Home Game 6 Game Hack-and-Slash PS1 Terbaik yang Masih Asyik Dimainkan Sampai Kini!
Game

6 Game Hack-and-Slash PS1 Terbaik yang Masih Asyik Dimainkan Sampai Kini!

Share
Share

PlayStation pertama adalah langkah awal yang membawa pemain ke level baru. Dengan hadirnya game yang disimpan dalam format CD, pengalaman bermain semakin meningkat dengan grafik yang lebih baik, durasi permainan lebih panjang, dan desain yang lebih inovatif. Namun, banyak penggemar yang tetap setia pada game klasik, apalagi jika mereka tampil lebih menarik daripada sebelumnya. Genre hack-and-slash adalah salah satu pokok permainan dari tahun ’80-an, dan ada banyak judul luar biasa di PS1 yang bisa memenuhi rasa haus pemain genre ini. Jika penasaran seperti apa rasanya bermain hack-and-slash di tahun ’90-an, banyak pilihan seru yang bisa dicoba.

Berikut ini enam game hack-and-slash yang masih relevan hingga saat ini.

6) Gauntlet Legends

Gauntlet Legends mengambil gameplay klasik dari dua game Gauntlet pertama dan memperbaruinya. Tidak hanya mendapat upgrade model 3D, versi arcade juga ngasih fitur password dan penyimpanan karakter, jadi pemain bisa lanjut tanpa harus terhubung ke konsol.

Inline – HLD Private Trip

Akhirnya, game ini hadir di rumah pemain. Gauntlet Legends pertama dirilis untuk Nintendo 64, dan saat hadir di PS1 setahun kemudian, versi ini hanya mendukung dua pemain. Meskipun itu agak mengurangi nilai dari review, tetap saja seru untuk dimainkan. Memang, Gauntlet Dark Legacy datang dan menyusulnya dengan lebih baik, tapi sekuel itu tidak pernah hadir di PlayStation asli.

5) Diablo

Diablo adalah game yang mengubah segalanya saat diluncurkan di PC. Walaupun Diablo 2 mengembangkan formula ini menjadi salah satu game terbaik sepanjang masa, versi pertamanya adalah fondasi yang membangun salah satu seri terpopuler Blizzard. Setelah sekitar setahun, game ini muncul di PlayStation, meskipun jelas ada beberapa kekurangan, port ini tetap tidak jelek.

Baca juga  Genggam Emosi hingga Akhir! Ulasan Finale Musim 2 Watson: 'The Cobalt Fissure' yang Mengejutkan!

Kontrolnya terasa seperti bermain di PC, dengan auto-targeting yang dianggap sebagai peningkatan. Sayangnya, multiplayer hanya bisa dimainkan dengan menggunakan kabel link, artinya butuh beberapa konsol untuk bermain bareng. Meskipun lebih baik tetap di PC, versi PlayStation adalah pengingat menarik dari hari-hari awal port Blizzard di salah satu seri terbesarnya.

Inline – AWS Open Trip

4) Nightmare Creatures

Nightmare Creatures benar-benar unik dalam daftar ini. Suasana menyeramkan dan desain monster yang mengerikan sudah pas, namun sayangnya sistem pertarungannya bisa mengecewakan. Beberapa penggemar mungkin menganggapnya tak seharusnya ada di daftar ini, tapi rasanya pantas disertakan, karena meskipun ada masalah dengan kamera dan pertarungan yang monoton, Nightmare Creatures tetap menyimpan keunikan.

Kabar baiknya, versi PS1 adalah yang terbaik. Meskipun diluncurkan di Nintendo 64 dan PC, kedua versi itu jauh lebih buruk. Jika lagi ingin suasana horor dalam gameplay hack-and-slash, Nightmare Creatures bisa menjadi pilihan yang menarik, walaupun sekuelnya mungkin tidak perlu dicoba.

3) Blood Omen: Legacy of Kain

Blood Omen memulai seri Legacy of Kain, jadi mulailah dengan campuran yang unik. Game ini dari Silicon Knights melakukan banyak hal dengan benar: premise yang menarik, desain suara yang luar biasa, dan gameplay yang memikat.

Inline – AWV Youtube

Satu-satunya kelemahan ada pada masalah teknis. Grafiknya tidak terlalu bagus, dan loading time-nya bisa bikin frustrasi. Namun, visi yang dimiliki Silicon Knights untuk mengeksplorasi tema lebih dewasa di genre ini sudah terlihat. Meskipun mereka belum sepenuhnya mencapainya, memainkan game pertama ini akan memberikan gambaran dasar yang kuat.

2) MediEvil

MediEvil sangat terinspirasi oleh estetika The Nightmare Before Christmas. Awalnya dikembangkan sebagai shooter, kemudian berkembang menjadi game hack-and-slash setelah Sony mengambil alih pengembangnya, dan hasilnya adalah game yang dikenal dan dicintai pemain hingga sekarang. Dengan tampilan unik dan humor yang menyenangkan, game ini mendapat penilaian bagus.

Baca juga  10 Film Horor yang Gagal di Box Office tapi Justru Menjadi Klasik Kultus!

Sayangnya, kontrolnya sedikit mengecewakan. Bepergian melalui level-level terkadang terasa monoton. Namun, semua yang dikerjakan MediEvil membuatnya tetap layak dimainkan. Meskipun sudah ada sekuel dan remaster, keduanya menunjukkan bahwa game ini masih terjebak dalam era-nya. Masih banyak potensi dari property ini, tapi belum ada yang benar-benar mengeluarkannya.

1) Legacy of Kain: Soul Reaver

Seperti yang disebutkan, Blood Omen membuka jalan untuk potensi besar seri Legacy of Kain. Sekuel ini lebih dari cukup, memberikan salah satu pengalaman terbaik di PlayStation pertama. Dengan Crystal Dynamics dan Amy Hennig memegang kendali, cerita baru ini terjadi 1.500 tahun setelah peristiwa Blood Omen.

Keputusan itu terbukti tepat, karena lompatan teknis yang dicapai Legacy of Kain dibandingkan Blood Omen adalah luar biasa, meskipun keduanya dirilis di konsol yang sama. Masih ada atmosfer gotik yang membuat penggemar jatuh cinta dengan Blood Omen, tapi kini game ini didukung oleh kinerja teknis yang solid. Legacy of Kain terasa seperti puncak dari semua ide yang terlihat di Blood Omen, dan lebih dari itu. Kalau belum mencoba, segera ambil kesempatan itu!

Takeaway Cepat

Koleksi ini adalah pengingat nostalgia yang pas untuk para penggemar hack-and-slash. Dengan variasi gameplay dan cerita menarik, semua judul ini membawa kita kembali ke zaman keemasan gaming. Semoga pengembang bisa menyuguhkan kembali konsep seru seperti ini di era modern sekarang!

Inline – HLD One Day Trip
Share