Home Movie Rami Malek Comeback Spektakuler Sejak ‘Bohemian Rhapsody’!
Movie

Rami Malek Comeback Spektakuler Sejak ‘Bohemian Rhapsody’!

Share
Rami Malek Comeback Spektakuler Sejak 'Bohemian Rhapsody'!
Share

Ira Sachs menghadirkan “The Man I Love,” sebuah drama yang unik dan penuh nuansa, bercerita tentang kehidupan yang tidak biasa namun sangat mendalam. Dalam film ini, Rami Malek memberikan penampilan yang membawa penontonnya terhanyut, mungkin akhirnya bisa meredakan semua kritik yang selalu mengganggunya. Sejak “Bohemian Rhapsody” (2018), Malek memang sering jadi sasaran kritik, meski film tersebut sebenarnya layak ditonton dan penampilannya sebagai Freddie Mercury sangat memukau.

Di “The Man I Love,” Malek menyuguhkan peran yang sangat cocok untuk bakatnya. Film ini berlatar belakang tahun 1980-an, menggambarkan misteri kecil di New York tentang Jimmy George—seorang seniman pertunjukan amatir yang tengah berjuang melawan AIDS. Dalam film ini, kita melihat Jimmy berusaha mengatasi penyakitnya dengan AZT, setelah sebelumnya terbaring sakit karena pneumonia yang hampir merenggut nyawanya. Beruntung, kini Jimmy telah pulih.

Dari sudut pandang kita, penonton menyaksikan bagaimana Jimmy mencoba menyusun pertunjukan teater terbarunya, yang bisa dibilang sebagai pertunjukan yang sangat indie. Kita melihat dia menyanyikan lagu-lagu di berbagai kesempatan, seperti saat merayakan ulang tahun orang tuanya. Keberadaan Dennis (diperankan oleh Tom Sturridge), pasangan yang tinggal bersamanya untuk merawatnya, juga menunjukkan cinta dan pengorbanan yang luar biasa. Selain itu, Jimmy juga terlibat dalam hubungan panas dengan Vincent (Luke Ford), seorang pemuda asal Inggris yang tertarik padanya.

Inline – AWV Youtube

Kalau saja Jimmy sedikit lebih terkenal, mungkin cerita di “The Man I Love” bisa jadi membosankan. Dia lebih mirip seorang calon bintang yang telat datang ke pesta, seorang pemuda yang tampak seperti kepribadian luar biasa yang sepertinya tertinggal dari gemerlap dunia. Jimmy, dengan bakatnya, adalah sosok yang mendambakan perhatian, namun tidak diarahkan untuk meraih kesuksesan besar. Menjadi bagian dari dunia drag di New York, dia adalah ekshibisionis dengan tingkat menengah dalam lautan bakat yang lebih besar.

Baca juga  Film Pemenang Penghargaan Berlin 'Trial of Hein' Resmi Dijual ke Amerika Utara dan Prancis!

Malek berhasil menyuguhkan karakter Jimmy dengan nuansa kemarahan, kelembutan, dan keunikan yang menyentuh. Dia menghadirkan sosok yang karismatik namun juga sedikit aneh, seorang narcis yang berbakat tapi bingung dengan kemampuannya. Saat Jimmy menyanyikan lagunya, dia tidak tampil sempurna. Misalnya, saat membawakan “The Man I Love,” suaranya terdengar tidak seimbang, sedikit seperti Judy Garland di akhir karirnya. Namun, saat dia menampilkan gerak tubuhnya dengan penuh percaya diri di depan tamu, kita bisa merasakan kebebasan yang dia cari meski dia juga berada di jalur yang berbahaya.

Ira Sachs sendiri juga membawa gaya unik dalam penyutradaraannya. Berbagai detail dari film sebelumnya, “Peter Hujar’s Day,” terlihat dalam “The Man I Love,” di mana penonton seolah menyaksikan dokumenter tentang karakter fiksi. Dialog dalam film ini tidak diucapkan dengan tegas; sebaliknya, terasa seperti bisikan yang diucapkan secara penuh perasaan. Detail latar kehidupannya sangat terasa namun disajikan dengan cara yang sederhana. Penuturannya mengalir dengan begitu alami tanpa resolusi yang terlalu rapi, menciptakan kesan kehidupan yang nyata.

Inline – HLD One Day Trip

Jimmy berusaha menciptakan pertunjukan yang memiliki kedalaman postmodern. Dia terinspirasi oleh film kanada tahun 1974 berjudul “Il Etait un Fois Dans L’Est,” yang menampilkan seorang diva bernama Carmen—seperti Carol Channing, tetapi dalam versi yang lebih sederhana. Jimmy ingin mereproduksi keaslian pertunjukan yang tidak terduga, dan saat kesehatannya menurun, dia bertekad untuk setia pada visi tersebut.

Performa Malek berhasil menangkap perasaan seorang pria yang terjebak antara kebebasan dan penyakit yang mengancam hidupnya. Hubungannya dengan saudara perempuannya, Brenda (Rebecca Hall), menunjukkan dukungan tanpa syarat, namun saat berbicara tentang cinta romantis, Jimmy terlihat rentan. Dalam sebuah monolog mengesankan, Jimmy mengungkapkan sisi gelap kehidupan seksualnya dengan penuh ketulusan. Saat dia akhirnya tampil di panggung, apa yang terjadi bukanlah sekadar pertunjukan, melainkan sebuah momen keruntuhan.

Baca juga  Thriller 12 Tahun Karya Ikon Star Wars Segera Habis Masa Tayang di Streaming!

Namun, ada satu momen mengejutkan di “The Man I Love” yang bisa jadi puncak emosi film ini. Saat berkumpul untuk merayakan orang tuanya, Jimmy menyanyikan lagu klasik 1970, “What Have They Done to My Song Ma.” Melalui penampilan Rami Malek, lagu tersebut terisi dengan kesedihan dan keteguhan hidupnya. Saat melihatnya, kita menyadari bahwa dunia telah berhenti mendengar lagu Jimmy, dan di dalam film ini, lagu itu kembali bergema, seakan menjadi ungkapan kerinduan.

Inline – HLD Private Trip
Inline – AWS Open Trip
Share