Thriller populer dari Prime Video, Cross, terus menggugah ketertarikan penonton!
Dalam serial yang menggugah adrenalin ini, kita mengikuti perjalanan Alex Cross, yang diperankan oleh Aldis Hodge, seorang detektif pembunuhan sekaligus psikolog forensik di Washington, D.C. Seiring ia menyelidiki kasus-kasus berbahaya yang sering melibatkan pembunuh kejam, ia juga harus menghadapi duka mendalam atas kehilangan istrinya. Selain memecahkan kasus, sang detektif harus berjuang dengan masalah emosional dan menghadapi masa lalunya.
Cross diadaptasi dari seri buku Alex Cross karya James Patterson. Meskipun setia pada karakter dalam novel, serial ini bukanlah adaptasi yang langsung meneruskan plot buku. Alih-alih, Cross menampilkan alur cerita dan kasus-kasus baru, dengan karakter lain seperti Isaiah Mustafa (John Sampson), Juanita Jennings (Regina Cross), Alona Tal (Kayla Craig), Samantha Walkes (Elle Monteiro), dan Caleb Elijah (Damon Cross). Mereka semua melengkapi cerita di sisi Hodge.
Produksi untuk musim ketiga Cross sudah resmi dimulai! Dalam wawancara bersama Deadline, pencipta serial Ben Watkins mengungkapkan bahwa bab selanjutnya akan memperlihatkan sisi baru dari karakter kita dan menggali perjuangannya dengan kecanduan dengan cara yang berbeda. Alih-alih berfokus secara eksklusif pada penyalahgunaan zat, cerita ini akan menggali dorongan kuat dari karakter dan bagaimana perjuangannya melawan kejahatan dapat mirip dengan ketergantungan.
Watkins menjelaskan bahwa musim ketiga Cross akan mengajak karakter utama untuk menghadapi hantu-hantu pribadinya dan bagaimana perilakunya berdampak pada orang-orang di sekitarnya. Ia menegaskan bahwa kecanduan bisa hadir dalam berbagai bentuk, lebih dari sekadar alkohol atau obat-obatan. Pendekatan emosional sekaligus menunjukkan efek samping yang lebih khas dalam tayangan televisi dan film akan menjadi fokus di season ini.
Kita perlu melihat karakter ini menghadapi tantangan yang berbeda tentang dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Di Musim 3, kita akan membahas masalah kecanduan karena Cross sebagai detektif benar-benar terobsesi dengan pencarian. Ini jadi tema menarik untuk dieksplorasi.
Awalnya, Watkins merencanakan alur cerita selama empat musim. Namun, dia dan tim kreatif percaya bahwa Cross bisa berlanjut selama bertahun-tahun ke depan jika ada kesempatan. Menurutnya, keberlangsungan serial ini tergantung pada menemukan alur yang menarik dan mengembangkan karakter agar tetap menarik perhatian penonton.
Cross adalah jenis pertunjukan yang bisa berjalan selamanya. Tantangannya adalah, seperti apa perjalanan karakternya?
Aldis Hodge juga mengungkapkan betapa terikatnya dia dengan karakternya. Dia mengaku tertarik pada Cross karena karakter ini cerdas dan percaya diri, tetapi di saat yang sama, tetap rentan. Hodge juga menekankan pentingnya representasi seorang pria kulit hitam di dunia penegakan hukum tanpa harus terpengaruh oleh prasangka orang lain.
Saya menyadari betapa segera karakter ini muncul sebagai sosok yang pintar, intelektual, dan tak meminta maaf, dengan pesona yang memikat dan sisi berbahaya serta rentan. Dia adalah seorang pria kulit hitam yang beroperasi di dunia kepolisian dan hukum, tetapi tidak perlu menyerah pada prasangka orang lain.
Saat ini, belum ada tanggal rilis resmi untuk musim ketiga Cross. Namun, banyak yang berspekulasi bahwa rilis bisa terjadi pada musim semi atau musim panas tahun 2027. Musim pertama dan kedua Cross sudah bisa ditonton di Prime Video.
Opini Kita
Kayaknya bakal seru banget kalau musim ketiga ini bisa mengeksplorasi sisi gelap dari seorang detektif yang terobsesi dengan pencarian, ya! Semoga aja studionya nggak ngulangin kesalahan yang sama dan bisa bawa cerita ini ke level yang lebih dalam. Apalagi, dengan isu kecanduan yang diangkat, pasti bakal bikin penonton semakin terhubung dengan karakter tersebut!





