Di tengah genre yang dipenuhi banyak game yang berlomba-lomba menciptakan versi terbaik dari Monza yang dipindai menggunakan LIDAR, kita butuh lebih banyak inovasi seperti Screamer. Game balap yang dipublikasikan oleh Milestone ini mengusung narasi yang kuat dan dipadukan dengan elemen anime, menawarkan beragam ide segar yang dikerjakan dengan sangat detail. Dengan segala keunikan yang dimilikinya, Screamer mengingatkan kita bahwa game bisa berbeda—bahkan ketika teknologi AI semakin mendominasi industri. Dalam banyak hal, game ini adalah apa yang diharapkan untuk balapan masa depan di tahun 2026, meskipun ada satu masalah yang mengganggu: kontrol mengemudinya.
Informasi Penting
Apa itu? Turnamen balap futuristik dengan sedikit terlalu banyak minyak di jalan.
Tanggal rilis 26 Maret 2026
Harga $60/£50
Pengembang Milestone
Penerbit Milestone
Diuji pada i7 9700K, RTX 2080 TI, 16GB RAM
Steam Deck Deck: Terverifikasi
Banyak hal yang ditawarkan Screamer terasa berbeda dan menarik. Salah satunya, seluruh karakter yang berkompetisi dalam turnamen balapan ini berbicara dalam bahasa asli mereka, jadi dalam satu adegan, penonton bisa mendengar percakapan dalam bahasa Jepang, Italia, Flemish, dan dengan aksen Irlandia, semuanya bisa dipahami berkat subtitle. Interaksi antara tim dan anggotanya memberi nuansa baru dalam narasi game balap, yang biasanya hanya berputar di sekitar plot cerita klise.
Screamer bertekad untuk tidak kembali pada pola lama, dengan menampilkan karakter-karakter yang kuat dan mencerminkan berbagai pengaruh dari luar. Contohnya, tim Green Reapers adalah tim pertama yang diperkenalkan dalam mode Turnamen. Cerita dimulai dengan Róisín, Frederic, dan Hiroshi yang memiliki masalah dengan penyelenggara turnamen, Mr. A, jadi mereka masuk turnamen ini dengan niat balas dendam.
Seiring berjalannya balapan, ketegangan di antara ketiga karakter ini mulai terlihat, menampilkan dinamika yang menarik. Mereka tidak hanya berjuang untuk menang di lintasan, tapi juga berhadapan dengan konflik internal dari hubungan mereka. Alih-alih hanya bergerak cepat, Screamer berhasil menyisipkan banyak kedalaman dalam narasinya, dan itu semua terasa menyatu dengan balapan.
Adrift
Namun, mari kita bicarakan mengenai model pengendalian dan kontrolnya. Screamer ingin kembali ke akar spiritualnya dari tahun 1995, dengan menangkap gaya drifting yang berlebihan yang menjadi ciri khas balapan jaman dulu. Kontrolnya memang menarik—memetakan kemudi ke stick analog kiri dan drifting ke stick kanan, tapi jujur saja, kombinasi ini bisa bikin pusing. Peralihan dari posisi drift penuh ke lurus terasa canggung, karena pergeseran berat mobil tidak terasa. Ini menjadi semakin sulit ketika kamera bergerak terlalu dramatis saat memulai drift.
Meski pendekatan ini berani dan membuatnya berbeda dari game lain di luar sana, termasuk gaya drifting di NFS: Unbound atau pendekatan berbasis fisika JDM: Japanese Drift Master, tetap saja butuh waktu lama untuk bisa menyesuaikan diri. Dan meski sudah mencoba berulang kali, masih sulit untuk mendapatkan kepuasan yang sama seperti di game balap tradisional lainnya.
Balapan di Screamer pun lebih dari sekadar perpindahan kontrol. Di balik turnamen dan cerita, ada perangkat bernama ECHO yang memungkinkan pemain untuk menggunakan akselerasi, perisai, dan serangan. Sistem ini sederhana: lakukan aksi seperti slipstreaming atau timing aktif upshift untuk mengumpulkan sumber daya Sync, lalu gunakan untuk mempercepat. Menariknya, aksi timing ini terasa jadi lebih bermanfaat jika dilakukan dengan presisi.
Ada juga elemen ekonomi di sini—sumber daya ini menjadi sangat penting karena musuh AI juga tampak terampil dalam memanfaatkannya. Meski semua ini memberi gambaran kompleks yang mengasyikkan dalam balapan cepat ini, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh skill mengemudi semata; sering kali, kemenangan lebih sering ditentukan oleh penguasaan sistem boost dan taktik.
Meskipun demikian, ada banyak keindahan dalam dunia game ini. Gage’s Workshop, misalnya, menjadi favorit bagi pemain yang suka kustomisasi, menunjukkan desain mobil fiksi Screamer yang sangat menarik. Dari tampilan Green Reapers yang terlihat kasar hingga Strike Force Romanda yang lebih halus, setiap tim merepresentasikan karakternya dengan sangat baik.
Dengan begitu banyak kedalaman dalam desain karakter dan mode permainan—termasuk balapan offline, mode turnamen, dan multiplayer PvP—Screamer menawarkan pengalaman yang senantiasa menarik. Meskipun sulit untuk merasa benar-benar unggul dalam hal keahlian mengemudi dibandingkan dengan lawan, daya tarik dan detail di setiap aspek game membuat para pemain terus kembali untuk mengeksplorasi lebih jauh.





