Jurassic Park adalah salah satu franchise film paling terkenal di dunia. Meskipun cerita dan tema dalam franchise ini telah berubah seiring waktu, banyak karakter—termasuk dinosaurus yang ikonik—telah menjadi nama yang dikenal luas.
Film aslinya bisa dibilang salah satu film terbaik yang pernah dibuat, sedangkan sekuelnya dan film Jurassic World memperluas lore dan kehidupan setelah bencana di Isla Nublar. Dalam banyak hal, film-film awal ini juga bisa dianggap seperti kapsul waktu, karena yang pertama ditayangkan pada tahun 1993.
Semua film dalam franchise ini punya daya tariknya masing-masing, dan berikut adalah 10 cara menonton semuanya mengubah pandangan penonton terhadap franchise secara keseluruhan.
10. Para Pemain Asli Menetapkan Standar Tinggi yang Sulit Dicapai Kembali
Jurassic Park yang asli memukau penonton dengan penggambaran dinosaurus yang luar biasa, ketegangan yang mendebarkan, dan tema ikonik. Salah satu yang bisa diapresiasi saat menontonnya kembali adalah seberapa hampir sempurna para pemerannya dan betapa karismatiknya mereka.
Tidak mengherankan jika Alan Grant (Sam Neill) dan Ian Malcolm (Jeff Goldblum) masing-masing memimpin film di trilogi asli. Ellie Sattler (Laura Dern) hanya muncul sebentar di Jurassic Park 3, namun sangat menyenangkan melihatnya bersama para pemeran nostalgia di Jurassic World: Dominion.
Pemeran di film-film terbaru juga punya daya tarik bintang. Sulit untuk tidak menikmati penampilan Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, dan Scarlett Johansson dalam petualangan Jurassic mereka. Namun, karakter-karakter asli terasa lebih membumi dan dapat dipercaya, yang menambah pesona mereka.
9. Dinosaurus Hibrida Sangat Kontroversial
Film Jurassic World mengenalkan dinosaurus hibrida ke dalam cerita, yang tetap menjadi tambahan yang kontroversial dalam franchise ini. Di awal Jurassic World, Claire (Bryce Dallas Howard) mengatakan kepada sekelompok calon sponsor, “Jujur saja, tidak ada yang terkesan dengan dinosaurus lagi.”
Respon penonton di dunia nyata tidak begitu jelas. Beberapa menganggap Indominus Rex sebagai langkah logis untuk film-film ini. Di sisi lain, banyak yang merasa pesona dinosaurus mulai hilang, terutama mengingat masih banyak spesies nyata lainnya yang bisa dieksplor.
Perdebatan ini berlanjut dengan Indoraptor yang dipersenjatai di Jurassic World: Fallen Kingdom, yang kembali memicu kontroversi. Terakhir, Jurassic World: Rebirth juga memecah pendapat kritikus dan penonton, meski untuk alasan yang berbeda.
8. Raptors Selalu Berubah Sepanjang Seri
Banyak dinosaurus yang mempertahankan penampilan mereka di film Jurassic Park dan Jurassic World. Namun, jika menonton film-film ini secara berurutan, akan sangat terlihat seberapa banyak desain raptor berubah dari waktu ke waktu.
Misalnya, raptor memiliki pola kulit yang sederhana di film pertama. Mereka memiliki garis-garis halus di The Lost World dan tampak memiliki bulu kecil di kepala dalam Jurassic Park 3.
Raptor juga menjadi bagian besar dari kisah Jurassic World, dan sekali lagi, tampak sangat berbeda dari para pendahulunya. Perilaku mereka juga berubah meskipun tetap licik, mematikan, dan cerdas sepanjang waktu.
7. Sifat dan Kemampuan Dinosaurus Berubah Secara Drastis
Dinosaurus yang paling terkenal di film Jurassic Park mempertahankan sifat yang dikenali penonton. Namun, ada juga yang berubah dan berkembang seiring berjalannya seri ini.
Kita tahu bahwa raptor sangat pintar sejak film-film awal. Di Jurassic Park 3, penonton belajar bahwa mereka menggunakan bentuk komunikasi yang lebih maju dan bahkan bisa menjebak. Kecerdasan raptor juga terlihat jelas di film-film Jurassic World, khususnya dalam hubungan Owen dengan Blue.
Di trilogi asli, penonton selalu tahu kapan T. rex mendekat karena langkah-langkahnya yang terkenal mengguncang tanah. Namun, dinosaurus yang sama tiba-tiba menjadi sangat diam dalam satu adegan tertentu di Jurassic World: Rebirth.
Perilaku dinosaurus semakin sensasional di film-film selanjutnya, tetapi menarik untuk mengamati perubahan tersebut saat menontonnya kembali.
6. Tema Ikonik Berbeda di Setiap Film
Jika kamu berdendang lagu tema Jurassic Park di tempat umum, seseorang kemungkinan besar akan tahu dari mana asalnya. Meski demikian, akan ada perubahan halus dan kadang-kadang dramatis dalam melodi di setiap film, yang masuk akal mengingat beberapa komposer yang terlibat dalam soundtrack-nya.
