Home Game Server Ubuntu Kembali Online Setelah Serangan DDoS yang Menghentikan Layanan Selama Beberapa Hari!
Game

Server Ubuntu Kembali Online Setelah Serangan DDoS yang Menghentikan Layanan Selama Beberapa Hari!

Share
Server Ubuntu Kembali Online Setelah Serangan DDoS yang Menghentikan Layanan Selama Beberapa Hari!
Share

Canonical, perusahaan di balik Ubuntu, baru saja mengumumkan bahwa layanan mereka kini kembali beroperasi setelah mengalami gangguan besar akibat serangan DDoS yang membuat beberapa infrastruktur, termasuk situs web dan repositori, tidak dapat diakses selama lima hari penuh.

Serangan DDoS, atau Distributed Denial of Service, memang dirancang untuk mengganggu operasi harian server dan jaringan. Serangan ini sering kali berhasil besar-besaran dengan memanfaatkan banjir permintaan dari alamat IP yang sulit dibedakan dari yang asli, dengan tujuan untuk membanjiri sistem yang ditargetkan. Inilah yang dihadapi Canonical selama lima hari terakhir, dan mereka baru saja memastikan bahwa layanan mereka sudah pulih.

“Saat ini, kami telah melakukan mitigasi dan mengembalikan layanan yang terdampak oleh serangan DDoS,” ungkap pihak Canonical.

Inline – AWS Open Trip

Meski layanan sudah banyak yang kembali, sebagian mungkin masih mengalami performa yang sedikit menurun saat Canonical terus berusaha mengatasi situasi ini. Di halaman status mereka, kini semua komponen telah dinyatakan beroperasi. Serangan ini pertama kali dilaporkan pada 1 Mei, dengan dugaan awal mulai terjadi pada 30 April, dan baru pada 6 Mei Canonical mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mengatasi sebagian besar serangan tersebut.

Serangan ini diketahui berhasil mematikan beberapa repositori penting, termasuk untuk pembaruan keamanan Ubuntu. Tentunya ini bikin para pengguna, termasuk penulis, berada di posisi sulit. Meskipun begitu, masih ada cermin lokal yang menawarkan akses ke pembaruan-pembaruan penting, jadi tidak semua layanan terputus sepanjang waktu. Begitulah cara kerja serangan DDoS, yang kadang bikin pengguna kebingungan.

Alasan di balik serangan ini masih belum jelas. Beberapa sumber menyebut bahwa sekelompok yang mengaku sebagai The Islamic Cyber Resistance di Irak mengklaim bertanggung jawab atas aksi ini, dan mereka dilaporkan menggunakan Telegram untuk mengumumkan aksinya. Namun, Canonical belum memberikan klarifikasi apakah klaim ini benar atau tidak, dan kelompok tersebut tidak menjelaskan kenapa mereka memilih untuk menyerang sistem operasi open-source ini. Mungkin ada target yang lebih besar untuk diintimidasi daripada distribusi Linux, meskipun Ubuntu adalah salah satu yang terbesar dan paling populer di dunia.

Inline – AWV Youtube
Baca juga  Ngomongin Gaji di Dunia Game: Nostalgia Para Legenda Pengembang Tentang 'Masa Keemasan Game' yang Sudah Berlalu di Tahun 1989
Inline – HLD One Day Trip
Share