Genre fantasi masih sangat digemari di TV berkat acara-acara seperti Game of Thrones dan spin-off-nya, The Witcher, serta The Lord of the Rings: The Rings of Power. Namun, sebelum semua itu, ada beberapa tayangan klasik dari tahun ’90-an seperti Hercules: The Legendary Journeys, Xena: The Warrior Princess, dan Highlander: The Series. Sayangnya, ada beberapa judul yang kini dikenang seolah-olah telah sepenuhnya menghilang dari ingatan kita. Buat yang lahir di tahun ’80-an, mungkin pernah melihatnya atau setidaknya pernah mendengar, tapi tayangan ini patut dikenang kembali karena kehebatan mereka pada masanya.
Kalau kamu adalah penggemar fantasi dan pengen nostalgia, berikut ini ada 5 serial yang mungkin bikin kamu teringat kembali. Mereka terlihat sedikit kuno di beberapa sisi, tapi ide dan episode yang dihadirkan masih menarik untuk diingat.
5) Spellbinder
Spellbinder seakan ditujukan bagi siapa saja yang tumbuh dewasa menonton TV di tahun ’90-an. Meski tidak sepenuhnya dilupakan, banyak orang mungkin terkejut mengetahui ada yang masih ingat tayangan ini. Ceritanya bermula dari Paul, remaja asal Australia, yang secara tidak sengaja melewati portal dan terjebak di realitas paralel di mana Revolusi Industri tidak pernah terjadi. Di sana, sebuah masyarakat bernama Spellbinders memanfaatkan teknologi canggih yang oleh penduduk setempat dianggap sebagai sihir. Ide yang kreatif banget, dan serial ini berhasil mengeksplorasi dunia yang dibangun dengan baik.
Belum lagi, tayangan ini punya sesuatu yang banyak produksi YA dari zaman itu miliki: mereka tidak terlalu peduli untuk menjelaskan segala macam hal secara detail. Fantasi sering kali jadi genre yang rumit, tapi Spellbinder sukses menghadirkan petualangan yang bikin penonton terlibat tanpa bingung. Setiap karakter punya tujuan jelas, dan semua elemen mendukung perjalanan mereka. Meskipun tidak sempurna, serial ini bikin penasaran dan betah untuk nonton lebih dari satu episode.
4) The Adventures of Sinbad

Masalah dengan The Adventures of Sinbad adalah serial ini muncul saat TV sudah dibanjiri produksi petualangan, jadi kebanyakan orang sepertinya melupakan tayangan ini. Ceritanya mengikuti Sinbad dan kru-nya saat mereka berkelana, melawan monster, penyihir, kutukan, dan berbagai masalah supranatural. Setiap perjalanan baru membawa mereka ke pulau aneh atau menghadapi makhluk yang berbeda, menjadikannya tayangan yang cocok untuk ditonton tanpa harus khawatir sudah melihat episode sebelumnya atau belum.
Struktur episodik ini terasa langka saat ini (kalau tidak bisa dibilang punah), jadi The Adventures of Sinbad menjadi pilihan yang asyik untuk kembali ditonton. Kalaupun sedikit kuno, justru itu bagian dari pesonanya. Serial ini punya banyak karakter, banyak aksi, dan bisa dibilang penuh semangat petualangan yang bikin visual yang terbatas tidak mengurangi keseruan pengalaman menontonnya.
3) Roar

Kalau berbicara soal Heath Ledger, seringkali orang mengingat film-filmnya. Tapi, tau gak kalau dia pernah main di sebuah serial TV? Banyak yang melupakan tayangan ini karena produksinya kurang sukses. Di Roar, kita mengikuti Conor, pangeran muda Irlandia yang berjuang melawan pendudukan Romawi dan berusaha menyatukan berbagai klan. Ceritanya dipadukan dengan elemen sihir, makhluk supranatural, dan mitologi Celtic. Meskipun terkesan biasa saja untuk TV fantasi tahun ’90-an, serial ini punya karakteristik unik yang bikin dia berbeda dari show besar lainnya. Sayangnya, tayangan ini hanya tayang 8 episode sebelum dibatalkan.
Masalah ini jelas menjelaskan kenapa tayangan ini terlupakan. Tapi, kembali menontonnya terasa pas sebab kita bisa melihat Ledger sebelum 10 Things I Hate About You dan The Dark Knight. Serial ini memang kurang mendapat perhatian, tapi mungkin sekarang bisa menjadi momen yang menarik untuk mengangkatnya, meski hanya karena rasa ingin tahu.
2) The New Adventures of Robin Hood

Tayangan ini juga sering terlupakan meski sebenarnya jadi salah satu produksi ikonik dari tahun ’90-an. The New Adventures of Robin Hood mengisahkan tokoh utama beserta teman-temannya menghadapi tiran dan penjahat, dengan elemen sihir yang sering muncul di dalam episode. Serial ini jauh lebih mendekati formula fantasi yang kita kenal ketimbang versi klasik yang lebih serius, dan justru di sinilah keunikan tayangannya.
Kadangkala, perlu juga mencoba mengubah sesuatu yang selama bertahun-tahun selalu sama. The New Adventures of Robin Hood membawa tokoh yang sudah dikenal dan berusaha memberi twist baru dalam bentuk fantasi episodik, sangat mencerminkan TV di jamannya. Meski tayangan ini bertahan beberapa musim, banyak orang lebih memilih memperhatikan serial populer lainnya. Bagi mereka yang mencari sesuatu yang baru dan nyentrik, inilah pilihan yang pas.
1) The Legend of William Tell

Siapa pun yang lahir di tahun ’80-an dan jadi penggemar Star Wars, pasti tahu The Legend of William Tell sebagai tayangan yang sempurna. Produser Raymond Thompson menggambarkan proyek ini sebagai “Star Wars di planet Bumi.” Namun, tayangan ini kurang terkenal dan jika ada yang ingat, jarang yang menjadikannya tayangan favorit. Ceritanya berdasar pada legenda William Tell, seorang simbol di Swiss, yang terkenal karena kisah pemanah yang dipaksa menembak apel di atas kepala anaknya. Serial ini menghadirkan petualangan fantasi di mana Tell dan teman-temannya melawan kekuatan Xax dan Kreel.
Secara keseluruhan, konsepnya mirip The New Adventures of Robin Hood. Namun, karena basis ceritanya kurang terkenal, tayangan ini memiliki jangkauan yang terbatas dan hanya terdiri dari sekitar 16 episode. The Legend of William Tell adalah artefak budaya yang langka dan sulit ditemukan orang yang benar-benar ingat menontonnya. Serial ini sangat ambisius, terutama jika dibandingkan dengan franchise George Lucas, dan beberapa lokasinya bahkan dipakai di The Lord of the Rings. Sayangnya, tayangan ini tidak sempat berkembang dan mendapatkan audiens yang lebih luas.
Opini Kita
Kayaknya bakal seru banget kalau tayangan-tayangan ini diangkat lagi! Gimana jika studio membuat reboot atau spin-off dari salah satu dari mereka? Bisa jadi nostalgia yang menyenangkan sekaligus menyegarkan bagi generasi baru. Demi mengenang masa lalu, seharusnya kita bisa menikmati hiburan yang nikmat ini lagi, ya!

