Home Series Showrunner Lanterns Buka Suara soal Kontroversi Usai Dikecam Legenda DC Comics
Series

Showrunner Lanterns Buka Suara soal Kontroversi Usai Dikecam Legenda DC Comics

Share
Showrunner Lanterns Buka Suara soal Kontroversi Usai Dikecam Legenda DC Comics
Share

Dengan perilisan yang masih beberapa bulan lagi, proyek Lanterns dari DC Studios sudah jadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan dalam jagat DC Universe yang baru di bawah arahan James Gunn. Teaser trailer pertama yang rilis hanya menampilkan sedikit sekali efek khusus atau konstruksi cincin, selain cuplikan Hal Jordan yang terbang. Hal ini memicu berbagai meme, thread di Reddit, hingga keluhan yang cukup banyak sampai akun resmi HBO Max pun ikut memperhatikan dan membuat lelucon soal ini. Tiba-tiba, sebuah kutipan lama dari showrunner Damon Lindelof muncul kembali, di mana ia bercanda di sebuah podcast komedi bahwa judul Lanterns diambil karena semua orang setuju bahwa kata “Green” terdengar “bodoh”. Komentar ini memberikan senjata berharga bagi penulis komik legendaris Grant Morrison untuk melontarkan kritik, dengan menuduh Hollywood seringkali mempercayakan proyek superhero kepada orang-orang yang “malu” dengan materi aslinya, dan menyebut sikap Lindelof terhadap judul tersebut “sangat angkuh”. Kini, Lindelof telah memberikan respon.

“Saya telah membuat Grant Morrison kesal, yang berarti saya secara tidak langsung sudah membuat kebanyakan penulis komik Inggris/Sotckland brilian yang saya idolakan kesal,” katanya di sebuah postingan Instagram. Humor merendah ini merujuk kepada hubungannya yang rumit dengan Alan Moore. Pada tahun 2019, Lindelof menciptakan seri sekuel Watchmen di HBO, yang merupakan kelanjutan dari novel grafis klasik buatan Moore. Moore yang terkenal menolak semua adaptasi karyanya dan selalu menginginkan namanya dihapus dari proyek tersebut, tentu saja merasa tidak senang. “Untuk mengutip bard (Otis Redding),” tambah Lindelof, “ini adalah kesalahan saya, bukan orang lain.”

“Saya bercanda di podcast komedi,” Lindelof merujuk langsung pada komentarnya sebelumnya. “Saya tidak akan mengelak soal konteks, leluconnya memang bodoh, sedangkan fandom-nya tidak. Saya berhutang penjelasan dan refleksi yang tulus tentang perasaan saya yang sebenarnya.” Lindelof kemudian menceritakan bagaimana ia memulai sebagai penggemar, hadir di panel Comic-Con pertamanya untuk pilot Lost pada tahun 2004 dengan mengenakan kaos Hal Jordan, karena saat kecil, Green Lantern adalah segalanya baginya. “Untuk seorang anak yang pendiam dan tidak terkoordinasi, tak ada yang lebih keren daripada pahlawan yang superpower-nya adalah imajinasinya.” Ia juga langsung menanggapi komentar “bodoh”: “Green itu tidak bodoh, itu adalah warna favorit saya seumur hidup, dan saya punya kuesioner yang saya isi di kelas tiga untuk membuktikannya. Green itu luar biasa.” Ia menutup permintaan maafnya dengan mengedepankan kredibilitasnya terhadap acara itu sendiri, menekankan bahwa “saya biarkan acara ini berbicara untuk dirinya sendiri, dan saya tidak sabar menunggu kalian semua mendengar apa yang ingin disampaikannya.”

Inline – AWS Open Trip
Baca juga  “HBO Akhirnya Mengumumkan Berakhirnya Serial Thriller Hits Setelah 5 Musim, Meski Pecahkan Rekor Penonton!”

Damon Lindelof Tidak Perlu Minta Maaf untuk Lanterns

Kritik yang lebih luas dari Grant Morrison bahwa Hollywood seringkali mempercayakan produksi kepada kreatif yang malu dengan konvensi superhero adalah poin yang valid. Namun, jika ditujukan kepada DC Studios, saat ini, penilaian itu agak meleset. James Gunn dengan Superman telah memberikan penghormatan yang penuh kasih terhadap optimisme dan keceriaan karakter ini, dengan kehadiran Krypto yang terbang dan Guy Gardner (Nathan Fillion) yang sangat sesuai dengan versi komiknya—potongan rambut bowl cut-nya pun ikut ditampilkan. Kemudian, Peacemaker sangat memahami absurditas premisnya dengan membuka acara dengan nomor tarian yang melibatkan semua aktornya. Pilihan-pilihan ini jelas bukanlah bukti bahwa studio malu terhadap materi aslinya. Oleh karena itu, tidak ada alasan kuat untuk menganggap Lanterns seolah-olah malu untuk menjadi cerita Green Lantern ketika studio yang menaunginya telah menunjukkan dua kali bahwa mereka akan bertindak maksimal ketika cerita memerlukannya.

Kesederhanaan trailer Lanterns dalam menampilkan kekuatan mungkin mencerminkan cara HBO memasarkan serial televisi. Jaringan ini sudah membangun citranya dengan menahan adegan-adegan kunci, dan acara-acara seperti House of the Dragon, The Last of Us, dan The White Lotus seringkali memiliki teaser yang membangun misteri alih-alih mengungkap plot. Struktur naratif yang memprioritaskan misteri adalah pilihan yang disengaja, dan bukan berarti kita tidak akan melihat mitologi Green Lantern yang lengkap terexplore di layar.

Soal judulnya, argumen untuk menghapus “Green” ternyata lebih lemah dibanding yang terlihat saat mempertimbangkan arah cerita yang dilaporkan. Lindelof dan para kreatornya secara konsisten menggambarkan Lanterns sebagai cerita yang dimulai di Bumi sebelum melangkah ke luar angkasa. Selain itu, Sinestro (Ulrich Thomsen) dari Yellow Lantern sudah dikonfirmasi dalam daftar pemain, sementara Atrocitus dari Red Lantern juga dirumorkan akan hadir. Jika serial ini sedang membangun perjalanan John Stewart (Aaron Pierre) ke luar angkasa dan menuju mitologi yang mencakup spektrum emosi penuh dari Corps, maka menghapus “Green” dari judul adalah keputusan yang masuk akal. Ini mungkin saja jadi cerita tentang Lanterns, dalam arti jamak dan beraneka warna, bukan terbatas pada satu faksi saja.

Inline – AWV Youtube
Baca juga  Peran TV Pertama Sarah Paulson di Serial Horor Produksi Sam Raimi yang Menggugah Selera!

Lanterns akan ditayangkan di HBO pada bulan Agustus mendatang.

Inline – HLD One Day Trip
Share