Tahun 1990-an adalah era yang sangat keren dalam dunia acara TV. Dengan debutnya Friends, The Fresh Prince of Bel-Air, dan Buffy the Vampire Slayer, bisa dibilang ini adalah zaman keemasan acara televisi yang masih banyak dikenang hingga sekarang. Tapi, nggak hanya acara untuk remaja dan dewasa yang bersinar di waktu itu. Banyak acara anak-anak yang dicintai, seperti Rugrats, The Magic School Bus, Doug, dan Hey Arnold!, juga lahir di era ’90 dan masih dianggap klasik hingga kini.
Jadi, nggak heran kalau selama dekade itu, banyak banget acara horor yang juga muncul, baik untuk remaja/dewasa maupun yang lebih ringan untuk anak-anak. Tahun 1995, khususnya, ada tiga acara yang menonjol—salah satunya nggak bener-bener untuk anak-anak, tapi banyak anak ‘90-an yang tetap nonton—yang memberi mimpi buruk yang nyata bagi mereka yang menontonnya (dan mungkin masih terbayang hingga sekarang).
Goosebumps
Sebelum Goosebumps di-reboot jadi seri di Disney+ dan kemudian dihentikan setelah dua musim, acara ini bener-bener jadi horor yang pas buat anak-anak di tahun ‘90, tayang dari 1995 sampai 1998. Berdasarkan buku karya R.L. Stine, beberapa episode Goosebumps emang konyol, tapi banyak juga yang bener-bener seram. Salah satu ceritanya yang bikin anak-anak ‘90-an ketakutan adalah tentang boneka ventriloquist menyeramkan, Slappy.
Episode yang paling terkenal termasuk di season 1, episode 10 berjudul “Night of the Living Dummy II,” serta spesial dua bagian “Night of the Living Dummy III” yang jadi penutup season 2 (dan bagi anak-anak ‘90-an, episode ini juga dibintangi oleh Hayden Christensen). Meskipun Slappy bikin anak-anak mimpinya buruk, ternyata itu bukan satu-satunya cerita yang ngeri. Episode pertama yang juga merupakan spesial dua bagian, berkisar pada topik yang sangat menakutkan: topeng berhantu yang menempel di wajah dan mengontrol tubuh seseorang.
Tales From the Crypt

Sementara Goosebumps adalah acara horor yang lebih cocok untuk anak-anak, Tales from the Crypt sebaliknya, yang ditujukan untuk penonton dewasa. Meski begitu, banyak anak-anak ‘90-an yang tetap menontonnya (mungkin ini yang bikin tayangan ini juga punya spin-off animasi yang lebih ramah anak, Tales from the Cryptkeeper). Mengingat acara ini adalah seri horor untuk orang dewasa, nggak heran kalau dalemnya bikin anak-anak mimpinya buruk—dan itu terjadi!
Dari boneka ventriloquist seram lainnya, yang emang jadi tema umum di akhir ’80-an dan ’90-an, sampai pembunuh dengan kapak dan berbagai karakter serta alur cerita yang bener-bener mengganggu, Tales from the Crypt adalah salah satu acara horor yang paling menyeramkan di masa itu. Dan untuk menambah keseraman bagi anak-anak yang seharusnya nggak nonton, acara ini juga ada Santa Claus pembunuh.
Are You Afraid of the Dark?

Terakhir, setiap anak ‘90-an yang tertarik dengan horor pasti ingat Are You Afraid of the Dark? Acara ini, seperti Goosebumps, ditujukan untuk anak-anak/remaja, tapi bukan berarti kurang menyeramkan. Justru, itu adalah tujuan utama acara ini, di mana sekelompok remaja berkumpul untuk berbagi cerita-cerita menyeramkan. Terbukti, format ini cukup sukses karena acara ini tayang dari 1990 sampai 2000.
Are You Afraid of the Dark? memanfaatkan banyak konsep horor klasik, mulai dari hantu, badut, boneka berhantu, hingga berbagai monster lainnya, dan biasanya menyajikannya dengan cara yang jauh lebih gelap dibandingkan Goosebumps. Mengingat acara ini sebenarnya ditujukan untuk anak-anak dan tetap berhasil bikin mereka ketakutan, Are You Afraid of the Dark? pasti menduduki peringkat tertinggi di antara acara horor dari tahun 1995 yang memberi mimpi buruk bagi anak-anak ‘90-an—dan lucunya, acara ini juga dibintangi oleh Hayden Christensen.
Reaksi AWverse
Kayaknya seru banget kalau acara-acara ikonik ini kembali muncul di era sekarang! Bukan hanya nostalgia, tapi juga bisa dihadirkan dengan pendekatan yang lebih segar. Semoga aja para pembuat acara bisa menciptakan kombinasi yang pas antara yang dulu dan yang sekarang, supaya generasi milenial serta Gen Z bisa merasakan keseruan dan ketegangan horor dari tahun ‘90-an! Kita tunggu aja kembalinya para karakter ikonik ini di layar kaca!





