Paramount Pictures baru saja mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan hak tayang di AS untuk film “By Any Means,” sebuah thriller kejahatan yang berlatar era hak sipil. Disutradarai oleh Elegance Bratton, film ini menampilkan dua bintang besar, Yahya Abdul-Mateen II dan Mark Wahlberg.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 4 September mendatang, dan sudah pasti menantikan momen yang akan bikin penonton berdebar.
Dengan latar belakang Mississippi tahun 1966 dan terinspirasi oleh kejadian nyata, “By Any Means” mengikuti kisah “kerja sama yang tidak terduga antara seorang pembunuh bayaran mafia dan seorang agen FBI muda kulit hitam yang terpaksa menjalin aliansi untuk mencari pelaku pembunuhan pemimpin hak sipil — mengungkap konspirasi yang menguji batas-batas keadilan, kesetiaan, dan bertahan hidup.” Ini pasti jadi film yang enggak boleh dilewatkan!
Tak hanya itu, film ini juga memiliki jajaran pemeran yang mumpuni, termasuk Nicole Beharie, David Strathairn, Giancarlo Esposito, Josh Lucas, dan Ethan Embry. Wah, siap-siap terkesima dengan akting mereka!
Bratton menuturkan, “Ini adalah cerita tentang aliansi yang tidak terduga yang dibentuk dalam keadaan yang mustahil — di mana keadilan tidak selalu bersih, dan kebenaran datang dengan harga yang harus dibayar.” Sang sutradara berharap bisa mengeksplorasi apa artinya menghadapi kekerasan bukan hanya sebagai tindakan, tetapi juga sebagai sebuah sistem yang menuntut pengorbanan dari mereka yang terjebak di dalamnya.
Bratton mengarahkan film ini berdasarkan skenario karya Sascha Penn. Dia dan Chester Algernal Gordon memproduksi proyek ini di bawah bendera Freedom Principle, bersama dengan Alex Lebovici dari Hammerstone Studios; Basil Iwanyk dan Erica Lee dari Thunder Road; serta Wahlberg dan Stephen Levinson dari Municipal.
Proyek yang menyita perhatian ini mengikuti debut penyutradaraan naratif Bratton, “The Inspection,” yang ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Toronto 2022 dan mendapatkan pujian luar biasa. Film ini dibintangi oleh Jeremy Pope dan Gabrielle Union, yang didasarkan pada pengalaman pribadi Bratton sebagai pria gay muda di Marinir selama era “Don’t Ask, Don’t Tell” dan hubungan yang terputus dengan ibunya. Bratton juga dikenal lewat dokumenter yang diakuinya, seperti “Pier Kids” (2019) yang memenangkan penghargaan Truer than Fiction dari Film Independent, dan “Move Ya Body: The Birth of House” yang dirilis tahun lalu.
Penjualan film ini ditangani oleh WME Independent, sedangkan penjualan internasional diurus oleh North.five.six. Dengan semua elemen kreatif yang luar biasa, “By Any Means” pastinya akan menjadi salah satu film yang hangat dibicarakan saat tayang nanti. Jangan sampai ketinggalan ya!




