Versi Gotham di DCU akhirnya hadir dalam bentuk film Clayface, memberikan kita pandangan yang lebih mendalam tentang kota yang dilindungi oleh Batman dan para pahlawan DC lainnya. Meski masih banyak yang akan terungkap di masa depan, ada beberapa perbedaan menarik antara Gotham di versi ini dan yang sebelumnya.
Tim Burton mengubah Gotham menjadi mimpi buruk bergaya gotik yang sangat berlebihan, sementara Christopher Nolan membawa pendekatan yang lebih realistis. Matt Reeves menghadirkan versi Gotham yang di antara keduanya, kota yang dipenuhi kejahatan dengan nuansa unik yang seolah bisa jadi nyata. Jadi, mari kita telusuri bagaimana Gotham di DCU ini membandingkan dengan versi sebelumnya.
Berkat James Gunn dan DC Universe, kesempatan untuk menjadikan Gotham dengan nuansa baru yang lebih mengakar pada komik sambil tetap terasa nyata dalam konteks DCU semakin besar. Berikut enam cara Gotham di DCU berbeda dari versi yang pernah kita lihat di film-film Batman sebelumnya dan bagaimana kota ini bisa semakin unik seiring perkembangan DCU.
Kota Gotham di DCU Akan Menjadi Bagian dari Dunia yang Jauh Lebih Besar
Perbedaan terbesar antara DCU dan franchise Batman sebelumnya adalah dunia di sekitar Gotham yang lebih luas. Kini, Gotham ada di layar lebar di tengah kota-kota besar dan dunia pahlawan, hal ini jarang kita temui. Dalam film-film Batman sebelumnya, cerita seringkali terfokus hanya pada Batman dan Gotham. Meskipun di DCEU yang dibayangkan Zack Snyder, Gotham tidak banyak muncul, kini dengan DCU yang baru, Gotham memiliki banyak spotlight.
Kita telah melihat Gotham di Creature Commandos, dan sekarang di Clayface. Di saat yang sama, DCU juga menghadirkan proyek-proyek besar seperti Superman yang menjelajahi Metropolis, Supergirl dengan kosmos yang lebih besar, dan Lanterns dengan karakter Green Lantern. Nah, menyatukan Gotham dalam semesta yang luas ini tentu bikin antusias!
Geografi Gotham di DCU Kemungkinan Akan Lebih Sesuai dengan Komik
Tidak bisa dipungkiri, Gotham tampil sangat berbeda di berbagai adaptasi film. Gotham versi Burton sangat bergaya dengan fitur gotik yang berlebihan, sementara Gotham di film Reeves memperkenalkan beberapa ide klasik dari komik, seperti Bruce Wayne yang tinggal di gedung tinggi di tengah kota alih-alih di Wayne Manor di pinggir kota.
Dari sebuah Easter egg dalam salah satu adegan Clayface, peta kota menunjukkan bahwa Gotham di DCU akan lebih akurat dengan geografi yang ada di komik. Ada tiga pulau utama yang terhubung dengan jembatan, membuat Gotham di DCU lebih terlihat seperti versi komiknya dibandingkan dengan versi Nolan yang lebih mirip Chicago.
Clayface Membuktikan Gotham di DCU Akan Memiliki Fragmen yang Baik
Sebuah Gotham City yang hebat di layar harus lebih dari sekadar gang gelap dan gedung pencakar langit. Berbagai distrik, kawasan kumuh, dan borough di Gotham seharusnya memiliki atmosfer dan bahaya tersendiri. Clayface sudah menunjukkan hal ini, dengan karakter utamanya, Matt Hagen, yang tumbuh di Lucas Heights yang terpinggirkan namun kemudian berpartisipasi dalam pemutaran film di bagian kota yang lebih kaya setelah karir aktingnya berkembang.
Perbedaan antar bagian kota bisa sangat dieksplorasi di film-film DCU selanjutnya, menyoroti korupsi dan ketidaksetaraan di Gotham, yang semakin menjelaskan mengapa kota ini butuh pelindung seperti Batman.
Para Villain Gotham di DCU Akan Menjadi Realistis dan Fantastis
Salah satu daya tarik Gotham di DCU adalah kemampuannya untuk menggabungkan cerita kriminal yang realistis dan penjahat super yang aneh sekaligus. Nolan lebih menekankan pada realisme, sedangkan Reeves membawa elemen yang lebih grounded. Sementara itu, film-film Batman sebelumnya lebih fantastis dan bahkan konyol.
Inilah mengapa Clayface menarik, karena film ini berhasil menyeimbangkan karakter dengan kekuatan fantastis sembari tetap memberi cerita yang menyentuh. Seperti di komik, Batman pantas bertarung melawan monster dan penjahat secara bersamaan di Gotham.
Gotham di DCU Akan Memiliki Dinamika, Layer, dan Pahlawan yang Lebih Beragam
Franchise film Batman terbaru cenderung memperlakukan Gotham sebagai domain tunggal Batman. Namun, dengan DCU, ada peluang untuk mengeksplorasi lebih banyak karakter dari komik, termasuk GCPD, organisasi kriminal besar, dan pahlawan lain yang beroperasi di bawah bayangan Batman.
Dengan The Brave and the Bold yang dilaporkan akan menampilkan Damian Wayne sebagai Robin, ada kemungkinan Batman sudah memiliki jaringan vigilante yang beraksi bersamanya seperti Nightwing, Batgirl, dan Red Hood. Semoga Gotham di DCU juga bisa mempertahankan cerita yang berfokus pada villain yang dinamis seperti Clayface.
Gotham DCU Bisa Berada di Antara Versi Burton dan Reeves
Yang paling menarik adalah bahwa Gotham di DCU bisa menempati posisi di tengah antara fantasi gotik Burton dan realisme perkotaan Reeves. Di satu sisi, Gotham versi Burton sangat menakjubkan dengan stilisasi yang berlebihan. Di sisi lain, Reeves memberi Gotham nuansa kota yang lebih bisa dikenali, namun tetap memiliki identitas gelap.
Semoga Gotham di DCU bisa memberikan nuansa lebih gelap dan lebih keras dibanding Metropolis Superman, memberi Gotham identitas yang jelas seperti di komik.
Opini Kita
Gotham di DCU kayaknya bakal menjadi salah satu yang paling menarik dalam sejarah film superhero. Dengan perpaduan elemen realistis dan fantastis yang pas, bisa jadi kita akan melihat sisi lain Gotham yang belum pernah kita saksikan sebelumnya. Semoga James Gunn bisa mewujudkan semua potensi ini dengan baik!





