“Star Trek: The Next Generation” benar-benar merevolusi cara bercerita yang berani di akhir ’80-an dan awal ’90-an. Tetapi, kalau ditanya sama Gates McFadden — yang dikenal sebagai Dr. Beverly Crusher — ada satu episode kontroversial yang terasa sangat maju untuk zamannya: episode yang mengangkat cerita romantis yang bodoh kalau nggak dikembangkan dengan baik.
Kita sedang ngomong tentang episode “The Host” di Season 4. Di sini, Crusher mulai jatuh cinta sama Odan (diperankan oleh Franc Luz), seorang duta besar Trill. Tapi, masalah segera muncul saat tubuh humanoid Odan mengalami cedera fatal yang memaksa parasit simbiotiknya untuk sementara pindah ke tubuh William Riker (Jonathan Frakes). Dan pada akhirnya, Odan dipindahkan ke inang perempuan permanen bernama Kareel (Nicole Orth-Pallavicini). Pada akhir cerita, Beverly yang tertekan akhirnya memutuskan hubungan itu dengan Odan karena merasa kemampuan manusia untuk beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat ada batasnya.
Seiring berjalannya waktu, ending dari episode ini menuai kritik dari penonton modern. Banyak yang menganggap penolakan karakter ini sebagai transphobia. Namun, dalam sebuah wawancara dengan Inverse, McFadden membela nilai-nilai inti dari karakternya sambil mengakui bahwa ia berharap naskahnya bisa lebih banyak menggarap situasi tersebut. “Pertama-tama, kamu dapat naskah dan itu sudah jadi naskah kamu. Kamu hanya bisa mengubah sejauh itu,” jelas McFadden. Ia juga menekankan bahwa penonton sering kali mengabaikan beban emosional yang harus diproses Beverly dalam waktu 45 menit: “Saya rasa jika ada yang benar-benar memikirkan itu, mereka akan menyadari bahwa terlalu cepat bagi Crusher untuk memproses semua yang terjadi.”
Penonton Mungkin Melewatkan Dampak Psikologis yang Dialami Crusher
Beverly harus menyerap kematian seorang kekasih, kaget mendengar parasit yang masuk ke temannya, Riker, dan merasakan ketertarikan yang canggung kepada teman yang sama, ditambah lagi dengan munculnya inang perempuan baru. “Itu benar-benar membingungkan,” kata Gates McFadden kepada Inverse. “Mereka tidak punya cukup adegan untuk mengeksplorasi semua itu. Itulah yang saya mainkan di adegan terakhir.” Ia menolak jika ada niat jahat di balik keputusan dokter ini, sambil menyampaikan beberapa poin valid lainnya: “Bagaimana jika parasit itu masuk ke Data? Bagaimana jika itu diberikan kepada seorang remaja? Itu menimbulkan berbagai macam masalah etis.”
McFadden sepakat bahwa dengan format streaming saat ini, dilema kompleks seperti ini dan dampak psikologis besar yang dihadapinya bisa lebih dieksplorasi dalam beberapa episode. “Ada banyak hal yang harus diproses oleh Crusher yang tidak terlihat,” tambahnya. “Saya rasa orang tidak melihat semua hal yang seharusnya diprosesnya.”
Meski “The Host” bukan episode “Next Generation” yang harus dilewatkan, McFadden memandangnya sebagai langkah berharga, meski ada kekurangan, untuk era tersebut: “Ini adalah tentang mempertanyakan: Apa itu cinta? Apa hakikat dari cinta? Seberapa besar bersifat fisik? Seberapa besar bersifat emosional, seberapa besar berdasarkan pengalaman?setidaknya itu mulai membuat orang berpikir tentang sesuatu yang banyak orang tidak mau pikirkan.”
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau episode ini direboot dengan lebih dalam. Menggali sisi emosional dan etis dari cerita ini bisa jadi langkah menarik buat para penonton baru. Semoga aja studio nggak mengulangi kesalahan yang sama dalam menjelaskan tema-temanya yang kompleks di masa depan!





