Dragonball Evolution sudah terkenal sebagai salah satu film live-action terburuk yang diadaptasi dari anime, dan sepertinya reputasinya tidak akan membaik seiring waktu. Namun, ada film terbaru yang keluar tiga tahun lalu yang bisa dibilang bahkan lebih buruk dari itu dalam hal adaptasi dari franchise anime yang populer.
Adaptasi live-action dari anime atau manga memang masih sering bikin penonton bingung. Walaupun beberapa film terbaru seperti Alice in Borderland dan One Piece sedikit memberi harapan, sangat sulit untuk melupakan betapa mengecewakannya adaptasi-adaptasi seperti Cowboy Bebop, Death Note, dan Fullmetal Alchemist. Di antara semua itu, Dragonball Evolution tetap dianggap yang paling parah karena benar-benar melewatkan inti dari materi aslinya.
Ketika melihat lebih dekat pada adaptasi anime lain dari tahun-tahun terakhir, kita menyadari bahwa Dragonball Evolution mungkin punya pesaing yang sepadan.
Film Live-Action Knights of the Zodiac 2023 Tidak Lebih Baik dari Dragonball Evolution
Sering kali, adaptasi anime live-action meninggalkan penonton merasa kecewa. Namun, Dragonball Evolution sering disebut sebagai pelanggar terburuk. Film ini bukan hanya salah dalam menginterpretasikan anime dan manga aslinya, tetapi juga mengubah hampir seluruh pemerannya menjadi ‘putih’ dan menjadikan ceritanya sebagai drama coming-of-age yang berlatar di sekolah. Yang lebih parah, film ini bahkan salah dalam menyebutkan nama sumber materinya.
Film ini menyebut “dragon ball” sebagai satu kata dalam judulnya, yang sudah jadi tanda awal betapa bencinya film ini. Untungnya, adaptasi live-action 2023 dari Saint Seiya tidak salah dalam menyebutkan judulnya. Berjudul Knights of the Zodiac, film ini sepertinya juga berhasil memilih beberapa aktor yang tepat untuk perannya.
Meski begitu, dalam hal bercerita, sulit untuk mengatakan apakah Knights of the Zodiac lebih baik daripada Dragonball Evolution.
Alih-alih setia pada sumbernya, film anime live-action ini mengulangi kesalahan terbesar Dragonball Evolution dengan berusaha menggrounding dirinya dalam setting yang lebih urban dan “releatable“. Seiya digambarkan sebagai petarung jalanan di basement yang berdebu, dan menjadikan materi aslinya tereduksi menjadi film aksi militer sci-fi yang generik.
Fokus yang berat pada Seiya membuat film ini tidak bisa menangkap rasa persaudaraan para Bronze Saints, yang membuat anime tersebut begitu menarik. Yang lebih bikin Knights of the Zodiac terasa mengecewakan adalah faktanya film ini malah menjauh dari keunikan anime aslinya. Semua dari desain kostum hingga dinamika karakter terasa diturunkan dan terlalu disederhanakan.
Sementara Knights of the Zodiac masih punya beberapa kelebihan dibanding Dragonball Evolution, skor Rotten Tomatoes 21% untuk Knights of the Zodiac dibandingkan dengan 14% untuk Dragonball Evolution menunjukkan bahwa film ini berada di liga yang sama dalam kategori adaptasi live-action anime yang kurang memuaskan.
Baik Knights of the Zodiac dan Dragonball Evolution Membuktikan Bahwa Kita Tidak Perlu Lagi Remake Anime Live-Action di Layar Lebar
Knights of the Zodiac dan Dragonball Evolution adalah contoh utama tentang bagaimana franchise anime yang sudah lama tidak seharusnya diringkas menjadi film berdurasi dua jam. Meskipun mendapatkan adaptasi film live-action, film seharusnya bertujuan untuk memperluas lore yang sudah ada alih-alih menyederhanakannya untuk massa.
Dengan melihat keberhasilan adaptasi manga/anime di layar kecil seperti One Piece dan Alice in Borderland, televisi tampaknya menjadi media yang jauh lebih bagus untuk perlakuan live-action.
Beberapa tayangan live-action, seperti Death Note dan Cowboy Bebop, juga tidak kalah kontroversial. Namun, setidaknya mereka punya cukup waktu untuk menangkap lore dari sumbernya dan memutarnya sedemikian rupa sehingga sesuai dengan medium tersebut.
Karena adaptasi live-action anime masih lebih banyak yang “gagal” daripada “berhasil,” mungkin layak dipertanyakan apakah mereka seharusnya dibuat. Namun, dengan harapan tayangan seperti One Piece, semoga ini bisa mulai mengubah tren dan membuka jalan bagi adaptasi live-action yang lebih baik yang bisa menebus kerusakan yang ditinggalkan oleh Dragonball Evolution dan Knights of the Zodiac.