John Williams menciptakan skor ikonik untuk Jurassic Park dan The Lost World. Don Davis mengambil alih untuk Jurassic Park 3, dan Michael Giacchino mencetak trilogy Jurassic World.
Alexandre Desplat menciptakan musik untuk film terakhir, Jurassic World: Rebirth, dan menggabungkan beberapa bagian dari musik John Williams ke dalam soundtrack.
5. Keluarga Memiliki Plot Armor yang Tahan Dinosaurus
Ada banyak adegan mengejutkan di setiap film Jurassic Park, namun beberapa elemen cerita mulai terasa formulaik di installment yang ketujuh.
Salah satu jaminan yang paling jelas di setiap film adalah jika ada keluarga, mereka akan aman, tidak peduli seberapa genting situasinya. Jika ada anak-anak di sekitar, mereka pasti bisa melewati berbagai rintangan, bahkan ketika Indominus rex, yang telah memakan tentara bersenjata dan terlatih, mengejar mereka.
Plot armor ini tidak selalu menjadi hal yang buruk dan memang khas untuk film blockbuster. Namun, hal ini menjadi cukup terlihat jika menonton film-film tersebut secara berurutan, sehingga penonton bisa menebak siapa yang selamat di film-film yang belum mereka tonton.
4. Cerita Kloning Cepat Disingkirkan
Salah satu pengungkapan paling mengejutkan di film Jurassic World adalah bahwa Maisie Lockwood sebenarnya adalah klon. Kita mendapat informasi lebih lanjut tentang Maisie di paruh kedua Fallen Kingdom.
Pengungkapan ini datang begitu terlambat dalam film sehingga alur cerita ini tidak sepenuhnya dieksplorasi. Meskipun ada kesimpulan dalam Jurassic World: Dominion, film ini penuh dengan banyak hal yang terjadi sehingga asal-usul Maisie terasa cepat diabaikan.
Ini bukan bagian yang terlupakan dari cerita, karena Maisie adalah karakter utama di Dominion. Namun, topik ini bisa dibilang sangat layak untuk dieksplor lebih lanjut, mengingat banyak pertanyaan yang mengitarinya.
3. Adegan Lucu Lebih Menonjol
Bukan rahasia lagi bahwa franchise Jurassic Park semakin penuh aksi, dengan skenario yang semakin liar di installment-installment berikutnya.
Beberapa adegan terasa sangat konyol menurut standar seri ini dan hampir mengganggu imersi, bahkan saat menontonnya kembali. Salah satu contohnya adalah adegan di The Lost World: Jurassic Park, ketika Kelly (Vanessa Chester) menggunakan keterampilan akrobatiknya untuk menendang seekor raptor ke dalam duri.
Bahkan jika penonton bisa menerima kemampuan akrobatik Kelly, raptor yang tampak ternganga saat dia berteriak padanya tetap terasa sangat konyol. Jurassic Park 3 juga punya beberapa bagian yang terkenal. Adegan di mana para pahlawan bisa mendengar telepon satelit di perut dinosaurus terasa lucu, tetapi sekuens mimpi di pesawat di mana Grant melihat raptor berbicara adalah lucu secara tidak sengaja.
Adegan Claire berlari dari T. Rex dengan heels di Jurassic World adalah momen lucu lainnya, meskipun terasa lebih sesuai dengan nada yang diinginkan.
2. InGen Memiliki Arc Pertumbuhan yang Gila
InGen memiliki arc pertumbuhan yang liar sebelum akhirnya disalip oleh BioSyn di Jurassic World: Dominion. Perusahaan ini tampak memiliki niat baik, walaupun salah arah: mengkloning dinosaurus dan membuka atraksi.
John Hammond (Richard Attenborough) kehilangan kendali atas InGen di The Lost World, di mana perusahaan ini mulai melihat dinosaurus sebagai produk. Masrani corporation memiliki InGen di Jurassic World, dan Hoskins (Vincent D’Onofrio) berusaha mengeksploitasi raptor untuk aplikasi militer.
Akhirnya, di Jurassic World: Fallen Kingdom, kita melihat InGen, yang dahulu megah, terdesak untuk menjual dinosaurus di lelang, termasuk hibrida bersenjata seperti Indoraptor. Perusahaan ini menjadi puing-puing masa lalu di film terbaru, meski dinosaurus hidup tidak ada tanpa keberadaannya.
1. Manusia Sangat Cepat Beradaptasi dengan Kehidupan Bersama Dinosaurus
Salah satu konsep yang paling mencolok dalam franchise Jurassic Park adalah bagaimana keberadaan dinosaurus hidup cepat dinormalisasi. Di film pertama, makhluk-makhluk ini disambut dengan kekaguman dan keajaiban, dan penciptaannya dianggap sebagai terobosan ilmiah.
Setelah itu, kita beralih ke Jurassic World: Rebirth, di mana manusia sudah sangat nyaman dengan dinosaurus hingga mereka membunyikan klakson kepada satu, mengganggu lalu lintas. Ini sangat berbeda dari adegan di The Lost World, ketika T. rex menyebabkan kepanikan besar di San Diego.
Apa yang Claire katakan tentang dinosaurus di awal Jurassic World jelas ada benarnya, dan pergeseran penerimaan ini sangat terlihat jika menonton film-film tersebut secara berurutan.





