Beberapa tahun telah berlalu sejak dunia mengetahui bahwa remake anime One Piece sedang dalam pengerjaan, dan sejak saat itu, para penggemar sangat menantikan kabar terbaru tentang seri ini. Di balik layar, tim di WIT Studio bekerja keras untuk proyek ini, sementara popularitas karya legendaris Eiichiro Oda semakin meningkat setiap harinya. Seiring berjalannya waktu, banyak pengguna internet semakin putus asa menunggu berita dari WIT Studio terkait remake ini, tapi tampaknya hasrat tersebut mulai memudar. Hal ini karena studio tersebut kini sedang menghadapi skandal besar terkait penggunaan AI, dan WIT Studio pun sudah mengeluarkan permohonan maaf terkait situasi ini.
Permohonan maaf ini datang langsung dari WIT Studio, sesuai yang diberitakan oleh Comic Natalie. Dalam sebuah pernyataan resmi, studio yang mengerjakan The One Piece ini mengonfirmasi bahwa salah satu judul animenya yang sedang tayang telah menggunakan teknologi AI generatif, dan investigasi menyeluruh sedang dilakukan untuk memahami bagaimana situasi ini bisa terjadi.
WIT Studio Berencana Memperbaiki Kesalahan Besar Terkait AI
Dalam pernyataannya, WIT Studio menyatakan bahwa Ascendance of a Bookworm Part 3: Adopted Daughter of an Archduke menampilkan elemen AI generatif saat episode pertamanya ditayangkan. Mereka menerima umpan balik anonim tentang animasi di episode tersebut, dan setelah investigasi singkat, terungkap bahwa beberapa potongan dari urutan pembukaan acara tersebut telah menggunakan AI generatif.
Pernyataan tersebut juga meminta maaf atas skandal ini dan mengonfirmasi rencana mereka untuk segera menghapus potongan yang dihasilkan oleh AI. Perusahaan telah menugaskan para seniman untuk menggantikan seni latar yang dikerjakan dengan AI, sehingga Ascendance of a Bookworm Part 3 akan segera menampilkan pembukaan “selesai” yang resmi. Hingga saat ini, belum ada informasi tentang kapan pembukaan tersebut akan ditayangkan, tetapi para penggemar sangat penasaran ingin melihat potongan-potongan yang menggunakan AI itu dihapus.
Mengenai bagaimana situasi ini bisa terjadi, WIT Studio mengakui bahwa mereka belum memahami sepenuhnya masalah produksi yang ada. Studio ini menyatakan ketertarikan mereka terhadap bagaimana teknologi baru akan memajukan produksi anime di masa depan, tetapi mereka tidak mendukung penggunaan AI generatif dalam bentuk apapun. Mengambil tanggung jawab penuh atas kesalahan ini, WIT Studio menegaskan bahwa potongan-potongan yang dihasilkan AI tersebut terjadi akibat komunikasi yang kurang baik dengan tim produksi acara tersebut. Mereka juga meyakinkan para penggemar bahwa tidak ada bagian lain dari Ascendance of a Bookworm Part 3 yang menggunakan teknologi kontroversial ini, dan investigasi internal masih sedang berlangsung.
AI dalam Anime Menjadi Isu Kontroversial
Dengan WIT Studio berada di tengah sorotan karena penggunaan AI, skandal ini hanyalah yang terbaru antara teknologi dan industri anime. Seperti banyak industri lainnya, para pembuat anime telah menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap penggunaan AI. Teknologi ini tidak hanya menghadirkan masalah hak cipta, tetapi juga berpotensi memperburuk industri yang sudah tertekan.
Industri anime sudah lama dilanda masalah upah rendah dan jadwal produksi yang mustahil, dan situasi ini semakin memburuk seiring dengan ekspansi globalnya. Para animator khawatir bahwa peningkatan penggunaan AI akan dimanfaatkan sebagai cara untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, dan insiden terbaru di WIT Studio tidak membantu meringankan kecemasan tersebut. Permohonan maaf cepat dari perusahaan adalah langkah yang baik bagi para penggemar yang khawatir, tetapi hingga lebih banyak studio berkomitmen pada produksi yang dipimpin manusia, ketakutan fandom terhadap AI tidak akan segera hilang. Jika studio pintar, mereka akan menghindari isu kontroversial ini dengan segala cara, dan tidak diragukan lagi bahwa WIT Studio akan melakukan hal yang sama dengan remake One Piece mereka.




