Home Game Sony Catat Kerugian Rp 11 Triliun karena Bungie: Destiny 2 dan Marathon Gagal Penuhi Ekspektasi!
Game

Sony Catat Kerugian Rp 11 Triliun karena Bungie: Destiny 2 dan Marathon Gagal Penuhi Ekspektasi!

Share
Sony Catat Kerugian Rp 11 Triliun karena Bungie: Destiny 2 dan Marathon Gagal Penuhi Ekspektasi!
Share

Sony baru saja mencatat kerugian besar yang bikin geleng-geleng kepala, mencapai ¥120,1 miliar (sekitar $766 juta atau £562 juta) dari akuisisi Bungie dalam laporan keuangan untuk tahun 2025. Untuk yang mungkin tidak peduli dengan angka-angka bisnis, tahun finansial ini berakhir pada 31 Maret 2026—intinya, dalam iklim bisnis yang lebih ‘manusiawi’.

Dalam laporan yang dirilis terbaru, Sony mengungkapkan bahwa segala kerugian ini terdiri dari kerugian sebesar ¥31,5 miliar ($201 juta) pada kuartal kedua FY2025, ditambah lagi dengan kerugian tambahan sebesar ¥88,6 miliar ($566 juta) di kuartal akhir tahun 2025. Nah, jika dijumlah, kita sampai pada angka kerugian total sebesar ¥120,1 miliar tersebut. Gila, kan?

Buat yang tidak berkecimpung dalam dunia ekonomi, kerugian pengurangan nilai aset ini terjadi ketika nilai sebuah aset menurun secara signifikan. Misalnya, jika punya studio game yang dinilai $50 juta, terus muncul gadget canggih yang bisa membuat game hanya dalam waktu seperempat jam, nilai studio itu bisa anjlok drastis hingga hanya jadi $12,5 juta. Nah, ini bukan soal keausan biasa—yang begini disebut kerugian pengurangan nilai.

Inline – AWV Youtube

Ketika Sony mengakuisisi Bungie pada tahun 2022, harga yang dibayarkan adalah $3,6 miliar. Sekarang, nilai Bungie sepertinya jauh lebih rendah. Kerugian ¥31,5 miliar di kuartal kedua FY2025 kebanyakan disebabkan oleh performa Destiny 2 yang meleset dari target. Para eksekutif Sony sempat berkomentar, “Mengenai Destiny 2, sebagian karena perubahan di lingkungan kompetitif, tingkat penjualan dan keterlibatan pengguna tidak memenuhi harapan saat akuisisi.” Mereka pun terpaksa merombak proyeksi bisnis ke arah lebih rendah.

Kerugian di kuartal keempat ini belum bisa dikaitkan secara spesifik dengan satu penyebab, tetapi juga termasuk perilisan perang tembak Bungie, Marathon. Meski penjualannya cukup menjanjikan, game ini tidak jadi hit besar seperti yang diharapkan Sony. Kemungkinan besar, performa Mountain di luar ekspektasi berkontribusi terhadap kerugian terbaru ini.

Baca juga  Pendiri Star Wars Zero Company Kagumi Lucasfilm dan Respawn yang Berani Hadirkan Game Taktik!

Berita ini jelas bukan yang diharapkan Bungie, apalagi dengan reputasi Sony yang dikenal cukup tegas dalam menangani properti yang kurang performa. Tapi, Sony mengklaim total penjualan dari game dan layanan jaringan mereka di FY2025 terbilang “stabil,” dengan laba operasional naik 12%. Jadi, meskipun ada kerugian dari Bungie, Sony masih jauh dari harus menjual aset-aset berharga mereka.

Inline – HLD One Day Trip

Dengan semua yang terjadi, jelas bahwa dunia game itu keras, dan industri ini terus berputar dengan cepat. Menarik untuk melihat bagaimana Sony dan Bungie akan menanggapi tantangan ini di masa depan! Apakah mereka bisa bangkit dari situasi ini? Kita tunggu saja perkembangan berikutnya.

Inline – HLD Private Trip
Share