Home Series Layanan TV Populer Siap Tutup Bulan Ini: Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Series

Layanan TV Populer Siap Tutup Bulan Ini: Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Share
Layanan TV Populer Siap Tutup Bulan Ini: Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Share

Platform TV besar bakal tutup bulan ini, dan ini bikin para penggemar kecewa.

Dengan maraknya layanan streaming yang bermunculan, banyak dari mereka yang akhirnya tutup atau bergabung dengan platform lain. Kita semua ingat Quibi yang diluncurkan tahun 2020 dan langsung ditutup di tahun yang sama, dengan semua konten diserahkan ke Roku. IMDb TV pun berubah nama jadi Amazon Freevee, tapi nasibnya tetap sama, akhirnya juga ditutup. Sekarang, Showtime juga harus menghentikan layanan streaming-nya dan bergabung dengan Paramount+.

Kabar terbaru datang dari TV Time yang mengumumkan bakal berhenti beroperasi setelah 15 Juli. Meski bukan layanan streaming, aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk melacak, memberi nilai, dan mendiskusikan acara TV serta film favorit. Dalam pengumuman resminya, mereka menjelaskan bahwa terus menjalankan aplikasi gratis ini sudah tidak lagi memungkinkan, dan permintaan untuk versi berbayar tidak cukup tinggi. Berikut adalah cuplikan pengumumannya:

Inline – HLD Private Trip

Setelah bertahun-tahun yang luar biasa, kami membuat keputusan sulit untuk menghentikan TV Time. Layanan ini akan berakhir setelah 15 Juli 2026.

Sementara kami sangat menyukai dukungan terhadap TV Time, sudah tidak lagi berkelanjutan untuk melanjutkan layanan ini sebagai aplikasi gratis, dan tidak ada cukup permintaan untuk aplikasi berbayar.

Terima kasih kepada semua yang melacak, menemukan, dan berbagi kecintaan mereka pada TV dan film bersama kami. Semangat dan antusiasme Anda membuat TV Time lebih dari sekadar aplikasi. Anda telah menjadikannya komunitas.

Kami sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan TV Time selama satu dekade ini.

Selamat menonton, selamanya.

TV Time

Selain mengumumkan penutupan, TV Time juga menjelaskan apa yang akan terjadi dengan data pengguna. Semua data akan dihapus setelah 15 Juli, tetapi sebelum itu, ada opsi untuk mengunduh semua data menggunakan tool ekspor data yang tersedia di aplikasi. Mereka juga menekankan bahwa setelah platform ditutup, data konsumen tidak akan digunakan untuk tujuan komersial. Tapi, mereka “mungkin mempertahankan informasi teragregasi yang tidak bersifat pribadi untuk tujuan bisnis internal, hukum, atau regulasi, sesuai dengan hukum yang berlaku.”

Di balik alasan resmi penutupan, menurut TechCrunch, keputusan ini ternyata terkait dengan perusahaan yang lebih mengutamakan produk AI. Pergeseran ini bikin aplikasi-aplikasi konsumsi lainnya juga ditutup meskipun punya basis pengguna aktif. Contohnya adalah aplikasi Pocket, yang ditutup Mozilla meski banyak digunakan, karena perusahaan itu memfokuskan diri untuk menambahkan pencarian berbasis AI di Firefox. TV Time sendiri dimiliki oleh Whip Media, yang kini mengandalkan alat berbasis AI bernama Helix untuk mengelola alur kerja dan analitiknya.

Baca juga  Sebelum Off Campus, Mika Abdalla Pernah Muncul Secara Berkala di The Pitt!

Untuk melacak dan memberi nilai film, Letterboxd adalah opsi yang populer. Namun, aplikasi ini hanya memungkinkan pengguna untuk melakukan ini pada acara dengan satu musim. Ini yang bikin TV Time jadi alternatif favorit untuk mencatat dan memberi nilai pada serial dengan lebih dari satu musim. Di X, Letterboxd juga menjawab, “Kita masih bekerja untuk itu”, ketika ditanya apakah mereka akan memperkenalkan pelacakan TV setelah penutupan TV Time.

Inline – AWS Open Trip

Para pengguna saat ini merasa kehilangan bisa melacak dan memberi nilai acara TV dan film di aplikasi ini, terlepas dari itu, banyak yang menyoroti hilangnya komunitas. Fitur sosial di TV Time memberi nilai lebih, menciptakan ruang interaktif yang lebih dari sekadar data tontonan dan rating. Dalam materi pemasaran Whip Media, dikatakan bahwa layanannya memiliki lebih dari 25 juta pengguna.

Melihat banyaknya acara profil tinggi yang akan tayang musim panas 2026 dan semakin bertambahnya jumlah serial streaming serta TV, pengguna pasti akan mencari cara untuk mencatat, memberi nilai, dan mendiskusikannya. Kehilangan TV Time jelas membawa dampak besar, meskipun Letterboxd dan pesaing lainnya mungkin bisa mengisi sedikit kekosongan di masa depan.

Opini Kita

Kayaknya bakal seru banget kalau ada aplikasi baru yang bisa mengisi kekosongan TV Time. Pasalnya, komunitas dan interaksi pengguna itu yang bikin pengalaman menonton jadi lebih menyenangkan. Semoga aja ada pengganti yang bisa membawa vibe kebersamaan itu kembali, supaya kita bisa tetap update dan terhubung dengan teman sesama penggemar. Kita tunggu aja kabar selanjutnya!

Inline – AWV Youtube
Inline – HLD One Day Trip
Share