akan terjawab ketika kita masuk ke season dua.” Dia juga berbagi bahwa ketika naskah pertama kali muncul di inbox-nya, itu sangat emosional baginya.
Abigail, yang diperankan oleh Garrett, memiliki kisah yang khusus menarik perhatian Voros. Kolaborasinya dengan Van, sang sheriff yang dimainkan oleh Ben Schnetzer, mengingatkan Voros pada masa awal perkenalannya dengan suaminya. “Ada percakapan antara mereka yang membuat saya teringat pada diskusi saya dan Jason ketika kami baru saling mengenal,” ujarnya. Setelah mendapatkan ikatan yang dekat di Montana, Abigail kembali ke New York setelah melalui percakapan yang sulit dengan Van, namun finale ini meninggalkan harapan dengan panggilan telepon yang terjadi di akhir cerita.
Patrick J. Adams menyebutkan bahwa dalam season dua nanti, cerita akan tetap bergerak antara Montana dan New York, meski lebih menekankan pada suasana Big Sky Country, sama seperti season pertama. Setiap anggota keluarga Clyburn sepertinya akan melakukan perjalanan penyembuhan di tengah keindahan alam Montana yang sangat dicintai oleh Preston.
Di season pertama, penonton melihat proses penggalangan kembali komunikasi dan pemulihan emosi di antara anggota keluarga. Namun, seperti yang diungkapkan oleh Amiah Miller, season dua akan merambah tema baru yang lebih dalam: “Kali ini mereka akan membangun kembali kehidupan mereka setelah reconnecting, berusaha menemukan kembali jejak cinta satu sama lain.” Keluarga Clyburn harus melalui berbagai konflik dan momen duka yang menjadi tantangan utama dalam menjaga ikatan di antara mereka.
Christina Voros memiliki keterikatan yang mendalam dengan kisah ini, mengingat bagaimana dia juga menemukan cinta di dunia yang serupa, saat terlibat dalam proyek Yellowstone. Dengan alur cerita yang terasa relate bagi banyak orang, terutama dalam menghadapi kehilangan dan cinta yang tak terduga, The Madison berhasil menciptakan suasana yang biar bagaimanapun akan menyedot perhatian penonton di season berikutnya. Kita semua menanti bagaimana perjalanan Clyburns akan berkembang dan bertahan di antara kesedihan dan harapan baru di season dua mendatang.




