Film “We Are All Strangers” karya Anthony Chen baru saja mencuri perhatian di ajang Berlinale. Film ini berhasil membuat sejarah sebagai film pertama dari Singapura yang tampil di kompetisi utama Berlin. Paris-based Paradise City Sales pun sudah menguncangkan kesepakatan distribusi di berbagai belahan dunia.
Beberapa kesepakatan distribusi telah terjalin, antara lain dengan ARP Selection (Prancis), Curzon (Inggris dan Irlandia), Elastica Films (Spanyol), Trigon Film (Swiss), A-One Films (Baltik), Ama Films (Yunani), Golden Scene (Hong Kong), Movicloud (Taiwan), Challan (Korea Selatan), PT Falcon (Indonesia), dan Moving Turtle (Timur Tengah dan Afrika Utara). Negosiasi lebih lanjut juga masih berlangsung.
Film ini melengkapi apa yang disebut Chen sebagai trilogi “Growing Up,” yang dimulai dengan “Ilo Ilo” yang meraih Caméra d’Or di Cannes, kemudian dilanjutkan dengan “Wet Season.” Berlatar belakang Singapura masa kini, “We Are All Strangers” kembali menampilkan Yeo Yann Yann dan Koh Jia Ler, yang sebelumnya muncul di seluruh trilogi tersebut. Paradise City Sales telah mewakili karya Chen secara internasional di ketiga film ini, serta “Drift,” dengan film-film tersebut berkeliling ke Cannes, Toronto, Sundance, dan Berlin.
Ditulis dan disutradarai oleh Chen dan diproduksi oleh Teoh Yi Peng, Huang Wenhong, dan Chen untuk Giraffe Pictures, film ini juga memiliki produser eksekutif, seperti Joe Tsai, Arthur Wang, dan KH Kuok. Pembiayaan film ini berasal dari 127 Wall Productions, Jasper Productions, dan Komisi Film Singapura, didukung oleh Red Sea Fund dan MPA APSA Academy Film Fund.
Guy Lodge, yang menulis ulasan untuk Variety, menyebutkan, “Mimpi dengan cepat berubah menjadi strategi bertahan hidup dalam kisah domestik lembut dan tajam dari Anthony Chen, dan cinta tidak selalu cukup untuk dijadikan sandaran hidup.” Ia juga menilai film ini sangat menarik dan menyentuh, terutama berkat penampilan luar biasa Yeo Yann Yann sebagai sosok imigran yang terpinggirkan dalam keluarga dan masyarakat.
Louisa Dent, direktur utama Curzon, berbicara mengenai kolaborasi ini, “Kami sudah lama mengapresiasi karya Anthony, dan sangat senang bisa bekerja sama di ‘We Are All Strangers,’ film yang memiliki kemampuan langka untuk membangun kedekatan dengan karakternya sekaligus mengungkapkan inti dari sebuah bangsa. Kami percaya film ini akan menjadi penemuan yang menyenangkan bagi penonton di Inggris dan Irlandia.”
Enrique Costa, direktur Elastica, turut menyatakan kebanggaannya, “Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan Anthony Chen dan menghadirkan sinema yang mendatangkan emosi mendalam kepada penonton Spanyol. Dengan ‘We Are All Strangers,’ ia menciptakan potret yang kuat dan penuh resonansi emosional mengenai keluarga yang kita lahirkan dan keluarga yang kita pilih, menegaskan posisinya sebagai salah satu suara paling khas dalam sinema kontemporer.”
Di sisi lain, judul-judul lain yang ada di slate Paradise City Sales mencakup “Tell Me Everything” karya Moshe Rosenthal yang berkompetisi di Sundance World Cinema Competition, “Wolfram” karya Warwick Thornton yang bersaing di Berlinale, dan “A Family” karya Mees Peijnenburg yang mendapatkan Special Mention di kategori Berlinale Generation.




