Home Movie MIFFest Edisi Kesembilan Resmi Dibuka, Raih Rekor Pengakuan ASEAN!
Movie

MIFFest Edisi Kesembilan Resmi Dibuka, Raih Rekor Pengakuan ASEAN!

Share
MIFFest Edisi Kesembilan Resmi Dibuka, Raih Rekor Pengakuan ASEAN!
Share

Festival Film Internasional Malaysia (MIFFest) yang ke-9 resmi dibuka pada 18 Juli lalu di MyTown Shopping Centre. Ini menandai pembukaan spektakuler selama delapan hari yang menampilkan sinema internasional serta pengakuan resmi dari ASEAN Records terhadap festival ini.

Acara pembukaan menarik perhatian banyak pembuat film, pemimpin industri, dan bintang-bintang yang meramaikan karpet merah sebelum memulai program malam itu. Joanne Goh, pendiri sekaligus presiden MIFFest, memberikan sambutan hangat bersama duta festival tahun ini, yaitu Bront Palarae, Daiyan Trisha, dan Jack Tan. Goh mengungkapkan inspirasi di balik tema festival tahun ini yang berjudul “Resonance”.

Kata Goh, “Tahun ini, tema kami adalah Resonance. Resonance adalah gema panjang dari sebuah cerita. Ini adalah emosi yang tinggal lama setelah kredit tayang, percakapan yang berlanjut setelah bioskop tutup, dan koneksi yang dibangun melalui film antar budaya, generasi, dan batas negara.”

Inline – HLD Private Trip

Datuk Manoharan Periasamy, ketua Menteri Malaysia, juga menyampaikan dukungannya untuk MIFFest, menegaskan peran festival dalam memperkuat industri kreatif dan diplomasi budaya di negara ini. Beberapa tokoh penting lainnya seperti Datuk Bahria Mohd Tamil dari Kementerian Komunikasi dan Datuk Azmir Saifuddin Mutalib, CEO Perbadanan Kemajuan Filem Nasional Malaysia (FINAS), juga turut hadir. Pada kesempatan tersebut, Goh memberikan apresiasi kepada duta festival yang hadir.

Puncak acara malam itu adalah penyerahan gelar ASEAN Records kepada MIFFest, mengakui platform ASEAN On Screen dan program Malaysia Golden Global Awards (MGGA) sebagai pusat sinema Asia Tenggara yang berkelanjutan. Goh menerima penghargaan itu dengan bangga.

“Ketika kami memperkenalkan ASEAN On Screen, visi kami adalah menciptakan platform yang tahan lama, di mana cerita-cerita Asia Tenggara bisa dirayakan, ditemukan, dan dibagikan dengan dunia. Melalui film, kami berharap dapat terus menghubungkan suara beragam kami dengan penonton internasional dan menginspirasi generasi pencipta kisah yang akan datang,” imbuh Goh.

Inline – AWS Open Trip
Baca juga  'Faces of Death' Siap Tempuh Pertarungan Sensor Menjelang Peluncurannya

ASEAN On Screen pertama kali diluncurkan pada 2025, saat Malaysia menjabat sebagai ketua ASEAN, dan sejak saat itu menjadi program permanen tahunan di MIFFest. Acara tersebut juga memberikan penghargaan kepada komite seleksi awal festival dan panel juri untuk tahapan semi-final dan final.

Setelah acara pembukaan, para tamu beralih ke GSC MyTown untuk menonton film pembuka festival, “Baga: Tomorrow Belongs To No One,” yang disutradarai oleh Ariff Zulkarnain. Film ini bercerita tentang komunitas nelayan religius di Pantai Timur Malaysia, mengikuti kisah dua kekasih muda, Jani dan Melur, yang rencananya terhambat oleh kehamilan yang tak terduga, kemiskinan, dan kecanduan, yang mendorong Jani terjerumus ke dalam perdagangan obat terlarang. Zulkarnain menggali pengalaman masa kecilnya untuk menulis cerita ini.

Menggawangi delegasi untuk film pembuka tahun ini adalah produser eksekutif Shafiq Yusof, sutradara Zulkarnain, dan aktor Malaysia Syafiq Kyle, bersama aktris Kamboja Sarita Reth. Turut hadir pula Jojo Goh, aktor-sutradara Nam Ron, dan aktris June Lojong, serta banyak tamu dari Malaysia dan luar negeri.

Inline – AWV Youtube

Program tahun ini juga menyuguhkan Minggu Film Rusia, diselenggarakan bersama Kementerian Kebudayaan Federasi Rusia, Roskino, dan Mosfilm, yang menawarkan pemutaran gratis dari empat film Rusia. Selain itu, ada juga program ASEAN On Screen, Hong Kong Cinema in Flux, New Rhythms of Indian Cinema, Open Air Cinema, masterclass, dan forum industri.

Festival ini akan berlangsung hingga 25 Juli.

Reaksi AWverse

Kayaknya bakal seru banget melihat bagaimana festival ini bisa menghadirkan penggali cerita dari berbagai belahan Asia Tenggara. Terlebih dengan tema Resonance yang diusung, pasti bakal ada banyak momen emosional yang menggetarkan hati penonton. Semoga aja film-film yang ditampilkan bisa semakin mengangkat sinema lokal ke kancah internasional!

Baca juga  10 Film Terbaik yang Harus Kamu Tonton Jika Kamu Menyukai The Odyssey!
Inline – HLD One Day Trip
Share