Home Movie Aksi Memukau Dalam Film Hong Kong yang Penuh Gerakan Menakjubkan!
Movie

Aksi Memukau Dalam Film Hong Kong yang Penuh Gerakan Menakjubkan!

Share
Aksi Memukau Dalam Film Hong Kong yang Penuh Gerakan Menakjubkan!
Share

Film “The Furious” karya Kenji Tanigaki menampilkan empat penulis skenario, tetapi hanya satu choreographer aksi, Kensuke Sonomura. Ini merupakan bukti bahwa kadang-kadang satu sosok berbakat bisa lebih berpengaruh daripada banyaknya ide. Cerita dalam film ini mungkin tidak dalam banget, dan dialognya pun terasa sekadarnya, tetapi ketika sinematografi dan koreografi aksi datang dari seorang master seperti Sonomura, semua itu jadi tidak terlalu penting. “The Furious” jelas menjadi sajian utama bagi para penggemar film aksi, di mana penonton datang untuk pertarungan dan tetap terpaku pada aksi tersebut, dijamin tidak merasa rugi.

 

Ini adalah film ketiga yang disutradarai Tanigaki, yang juga dikenal sebagai choreographer dan koordinator stunt terkemuka. Produksi ini, yang menggabungkan berbagai budaya, berhasil menarik perhatian Lionsgate untuk distribusi internasional setelah debutnya yang menghebohkan di festival film. “The Furious” sukses meraih tempat kedua dalam voting ‘People’s Choice’ di Toronto pada kategori Midnight Madness. Film ini pasti bakal bikin penonton bersorak dan bertepuk tangan setelah adegan aksi yang sangat menggugah semangat, bahkan diselingi tawa pada beberapa momen absurd yang ada. Dengan dialog yang sebagian besar dibuat dalam bahasa Inggris beraksen kaku, dan juga menampilkan bahasa Mandarin, Thailand, dan Tagalog, film ini tampaknya membidik status kultus di pasar global ketika dirilis besok.

Inline – AWV Youtube

 

Xie Miao, seorang artis bela diri asal China yang dulunya adalah bintang cilik, mampu membawa karakter yang diperankannya dengan cukup baik meskipun film ini tidak terlalu mendalam dalam segi akting. Dia memainkan sosok buruh biasa di negara yang tidak disebutkan, hanya diidentifikasi sebagai “suatu tempat di Asia Tenggara,” di mana kasus perdagangan anak merajalela dan aparat kepolisian korup tidak peduli. Sungguh sial bagi putri sembilan tahunnya, Rainy (yang diperankan oleh Yang Enyou, imut tetapi berani), yang datang dari China. Dia langsung diculik oleh segerombolan penjahat, yang lebih suka menyiksa anak daripada hanya memperdagangkannya, seperti yang sudah tergambar dalam prolog kelam film ini.

Baca juga  Xbox Game Pass Mendapat Diskon Instan dengan Satu Perubahan Besar!

 

Inline – HLD One Day Trip

Di sisi lain, ayahnya memiliki keahlian khusus — salah satunya adalah mampu berlari dengan sangat cepat saat mengejar truk yang membawa putrinya. Bagian ini menjadi salah satu adegan pertarungan yang paling seru: bentrokan yang tak henti-hentinya terjadi di bak mobil yang sedang berjalan, semakin luar biasa saat melihat dia berlari mengenakan sandal. Ini adalah detail unik yang menambah daya tarik konflik dalam “The Furious”. Tentu saja, dia terlempar dari kendaraan (kalau tidak, filmnya akan terlalu singkat), tetapi segera mendapatkan bantuan dari Navin (Joe Taslim, terkenal dari “The Raid” dan film “Mortal Kombat” terbaru) yang juga merupakan seorang pejuang, dengan istri yang hilang karena menyelidiki sindikat gila ini. Di sini, kerjasama mereka terbukti sangat efektif: mereka adalah duo yang sangat komplementer secara fisik.

 

Setelah melacak penculik ke markas industri mereka, segalanya berjalan seperti yang diharapkan: kejutan-kejutan ada dalam eksekusi pertarungan yang ekstrem, seperti patah tulang, dan serangan yang terkadang hingga keluar bola mata. Properti seperti tangga, palu, dan palet kayu digunakan dengan sangat kreatif sepanjang film, dan ketika para petarung kehabisan ide, mereka bahkan mulai melemparkan sepeda kepada satu sama lain. Kenapa tidak? Walaupun set panahan lebih konvensional sebagai senjata, salah satu penjahat kecil yang diperankan oleh Yayan Ruhian menunjukkan ketrampilan yang luar biasa dalam menggunakannya. Ini adalah pengingat akan kesan yang tersisa dari film “The Raid” serta banyak pemeran lain yang mengarah pada aspirasi genre yang sama.

Inline – HLD Private Trip

 

Tetapi tubuh manusia tetap menjadi senjata utama di film ini — dihancurkan, dipatahkan, dan terus-menerus di-rebuild melalui rutinitas pertarungan yang terinspirasi oleh Sonomura. Aksi dalam “The Furious” tidak berusaha untuk menghadirkan keanggunan balet seperti “Crouching Tiger, Hidden Dragon”, meski film ini memiliki produser yang sama, Bill Kong. sebaliknya, film ini menawarkan pengalaman “crunch” fisik yang lebih terasa, suara pukulan daging ke daging—atau kadang-kadang ke beton. Mungkin tidak bisa disebut realistis — para petarung berkumpul dan menyerang dalam formasi yang sangat tidak mungkin — tetapi ada daya tarik fisik yang tajam di setiap scene. Anggota tubuh bergerak dalam sudut yang sangat menyakitkan; satu punggung menjadi tumpuan bagi yang lain. “The Furious” mungkin terlihat slick, dengan sinematografi halus dari Meteor Cheung dan musik gitar yang mengiringi aksi brutal, tetapi film ini penyampaian aksinya terasa sangat berbeda dari yang lain di genre ini.

Baca juga  Pandangan Pertama: Godzilla Menghancurkan New York!

 

Reaksi AWverse

 

Film ini sepertinya bakal jadi hit di kalangan pecinta aksi! Dengan gabungan pertarungan yang brutal dan elemen humor, tampaknya “The Furious” bisa merebut perhatian banyak penonton. Semoga saja tidak hanya menjadi tontonan biasa, tapi bisa memberi kita momen-momen yang tak terlupakan saat rilis nanti!

Inline – AWS Open Trip
Share