Home Series Reaksi ABC Terhadap Lelucon “Nakal” Bikin Rating Barney Miller Meledak!
Series

Reaksi ABC Terhadap Lelucon “Nakal” Bikin Rating Barney Miller Meledak!

Share
Reaksi ABC Terhadap Lelucon “Nakal” Bikin Rating Barney Miller Meledak!
Share

Ketika “Barney Miller” meluncurkan episode pertamanya pada tahun 1975 di ABC, itu bukan langsung jadi favorit penonton. Sitkom tempat kerja yang dibintangi Hal Linden sebagai kapten yang tenang di NYPD fiktif ini memberikan pandangan yang realistis sekaligus lucu tentang kehidupan polisi di Greenwich Village. Dengan karakter seperti Detektif Wojciehowski yang polos diperankan oleh Max Gail dan Detektif Harris yang anggun oleh Ron Glass, sitkom ini memiliki potensi besar. Namun, di awal musimnya, rating pemirsanya berjalan lambat. Lalu, datanglah para “kurat” yang mengubah segalanya.

Di episode kelima yang diberi judul “The Courtesans,” Wojciehowski menangkap sebuah rumah bordil lokal dan membawa lima pelacur ke kantor kepolisian. Dalam prosesnya, dia jatuh cinta pada seorang pekerja seks bernama Linda (diperankan oleh Nancy Dussault). Adegan ini memicu dialog kontroversial yang berujung pada konflik di belakang layar antara co-creator Danny Arnold dan ABC. Hal Linden pernah menceritakan kepada Television Academy bahwa, “Kami bukan sukses instan. Lalu, datang episode kelima kami [‘The Courtesans’], di mana Wojo jatuh cinta pada seorang pelacur… Dia bertanya pada gadis itu untuk berkencan. ‘Tentu, 50 dolar,’ jawabnya. Dia hancur. Begitu mau pergi, dia balik dan berkata kepada Barney, ‘Bisakah kamu pinjamkan 50 dolar sampai gajian?’ Jaringan berkata, ‘Kamu tidak bisa ngomong begitu.'” Arnold menekankan pada ABC, “‘Saya akan syuting acara ini seperti yang tertulis. Jika kamu tidak menayangkannya, saya tidak akan membuat lagi.'”

ABC memberi rating X pada Episode 5 Barney Miller, dan ini justru menarik pemirsa

Opini Kita

Ini adalah bukti nyata bahwa kadang-kadang, kontroversi bisa mengubah nasib sebuah acara. Kayaknya bakal seru banget jika ada lebih banyak sitkom yang berani mengambil risiko seperti ini. Semoga aja para pembuat film sekarang ngeliat betapa pentingnya menjaga keaslian dalam penulisan, karena tanpa itu, kisah-kisah menarik seperti “Barney Miller” bisa jadi hilang begitu saja. Kita tunggu aja apakah ada inovasi serupa di era modern ini!

Inline – AWV Youtube
Share