Rami Malek terlihat emosional saat merasakan dukungan dari penonton di Palais setelah penayangan film “The Man I Love” karya Ira Sachs, yang berhasil mendapatkan standing ovation selama delapan menit di Cannes. Film ini jadi salah satu dari dua film Amerika yang bersaing untuk Palme d’Or di festival tahun ini, di mana film lainnya adalah “Paper Tiger” arahan James Gray yang dibintangi oleh Adam Driver, Miles Teller, dan Scarlett Johansson.
“Ini adalah film tentang apa yang bisa kita bawa satu sama lain melalui seni, cinta, rasa sakit, dan kenangan,” ujar Sachs setelah pemutaran film. “Saya harap ada beberapa kenangan yang bisa kita bagikan dari malam ini untuk festival dan cinta kita pada sinema.”
“The Man I Love” yang disutradarai oleh Sachs dan ditulis bersama kolaboratornya, Mauricio Zacharias, berlatar di New York City pada akhir 1980-an. Dalam film ini, Jimmy (diperankan oleh Malek) menghadapi kematiannya setelah didiagnosis AIDS. Sinopsisnya menggambarkan: “Menghadapi kematian yang menunggu, hasratnya untuk hidup dan berkarya, serta keinginan untuk mencintai untuk terakhir kalinya, lebih kuat dari segalanya.” Film ini juga disebut sebagai “fantasia musikal dari kota yang tertekan.”
Selain Malek, film ini juga dibintangi oleh Tom Sturridge, Rebecca Hall, dan Ebon Moss-Bachrach. “The Man I Love” menandai kembalinya Ira Sachs ke kompetisi Cannes setelah film dramanya yang dirilis pada 2019, “Frankie,” yang menampilkan Isabelle Huppert. Meski begitu, Sachs lebih dikenal di Sundance, tempat banyak filmnya seperti “Passages” dan “Peter Hujar’s Day” ditayangkan perdana.
Bagi Malek, yang memenangkan Oscar Best Actor berkat perannya sebagai Freddie Mercury di “Bohemian Rhapsody,” drama ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai pemeran utama di film kompetisi Cannes. Tahun lalu, Malek muncul di dua film, “Nuremberg” dan “The Amateur,” dan juga memiliki peran kecil dalam “Oppenheimer” pada tahun 2023.



