Film horor baru dari studio legendaris siap menghantui layar bioskop kita! Film animasi memang sudah dikenal sebagai jembatan pertama bagi anak-anak untuk merasakan ketegangan, seperti yang ditunjukkan oleh film-film seperti Monster House, Coraline, dan Paranorman. Dengan cerita tentang rumah berhantu, hantu yang tidak tenang, dan fakta bahwa orang dewasa kadang-kadang tidak berguna dalam situasi mengerikan, film-film ini memberikan pengalaman mendebarkan dengan cara yang aman. The Nightmare Before Christmas dari Disney bahkan telah menjadi fenomena holiday yang selalu dinanti, hadir untuk mereka yang lebih menyukai sisi kelam ketimbang keceriaan. Meskipun film animasi ini tidak muncul setiap saat, karya-karya horor yang terinspirasi dari animasi tetap menciptakan penggemar setia selama bertahun-tahun. Dan kini, Pixar, yang sudah tiga dekade menjelajahi berbagai genre film, bersiap memasuki dunia cerita hantu yang sangat disukai di seluruh dunia.
Pete Docter, Chief Creative Officer Pixar, baru-baru ini mengumumkan film berjudul Ghost Market di acara D23. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2028. Docter menggambarkan film ini, “Kyle adalah remaja pembuat konten yang cepat bicara dari Chicago. Hidupnya terbalik ketika ibunya memaksanya berlibur ke Hawaii. Dia terjatuh ke dalam pasar misterius yang tersembunyi di tempat yang tidak diketahui. Dia menyadari pencariannya untuk makanan tengah malam menjadi hal yang lebih besar. Dia menemukan persimpangan antara yang hidup dan yang mati.”
Selamat Datang di ‘Ono Market
Di teaser yang dirilis, Kyle langsung berbicara kepada penonton dan menjelaskan bahwa film ini “secara dasar tentang hantu yang lapar” sebelum meyakinkan bahwa ini tidak akan membuat penonton terbangun di malam hari. Secara tiba-tiba, sosok hantu dengan mangkuk mie muncul di belakangnya, membuat Kyle berteriak sambil berlari dan menyebutkan tanggal rilis filmnya. Dengan cara ini, peran Kyle sebagai pembuat konten ditonjolkan, sekaligus mengingatkan kita pada film-film horor bertema dokumenter dan reality show paranormal dari tahun 2000-an yang mengajarkan generasi untuk menyelidiki suara aneh melalui lensa kamera. Melalui bingkai sederhana ini, Ghost Market berhasil merangkul banyak elemen menarik.
Trevor Jimenez, veteran Pixar yang pernah dinominasikan Oscar, sepertinya mengikuti jejak yang ditinggalkan Miyazaki, tetapi dengan sentuhan khas Pixar. Seorang anak yang tersesat ke dunia roh, memakan makanan yang ditujukan untuk makhluk supernatural, dan bekerja di bisnis aneh untuk menemukan jalan pulang adalah konsep yang pasti akan mengingatkan kita pada Spirited Away. Namun, Ghost Market tidak menghindar dari perbandingan ini, malah menyaring folklore Asia melalui budaya makanan Hawaii dan kecemasan remaja modern. Dapur yang berhantu serta pekerjaan antar supranatural memberikan film ini daya tarik bagi penonton dari kalangan kelas pekerja, melewati sekadar cerita menakutkan.
Animasi yang terinspirasi horor sudah membuktikan bahwa ada pasar yang sehat untuk kombinasi ketakutan, komedi, dan cerita emosional yang pas. Dari sudut pandang bisnis, ada juga potensi sinergi korporat yang jelas. Mereka mengoperasikan Aulani Resort di Oahu, pulau yang sama di mana ‘Ono Market disembunyikan. Dengan keberadaan Lilo & Stitch, Moana, dan sekarang Ghost Market, integrasi antara film, barang dagangan, dan destinasi liburan mulai membuat Disney terlihat seperti rumah di Hawaii. Jika Ghost Market sukses, jangan kaget jika kita melihat stand makanan ‘Ono Market di kapal pesiar Disney atau resor pantai sebelum kita bisa mengucapkan Oogie-boogie.
Wajib Dinanti Nggak Nih?
Kayaknya bakal seru banget kalau Ghost Market sukses! Dengan menggabungkan elemen horor dan humor, film ini pasti akan menarik perhatian banyak penonton, terutama generasi muda. Semoga aja studionya nggak ngulangin kesalahan yang sama dan bisa bawa suasana horor yang fresh sekaligus lucu. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!

