Home Movie Sutradara ‘Obsession’ Ungkap Akhir Alternatif yang Membuat ‘Texas Chainsaw Massacre’ Makin Mendebarkan!
Movie

Sutradara ‘Obsession’ Ungkap Akhir Alternatif yang Membuat ‘Texas Chainsaw Massacre’ Makin Mendebarkan!

Share
Sutradara 'Obsession' Ungkap Akhir Alternatif yang Membuat 'Texas Chainsaw Massacre' Makin Mendebarkan!
Share

SPOILER ALERT: Artikel ini mengandung spoiler untuk “Obsession,” yang kini tayang di bioskop.

Rekan-rekan, ada kabar menarik dari dunia perfilman yang tidak boleh dilewatkan! Sutradara berusia 26 tahun, Curry Barker, memulai kariernya dengan mengunggah video-video pendek di TikTok dan YouTube. Dari situ, dia berhasil menciptakan film horor berdurasi satu jam berjudul “Milk & Serial,” yang sukses besar setelah dirilis gratis di YouTube. Kini, Barker menggebrak layar lebar dengan film panjang pertamanya, “Obsession,” yang diproduksi oleh Focus Features.

“Obsession” langsung mencuri perhatian di Toronto Film Festival tahun lalu dengan ulasan yang luar biasa. Cerita di film ini cukup sederhana: Seorang pria berharap agar gadis pujaannya jatuh cinta padanya. Namun, hal-hal cepat berbalik menjadi gelap dan supranatural. Michael Johnston dan Inde Navarrette memerankan pasangan utama, Bear dan Nikki, yang terjebak dalam permainan dari One Wish Willow, mainan pemberi harapan yang menakutkan. Setelah Bear mengucapkan harapannya, Nikki jadi terobsesi dengan Bear dengan cara yang sangat sehat, hingga mengancam untuk bunuh diri agar Bear tidak meninggalkannya. Dalam adegan yang mengejutkan, dia membunuh rekan kerja perempuan Bear dengan membenturkan kepalanya ke setir mobil karena rasa cemburu.

Inline – AWV Youtube

Ketakutan akan Nikki membuat Bear menemukan bahwa harapannya tak bisa diubah kecuali dia mati. Di akhir cerita, Bear overdosis di pelukan Nikki saat dia akhirnya tersadar dari harapannya dan menyaksikan semua horor di sekelilingnya. Memang terdengar kelam, dan sebenarnya Barker sempat memiliki akhir cerita yang lebih menyeramkan di mana Nikki membunuh dirinya. Dalam bincang-bincangnya dengan Variety, Barker membahas debutnya di dunia perfilman, ending alternatif tersebut, dan dua film berikutnya, “Anything but Ghosts” yang dibintangi oleh Aaron Paul dan Bryce Dallas Howard, serta proyek A24, “Texas Chainsaw Massacre.”

Baca juga  10 Film Sci-Fi Era 2000-an yang Wajib Dapat Sekuel!

Dari mana ide awal “Obsession” datang?

Barker mengungkapkan bahwa dia sudah memikirkan konsep ini cukup lama. Ia tertarik dengan gagasan seorang pria yang terobsesi pada seorang gadis — atau sebaliknya — yang berujung pada kekacauan. Namun, ketika menemukan elemen harapan, barulah dia merasa itu merupakan cara yang tepat untuk menyampaikan cerita. “Ini tentang seorang pria yang berharap gadis itu terobsesi padanya, dan kemudian situasinya semakin menjadi-jadi,” ungkapnya.

Inline – HLD One Day Trip

Kenapa mengambil elemen supranatural kali ini?

“Saya ingin mengeksplorasi elemen supranatural dari sudut pandang berbeda. Saya suka menempatkan orang biasa dalam situasi luar biasa di dunia nyata. Itu menjadikan kemungkinan cerita menjadi tak terbatas,” lanjutnya. Dia ingin menjadikan pengalaman itu sangat nyata, sehingga penonton dapat merasakan dampak emosional dari situasi tersebut. “Jika saya membuat film tentang superhero, suasananya harus sangat mendasar dan reaksinya harus terasa autentik,” tambah Barker.

Barker juga memberikan penjelasan tentang cara kerja One Wish Willow. “Sebagai penulis, saya hanya perlu fokus pada detail yang penting untuk cerita. Ada banyak misteri dan ambigu yang membuat penonton berpikir,” tuturnya. Sementara itu, tentang ending alternatif di mana Nikki mati, Barker menjelaskan, “Itu memang ada di skrip awal, tapi kami memilih untuk mempertahankan dia hidup karena itu jauh lebih brutal.”

Inline – HLD Private Trip

Dia juga berbagi pandangan terkait proses belajar dari membuat film pendek ke film panjang. “Menjaga perhatian penonton untuk waktu yang lebih lama adalah tantangan tersendiri. Rasanya seperti berkumpul dengan anak-anak yang bermain tanpa dihukum orang dewasa,” jelasnya.

Setelah merampungkan film “Anything but Ghosts,” Barker sangat bersemangat. “Film ini sangat berbeda dari ‘Obsession’ dan memiliki nada yang sama, tetapi dengan sentuhan baru yang menarik. Cerita ini tentang penipu yang mengaku pemburu hantu meski mereka sendiri tidak percaya dengan hantu,” katanya. Dengan stardust seperti Aaron Paul dan Bryce Dallas Howard, dia merasakan tekanan sekaligus kegembiraan. “Mereka adalah orang-orang yang sangat baik dan profesional, sehingga saya merasa bisa bekerja sama dengan mereka dengan mudah.”

Baca juga  Thriller Klasik Steve McQueen Berusia 54 Tahun Akan Dapatkan Remake Kedua di Netflix, Disutradarai oleh Pembuat Salah Satu Serial Terbesar Mereka!

Tentunya, kita tak sabar menantikan karya-karyanya yang akan datang, terutama interpretasi mendatang tentang “Texas Chainsaw Massacre” yang diharapkan akan sangat mendalam, brutal, dan memberi kedalaman pada karakter-karakternya. Barker memang memiliki visi yang jelas untuk membuat penonton peduli bahkan dengan karakter-karakter baru yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Keberhasilan Barker bertransformasi dari platform digital ke layar lebar patut dicontoh dan menjadi inspirasi di dunia perfilman modern. Siap-siap terkejut dengan kehadiran “Obsession” dan karya-karya selanjutnya yang akan datang!

Inline – AWS Open Trip
Share