Home Series John Ritter: “Legenda Sitkom Ini Terlalu Cantik untuk Main di Three’s Company!”
Series

John Ritter: “Legenda Sitkom Ini Terlalu Cantik untuk Main di Three’s Company!”

Share
John Ritter: "Legenda Sitkom Ini Terlalu Cantik untuk Main di Three's Company!"
Share

Bayangkan seandainya “Three’s Company” tidak menampilkan Suzanne Somers berlari-lari di Apartemen 201 — sebenarnya bisa saja seperti itu jika audisi berjalan berbeda. Sitkom klasik ABC ini, yang mengikuti petualangan konyol trio teman serumah Jack Tripper (John Ritter), Janet Wood (Joyce DeWitt), dan Chrissy Snow (Somers), awalnya mengincar bintang yang sangat berbeda untuk memerankan “typist blonde bodoh” mereka.

Legend sitkom yang sudah almarhum, Loni Anderson, sempat ikut audisi dan tes layar untuk peran Chrissy Snow yang menjadi sorotan. Meski saat audisi ia tampil memukau, John Ritter melihat satu kekhawatiran besar: dia terlalu cantik untuk membuat premis acara ini terasa nyata.

Inti konflik dari “Three’s Company” ada pada trio yang merupakan orang biasa berjuang di bawah pengawasan pemilik rumah mereka yang usil, Stanley dan Helen Roper (Norman Fell dan Audra Lindley). Dalam buku belakang layar Chris Mann yang terbit tahun 1998, “Come and Knock on Our Door: A Hers and Hers and His Guide to ‘Three’s Company'”, Ritter mengenang reaksi awalnya saat melihat audisi Anderson. “Dia terlalu cantik, terlalu cerdas,” ungkap Ritter. “Tidak ada yang percaya dia tidak bisa tinggal di apartemennya sendiri, bahwa dia harus berjuang untuk membayar sewa. Tapi saya tidak tahu kenapa dia tidak mendapatkan peran itu. Dia melakukan audisi dengan sangat baik.”

Inline – HLD One Day Trip

Loni Anderson mendapatkan peran bintang tamu di episode akhir musim kedua Three’s Company

Wajib Dinanti Nggak Nih?

Menarik banget membayangkan bagaimana dunia “Three’s Company” bisa berbeda jika Loni Anderson jadi Chrissy. Meskipun dia akhirnya nggak dapat peran itu, kariernya justru melesat. Kira-kira, siapa yang bisa menggantikan posisinya di sitkom-sitkom modern saat ini? Sepertinya kita masih harus menunggu perjernihan perilisan karakter-karakter baru di era digital ini.

Inline – AWS Open Trip
Share