Sebuah adaptasi sci-fi yang akan tayang di Peacock menjanjikan potensi luar biasa hingga 10 musim, tetapi sudah membuat pilihan yang cukup mengkhawatirkan — dan itu bisa berdampak pada masa depannya. Dengan banyaknya acara sci-fi hebat yang muncul di platform streaming dalam beberapa tahun terakhir, gak heran kalau banyak studio berlomba-lomba memanfaatkan kembalinya tren genre ini. Salah satu seri LitRPG yang sedang naik daun adalah pilihan alami untuk diadaptasi, dan Hollywood jelas melihat potensi dari cerita ini, karena sebuah serial TV sedang dalam pengembangan untuk Peacock. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah adaptasi ini akan setia pada cerita aslinya.
Untuk benar-benar menawarkan versi yang setia, panjangnya durasi tayang menjadi syarat utama. Jika Peacock berniat untuk mengangkat seluruh materi asal, acara ini bisa berlangsung selama 10 musim atau lebih. Tentu saja, tantangan akan muncul, dan ini diperburuk oleh satu keputusan yang sudah diambil. Semoga saja para pencipta bisa menemukan kesuksesan meskipun ada rintangan tersebut.
Peacock’s Dungeon Crawler Carl Show Berpotensi Menjadi 10 Musim
Dungeon Crawler Carl adalah salah satu adaptasi sci-fi yang paling dinantikan, dengan kemungkinan untuk terus berlanjut lebih lama. Seri best seller karya Matt Dinniman ini mengisahkan pahlawan yang terjebak di dalam dungeon mematikan yang disiarkan di TV. Pengarangnya sebelumnya mengungkapkan bahwa ia menargetkan 10 buku dalam seri ini, dan buku kedelapan, A Parade of Horribles, sudah dirilis bulan Mei. Melihat rencana Dinniman dan panjangnya seri saat ini, gampang membayangkan adaptasi ini bisa berlangsung lebih dari 10 musim. Artinya, setiap musim bisa fokus pada satu buku, dan setiap buku cukup panjang untuk memerlukan satu set episode penuh.
Apakah tayangan TV ini benar-benar akan mengikuti jalur itu atau mencoba merangkum materi asal akan terlihat ke depannya. Itu semua tergantung pada visi para kreator serta seberapa besar minat penonton. Sangat jarang ada acara streaming, terutama di genre fantasi atau sci-fi, yang bisa bertahan selama itu. Satu pilihan yang mungkin menjadi penghambat adalah keputusan untuk mengangkat Dungeon Crawler Carl sebagai live-action.
Adaptasi Mendatang Sudah Membuat Pilihan Mengkhawatirkan yang Mungkin Mempengaruhi Masa Depannya
Melihat panjangnya Dungeon Crawler Carl, agak mengejutkan jika adaptasi ini direncanakan sebagai acara live-action. Selain tantangan untuk diperpanjang hingga 10 musim, seri ini juga harus memikirkan konsekuensi bagi para pemerannya. Serial streaming biasanya memerlukan waktu satu atau dua tahun antara setiap tayangan, yang berarti komitmen besar untuk durasi selama itu. Ini mungkin memakan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk direalisasikan, sehingga para bintang mungkin akan semakin tua. Hal ini membuat rentang waktu dalam cerita lebih sulit diterima (seluruh cerita tampaknya terjadi hanya dalam beberapa bulan).
Tantangan bagi pemeran bukan satu-satunya alasan mengapa medium live-action mengejutkan. Dunia Dungeon Crawler Carl dan makhluk-makhluk di dalamnya mungkin memerlukan anggaran yang besar agar terlihat baik. Prinses Donut saja sudah membutuhkan banyak CGI, mengingat dia dan Carl akan bertemu banyak makhluk lain yang memerlukan efek serupa. Berbagai tingkat dalam dungeon juga membutuhkan latar belakang yang berbeda dari musim ke musim. Semua ini mungkin menjadi sangat mahal dan mungkin sedikit lebih mudah jika digambarkan dengan animasi.
Bagaimana Acara Live-Action Dungeon Crawler Carl Dapat Bekerja Meskipun Ada Tantangan
Meskipun live-action Dungeon Crawler Carl bakal sulit untuk diwujudkan, beberapa perubahan mungkin membuatnya terasa lebih halus. Mungkin acara di Peacock ini akan merangkum cerita, dengan mengurangi jumlah level di dungeon atau hanya menekankan pada yang paling penting. Ini mungkin bukan pilihan populer di kalangan penggemar fanatik, tetapi akan memungkinkan adaptasi untuk tidak mencapai 10 musim. Sebagai alternatif, para kreator bisa sedikit mengubah timeline, agar lebih cocok dengan jeda antara bab. Seperti acara Netflix Avatar: The Last Airbender yang menerapkan lompatan waktu untuk menjelaskan proses penuaan karakter yang tak terlihat di layar. (Dan fakta bahwa Carl sudah menjadi dewasa dalam seri ini, seharusnya membuat ini kurang mencolok.)
Menurut Variety, Dinniman bertindak sebagai produser eksekutif di dalam serial ini, jadi ada alasan untuk optimis bahwa setiap perubahan akan membawa dampak positif. Mungkin animasi adalah pilihan terbaik untuk cerita ini, tetapi dengan cukup kreativitas, sebuah seri live-action bisa sukses juga. Semoga ini cukup mengesankan untuk membenarkan jumlah musim yang dibutuhkan. Menarik rasanya melihat seri yang populer diangkat dengan cara yang layak, sesuatu yang jarang didapatkan oleh banyak acara sci-fi.
Opini Kita
Kita bisa bilang, adaptasi ini bikin penasaran sekaligus khawatir. Mungkin ada harapan kalau pilihan live-action bisa membawa nuansa baru tersendiri, tapi semoga aja nggak mengorbankan esensi dari cerita aslinya. Siapa yang tahu, bisa jadi Dungeon Crawler Carl ini bakal jadi salah satu tontonan ikonik di masa depan!





