Siap-siap deh, buat para penggemar “Outlander”! Episode pembuka musim kedua dari prekuel “Outlander: Blood of My Blood” barusan dirilis, dan seperti yang diperkirakan, pasangan-pasangan utama kita mengalami banyak rintangan emosi saat angin perang mulai berhembus semakin kencang. Di episode berjudul “Remembrance Day,” penonton langsung dibawa pada drama yang bikin kita merasa tertekan tetapi juga sangat menyentuh.
Mari kita mulai cerita dari Julia dan Henry. Seperti yang terlihat di trailer, Henry terpisah dari istrinya dan putra mereka yang masih bayi. Dia justru terjebak di rumah sakit jiwa di Inverness tahun 1924. Begitu episode dimulai, kita langsung melihat kondisi mentalnya yang hancur, terikat di kursi dengan jaket pelindung. Ditangani oleh seorang dokter yang menduga Henry membuat khayalan soal masa lalu untuk menghindari ingatan mengerikan dari Perang Dunia I, scene ini sukses bikin kita merinding.
Henry menjalani terapi elektroconvulsif, yang bukannya membantu malah semakin membingungkan dia dan membuatnya lupa hal-hal penting dalam hidupnya, termasuk nama putrinya, Claire. Ya ampun, mau nangis rasanya!
Henry Mendapat Sebuah Harapan
Ketika harapan sedang redup, justru ada seorang pendeta setempat yang datang melawat. Dan tebak siapa? Rev. Wakefield! Pendeta ini pita yang mungkin nantinya akan menjadi kunci penting dalam saga Beauchamp/Fraser/MacKenzie. Dia mencoba menawarkan dukungan emosional, meski tidak terlalu berhasil. Namun, itu berbuah dengan baik karena malam itu, dia mencurahkan perasaannya kepada pembantunya, Mrs. Graham, tentang simpatinya pada Henry yang mengaku datang dari ‘masa lain’. Nah, inilah titik awal dari kegalauan!
Akhirnya, Mrs. Graham memutuskan untuk membawakan Henry beberapa makanan ringan. Henry mengungkapkan betapa menyedihkannya ketika dia tidak bisa mengingat rincian tentang Julia. “Saya tidak berpikir bisa membayangkan cinta seperti itu,” katanya seraya menahan air mata. Mrs. Graham, yang melihat kejujuran dalam mata Henry, percaya bahwa dia benar-benar datang dari masa lain. Ini adalah berkat kecil di tengah tumpukan masalah yang menghimpit.
Davina Mengetahui Kebenaran tentang Julia
Keberadaan Julia dan Henry berpindah-pindah waktu pun tidak semudah itu. Ternyata, tidak semua anggota Beauchamp ikut lewat waktu. Dalam kilas balik ke tahun 1700-an, kita melihat bahwa perjalanan mereka gagal saat semuanya mencoba bersama. Sayangnya, muncul Arch Bug dan pasukannya yang menyeret Henry kembali. Terjadi perkelahian yang menyedihkan, dan Henry pun harus berjuang melawan mereka.
Berbalik ke masa kini, Julia berusaha untuk menyembunyikan kebenaran dari Davina. Tetapi saat menjelaskan, Davina langsung curiga dan menuduh Julia sebagai ‘faerie folk’. Alhasil, keduanya kini terjebak dalam kebohongan yang semakin menggulung.
Ellen dan Brian Harus Menghadapi Kenyataan
Kita berpindah ke Ellen dan Brian yang masih terjebak dalam buaian cinta mereka. Namun, ada realita yang harus mereka hadapi. Brian harus kembali dan bergabung dengan perjuangan klan di tengah ketegangan menjelang pemberontakan Jacobite. Dalam kesedihan perpisahan ini, mereka sempat meluangkan waktu untuk mimpi tentang kehidupan tenang pasca-perang, meski Brian sadar betul bahwa hal itu bisa berakhir tragis.
Saat Murtagh datang dengan kabar buruk, Ellen hanya bisa berpikir bahwa satu-satunya cara untuk menghindari bahaya adalah menyerahkan dirinya demi keselamatan Brian. Mereka terpaksa berpisah dengan janji untuk saling bertemu lagi dalam waktu dekat.
Sementara Itu, Kembali ke Castle Leoch…
Di Castle Leoch, suasana tegang setelah kematian Malcolm Grant membuat segalanya lebih rumit. Dougal, Colum, dan Ned berusaha menenangkan sang paman yang sangat marah terhadap situasi ini. Namun di balik kepedihan, tampak ada rencana jahat yang bisa membuat situasi semakin suram. Sementara itu, Ellen sedang terjebak dalam situasi yang sangat dramatis setelah ditangkap karena meninggalkan janji untuk menikah.
Ketika semua berkumpul kembali, Goldie merasa liar ketika melihat Julia. Dia pun memutar rencana dan mencoba merangkul Brian untuk mempersiapkan angkat senjata melawan musuh. Misi mereka semakin mendebarkan, sementara rencana untuk mencari Claire semakin mendesak.
Wajib Dinanti Nggak Nih?
Sekilas episode pertama ini penuh dengan dinamika relasi yang menarik dan penuh ketegangan. Sepertinya musim ini nggak akan lepas dari drama bunuh diri berbasis cinta dan pengorbanan! Semoga plot twist-nya nggak bikin kita kecewa, ya!

