A24 baru-baru ini mendapatkan hak atas franchise Texas Chainsaw Massacre, dan ini adalah kesempatan besar untuk menghidupkan kembali seri horor yang sudah lama dicintai ini. Film pertama yang dirilis pada tahun 1974, The Texas Chainsaw Massacre, mengubah peta horor dan menggemparkan dunia dengan pendekatan yang brutal dan penuh ketegangan. Tobe Hooper, sebagai sutradara, berhasil menciptakan film slasher yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga berpengaruh pada sejarah perfilman.
Di tengah kekacauan dan kekejaman Perang Vietnam, film horor tradisional tampaknya tidak dapat lagi mencerminkan apa yang banyak orang saksikan di layar TV mereka setiap malam. The Texas Chainsaw Massacre hadir sebagai respons langsung terhadap ketidakpekaan tersebut, mengaburkan batas antara kenyataan dan fiksi dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Lebih dari 50 tahun kemudian, film ini tetap menjadi gambaran menakutkan sebuah negara yang berada di tepi jurang.
Secara alami, The Texas Chainsaw Massacre berkembang menjadi sebuah franchise yang cukup besar, meskipun tidak menemukan pijakan yang kuat. Butuh lebih dari 20 tahun untuk sekuel pertamanya muncul, dan tak satu pun dari sambungannya berhasil menyaingi kesuksesan film pertama. Ketika seri seperti Halloween, Friday the 13th, dan A Nightmare on Elm Street berkembang pesat, franchise Texas Chainsaw terus merosot.
Setelah beberapa tahun bernegosiasi, rumah produksi indie A24 akhirnya mendapatkan lisensi atas hak kekayaan intelektual Texas Chainsaw. Studio ini telah mengumumkan bahwa mereka sedang menggarap film dan serial TV, meskipun banyak detail yang masih misterius. Meski terdengar menjanjikan bahwa franchise ini akhirnya berada di tangan yang tepat, ada beberapa hal yang harus dilakukan A24 untuk menyelamatkan seri ini.
10. Buang Semua Sekuel
Langkah pertama yang perlu dilakukan A24 terlihat sepele, namun sangat penting mengingat sejarah panjang franchise yang bermasalah ini. Mereka harus menolak semua sekuel dari Texas Chainsaw Massacre saat mengembangkan cerita baru. Meskipun para sekuel mencoba berinovasi, A24 perlu mendekati proyek ini dengan visi yang lebih terpadu untuk meraih kesuksesan.
Pendekatan paling logis untuk film baru Texas Chainsaw adalah mempertahankan film orisinal tahun 1974 dan membangun cerita dari sana. Menggabungkan rincian dari berbagai timeline tidak akan berhasil, terutama karena setiap sekuel umumnya mengabaikan pendahulunya. Akan lebih bermanfaat untuk memahami kesalahan masing-masing sekuel Texas Chainsaw, meski nilai mereka hanya sebagai pelajaran bagi proyek baru A24.
9. Perlakukan Franchise Ini dengan Serius
Peluang untuk meraup uang mungkin menjadi motivator utama di balik produksi sekuel-sekuel tanpa henti Texas Chainsaw, tetapi, sejauh ini, hampir tidak ada yang memperlakukan seri ini dengan serius. Kecuali mungkin untuk remake tahun 2003, sekuel-sekuel lainnya memiliki nada yang terlalu santai dan meremehkan tema mendalam yang ada di film orisinal. A24 perlu menganggap The Texas Chainsaw Massacre dengan serius jika mereka ingin menghasilkan film yang bagus.
Berbeda dengan kebanyakan seri slasher yang bisa menerima bumbu humor, Texas Chainsaw justru bergantung pada kengerian yang nyata untuk bisa efektif. Jika A24 bisa menangkap sedikit saja nuansa dari film orisinal, versi mereka akan menjadi sekuel terbaik yang pernah ada. Mereka juga harus menghindari momen-momen berlebihan yang terkesan konyol.
8. Jangan Coba Kembali ke Dasar
Setelah banyaknya kegagalan dalam franchise ini, mungkin ada dorongan untuk mencoba kembali ke dasar. Ini bisa jadi kesalahan besar, dan bisa berujung pada film yang basi seperti versi Netflix dari 2022. Masalah dengan sekuel-sekuel sebelumnya bukan karena terlalu ambisius, tetapi karena eksekusi yang buruk.
Vision A24 untuk Texas Chainsaw tidak boleh terlalu terfokus pada elemen horor yang klise karena itu bukan kekuatan studio ini. Film orisinal tahun 1974 adalah karya horor yang groundbreaking; apapun di bawah standar itu terasa biasa saja. Yang diperlukan franchise ini adalah ide-ide baru yang segar, tetapi harus ditangani dengan hati-hati.
7. Hindari Mengulang Ide yang Sama
Hal terburuk yang bisa dilakukan A24 dengan The Texas Chainsaw Massacre adalah meniru film orisinal. Banyak sekuel yang menjadikan film klasik sebagai referensi utama, dan genre horor sangat sering mengulang konsep yang sudah usang. Texas Chainsaw sudah mengalami remake, reboot, dan sekuel-sekuel yang kurang inovatif; jadi yang dibutuhkan adalah sesuatu yang benar-benar baru.
Bahkan momen-momen paling ikonis di film pertama, seperti adegan makan malam atau jump scare dari Leatherface, sudah terlalu sering diulang. Jika A24 bisa menghadirkan momen baru yang benar-benar menakutkan, versi mereka dari Texas Chainsaw akan jauh lebih baik dari semua sekuel sebelumnya.
