Film adaptasi distopia terbaru Andy Serkis memicu berbagai reaksi.
Selama dua dekade terakhir, Serkis dikenal sebagai penggagas performa motion capture berkat perannya sebagai Gollum dalam franchise Lord of the Rings dan Caesar di trilogi Planet of the Apes. Namun, dalam dekade terakhir ini, bintang Inggris yang diakui dunia ini mulai mengalihkan fokus ke dunia penyutradaraan, dimulai dengan debutnya yang kuat melalui biopik Breathe, yang dibintangi oleh Andrew Garfield dan Claire Foy. Meski debutnya mengesankan, karya-karya berikutnya justru mendapatkan tanggapan yang campur aduk, termasuk adaptasi novel terkenal dari tahun 1940-an yang baru-baru ini ia rilis.
Proyek penyutradaraan terbaru Serkis adalah adaptasi dari buku klasik George Orwell, Animal Farm. Cerita ini mengikuti sekelompok hewan ternak yang memberontak melawan penindas manusia mereka untuk membangun komunitas yang memperjuangkan kesetaraan, kebebasan, dan kebahagiaan. Namun, harapan tersebut terancam ketika sekelompok babi mengambil alih ladang dan menjadikan keadaan semakin distopia. Ini adalah upaya ketiga dalam mengadaptasi buku ini, setelah versi yang dirilis pada tahun 1954 dan 1999.
Sayangnya, kritik terhadap usaha Serkis dalam mengadaptasi cerita yang sangat kontroversial ini tidak terlalu baik, mencatatkan skor Rotten Tomatoes sebesar 25% berdasarkan 51 ulasan. Meskipun film animasi ini kini sudah tayang di bioskop, Animal Farm berhasil memenangkan hati sebagian besar penonton, dengan skor audiens yang cukup lumayan yaitu 61%. Ini setidaknya lebih baik dari versi John Stephenson pada tahun 1999, tetapi sedikit di bawah film Joy Batchelor tahun 1954.
|
Setiap Adaptasi Animal Farm |
Skor Kritikus Rotten Tomatoes |
Skor Audiens Rotten Tomatoes |
|---|---|---|
|
Animal Farm (1954) |
67% |
66% |
|
Animal Farm (1999) |
N/A |
38% |
|
Animal Farm (2026) |
25% |
61% |
Berdasarkan beberapa ulasan, film baru Serkis dinilai menghibur dan memberikan pelajaran hidup yang penting. Namun, beberapa pembaca buku merasa campur aduk karena film ini mengubah bagian-bagian penting dari buku, dengan sebagian menganggapnya sebagai pembaruan yang baik di era modern, sementara lainnya berpendapat bahwa ini menghilangkan tema-tema kunci dari novel tersebut.
Sifat dari buku Orwell ini memang sangat kontroversial, karena ceritanya adalah alegori satir yang mengkritik Revolusi Rusia 1917 dan era Stalin di Uni Soviet. Pesannya adalah bahwa bahkan idealisme revolusi dan sosialisme bisa terkorupsi ketika orang-orang semakin haus akan kekuasaan. Namun, versi 2026 ini mengubah narasi tersebut menjadi cerita pertumbuhan dengan protagonis orisinal bernama Lucky.
Sayangnya, perubahan tersebut menjadi sumber kritik terhadap film Serkis, dengan argumen bahwa alegori politiknya telah dipermudah. Meskipun ada upaya untuk membuat cerita lebih modern, ulasan-ulasan tentang Animal Farm menilai pengeksekusian dan nada cerita kurang baik, serta pesan yang disampaikan lemah jika dibandingkan dengan komentar matang dalam kisah Orwell.
Perubahan signifikan terjadi pada akhir cerita Animal Farm. Saat berbincang dengan Liam Crowley dari ScreenRant, Serkis mengubah kesimpulan kelam menjadi lebih penuh harapan. Ia menyatakan bahwa dunia nyata “terlalu keras” dan “saya merasa terdorong untuk menciptakan nada harapan bahwa selalu ada kemungkinan dalam lingkaran sejarah yang terus berulang bahwa kita harus terus mencoba.”
Riwayat penyutradaraan Serkis pun tidak terlalu mulus. Film Mowgli: Legend of the Jungle mendapatkan ulasan yang campur aduk, sementara penonton dan kritikus juga terbagi pendapatnya tentang Venom: Let There Be Carnage.
Meskipun catatan tersebut sedikit menggoyahkan, itu tidak menghentikannya untuk melanjutkan perjalanan sutradaranya. Bahkan, ia segera akan menyutradarai film Lord of the Rings yang akan datang, The Hunt for Gollum, di mana ia juga akan berperan sebagai hobbit utama. Proses syuting akan dimulai tahun ini, rencananya untuk dirilis pada 17 Desember 2027.
Tim pengisi suara Animal Farm mencakup Seth Rogen, Gaten Matarazzo, Steve Buscemi, Glenn Close, Laverne Cox, Kieran Culkin, Woody Harrelson, Jim Parsons, Serkis, Kathleen Turner, dan Iman Vellan. Skenario ditulis oleh Nicholas Stoller, sementara Angel Studios bertindak sebagai distributor.
Animal Farm kini tayang di bioskop.





