Guillermo del Toro punya satu aturan penting saat mengembalikan “Pan’s Labyrinth” ke bioskop untuk ulang tahun ke-20: “Jangan ada AI, anjir!” Dia kembali ke San Diego Comic-Con untuk membahas perayaan film kultus ini, yang bakal tayang di bioskop mulai 9 Oktober dalam format 3D dan HDR untuk pertama kalinya.
Del Toro mengungkapkan bahwa dia mengonversi “Pan’s Labyrinth” ke dalam 3D dengan tangannya sendiri. “Jelas saya bilang, ‘Absolutely no goddamn AI,’” tambahnya, disambut tepuk tangan dari penonton. “Apa yang kita lindungi adalah keindahan dan kekuatan penyelamatan seni. Ini bukan soal siapa yang mendapatkan pekerjaan. Kita melindungi warisan seni. Kalau kita memutuskan generasi orang dari belajar kerajinan mereka, kamu memutuskan sejarah dari medium itu untuk mereka. Untuk apa?”
Saat melakukan konversi ini, del Toro menyebutkan dia punya dua pilihan: cepat atau bagus. “Saya memilih bagus. Kamu harus menghabiskan waktu. Setiap elemen harus dikerjakan dengan tangan. Seorang manusia membuat keputusan tentang kedalaman,” ujarnya.
Selama panel, del Toro mengungkapkan ada dokumenter yang menjelajahi proses pembuatan film asli, yang menampilkan komentar dari Jacob Elordi, Cate Blanchett, dan Charlie Day.
Film ini juga akan tayang dalam format 2D HDR dengan dukungan dari Cineverse dan Fathom 4K. Semua versi tayang ini langsung diawasi oleh del Toro sendiri. Tiket sudah bisa dibeli mulai 9 September.
“Pan’s Labyrinth” mengikuti kisah seorang gadis muda bernama Ofelia (diperankan oleh Ivana Baquero), yang masuk ke dunia fantasi setelah melarikan diri dari bahaya di Spanyol pada tahun 1944, pasca perang sipil. Di dunia itu, dia berteman dengan faun misterius dan berhadapan dengan makhluk-makhluk mematikan. Dalam film ini, Baquero beradu akting dengan Doug Jones, Maribel Verdú, dan Sergi López.
Film ini meraih $83 juta di box office dunia pada tahun 2006 dan mendapatkan enam nominasi Oscar, dengan tiga penghargaan untuk makeup terbaik, sinematografi, dan arahan seni.
Tahun ini, del Toro kembali ke Festival Film Cannes untuk mempremiere restorasi 4K dari film ini, yang dihadiri dengan tepuk tangan selama beberapa menit. Dua dekade lalu, film ini mencetak sejarah Cannes dengan standing ovation terlama, yang berlangsung selama 22 menit.
Reaksi AWverse
Pantes aja “Pan’s Labyrinth” jadi film legenda! Dengan pengawasan langsung dari del Toro dan tanpa bantuan AI, film ini pasti bakal memberi pengalaman baru yang lebih otentik dan menyentuh. Semoga aja keajaiban visual dan cerita yang mendalam ini bikin kita terhanyut lagi ke dalam dunia Ofelia. Kita tunggu aja tanggal tayangnya nanti!