6. Jangan Terlalu Banyak Menjelaskan
Film pertama adalah gambaran singkat dari sudut gelap jantung Amerika, yang menyimpan banyak hal yang tidak diungkapkan. Misteri ini adalah bagian dari daya tarik The Texas Chainsaw Massacre, dan asyik untuk dipikirkan. Sayangnya, sulit untuk mempertahankan daya tarik tersebut di antara sekuel-sekuel dan remake yang panjang.
A24 tidak boleh terjebak dalam lore yang ada jika ingin Leatherface dan keluarganya benar-benar menakutkan. Setiap detail baru yang terungkap tentang keluarga kanibal ini hanya merampas kekuatan mereka atas penonton, membuat mereka terlihat biasa atau bahkan konyol. Film dan serial baru seharusnya membuat penonton bertanya-tanya tanpa memberikan terlalu banyak penjelasan.
5. Hubungkan The Texas Chainsaw Massacre dengan Masa Kini
The Texas Chainsaw Massacre adalah produk zamannya, dan sebuah reaksi langsung terhadap peristiwa dunia nyata saat itu. Horor terbaik adalah yang berakar pada kenyataan, tetapi itu sering kali menjadi tantangan tersulit. Salah satu cara untuk menyelamatkan Texas Chainsaw adalah jika A24 bisa membuatnya terasa kembali relevan dan penting.
Sudah banyak yang berubah sejak 1974, dan franchise ini tidak bisa hidup di masa lalu. Sentimen yang mendorong Tobe Hooper untuk membuat film horor yang kejam dan tanpa ampun 50 tahun lalu mungkin akan menginspirasi filmmaker modern untuk membuat pernyataan tentang isu-isu di zaman sekarang. Ini bukan berarti Texas Chainsaw harus bersifat politik, tetapi harus menjadi produk zaman ini, bukan hanya nostalgia belaka.
4. Utamakan Kualitas Sinema
A24 dikenal karena menghasilkan film-film horor yang “elevated,” sehingga studio ini tak asing dengan prinsip utama memprioritaskan kualitas pembuatan film. Mereka tidak bisa meninggalkan prinsip itu dalam produksi The Texas Chainsaw Massacre. Meskipun film orisinal adalah pernyataan, sekuel-sekuel dan remake sering kali hanya menjadi proyek ambisius yang mengorbankan kualitas demi sensasi murahan.
Pendekatan baru untuk franchise ini harus menghasilkan konten berkualitas sebagai prioritas utama, dan membangun segalanya dari titik itu. Sebuah film yang dirancang dengan baik adalah apa yang Texas Chainsaw butuhkan, bahkan jika itu berarti mengorbankan momen-momen teriakan yang bombastis. Bagian terbaik dari film tahun 1974 adalah juga ekspresi paling murni dari kemampuan Tobe Hooper di belakang kamera.
3. Hindari Membangkitkan Keinginan untuk Sekuel
Ending dari The Texas Chainsaw Massacre sangat efektif karena menyisakan konflik yang belum sepenuhnya terjawab tanpa langsung mempersiapkan sekuel. Meskipun membuka jalan untuk lebih dari 50 tahun instalasi franchise, film ini terasa sebagai pengalaman yang utuh tanpa perlu sekuel. Ini adalah hal yang harus diingat A24 dalam versi mereka.
Gugatan untuk sekuel tidak selalu buruk, tetapi A24 harus menghindarinya dalam The Texas Chainsaw Massacre. Jika mereka mengatur harapan yang terlalu tinggi, mereka mungkin tidak akan memberikan cukup usaha dalam pembuatan film dan serial ini. Banyak franchise modern yang gagal karena terlalu merencanakan tahapan, sehingga tidak memungkinkan setiap instalasi untuk berkembang secara mandiri.
2. Jadikan Leatherface Karakter Pendukung
Meskipun Leatherface telah menjadi ikon dari franchise Texas Chainsaw Massacre, dia sebaiknya tidak menjadi fokus utama cerita. Film-film terbaik dalam seri ini justru memberi peran pendukung pada pembunuh berantai bersenjata gergaji ini, yang membuatnya tetap menakutkan. Semakin banyak kita mengetahui tentangnya, semakin sedikit efektivitasnya, dan dia paling baik saat berfungsi sebagai anggota kekuatan jahat dalam keluarganya yang mengerikan.
Leatherface mungkin mengenakan topeng dari kulit manusia, tetapi pada dasarnya dia masih seorang manusia. Ketika dia menjadi tokoh utama, sering kali dia berubah menjadi sosok jahat yang superhuman seperti Jason Voorhees atau Freddy Krueger. A24 tidak boleh membiarkan karakter maskot ini terlalu terekspos jika mereka ingin dia tetap menakutkan seperti saat pertama kali muncul.
1. Harus Kembali Terasa Nyata
Sementara rahasia di balik The Texas Chainsaw Massacre telah terungkap, A24 harus tetap berusaha membuat versi mereka kembali terasa nyata. Film orisinal memiliki gaya visual yang hampir seperti dokumenter, dan segala sesuatunya tampak kotor dan menjijikkan. Produksi yang terlalu halus tidak ada gunanya untuk The Texas Chainsaw Massacre dan sebaiknya dihindari.
Pendekatan yang kasar dan tak teratur justru membuat segalanya tetap terasa konkret, terutama jika filmmaker bisa membuat penonton benar-benar mempertanyakan apa yang nyata dan apa yang tidak. Meskipun ini adalah tantangan terbesar bagi orang-orang baru di balik franchise Texas Chainsaw Massacre, ini adalah satu-satunya cara pasti untuk menghidupkan kembali seri yang bermasalah ini.





