Home Movie 40 Tahun Lalu, David Cronenberg Menghadirkan Remake Body Horror Sci-Fi Sempurna yang Menghancurkan Franchise!
Movie

40 Tahun Lalu, David Cronenberg Menghadirkan Remake Body Horror Sci-Fi Sempurna yang Menghancurkan Franchise!

Share
40 Tahun Lalu, David Cronenberg Menghadirkan Remake Body Horror Sci-Fi Sempurna yang Menghancurkan Franchise!
Share

Sudah 40 tahun sejak David Cronenberg membuktikan bahwa film remake bisa mengungguli versi aslinya! Di tahun 1986, Cronenberg menyutradarai salah satu film body-horror terbaiknya, yaitu remake dari The Fly. Meski bukan satu-satunya remake sci-fi di tahun ’80-an, film ini tetap jadi yang paling diacungi jempol berkat visi sutradara dan keahlian Cronenberg dalam genre body horror. Film ini menampilkan Jeff Goldblum sebagai Seth Brundle, seorang ilmuwan jenius yang menciptakan telepod yang bisa memindahkan seseorang secara teori. Namun, saat dia mencoba alat itu pada dirinya sendiri, terjadilah transformasi yang mengerikan.

Dirilis di bioskop pada 15 Agustus 1986, The Fly langsung sukses di box office dan bahkan memenangkan Oscar untuk Makeup Terbaik. Tagline ikonisnya, “Be afraid. Be very afraid,” seolah sudah menjadi standar bagi semua remake horror sci-fi selanjutnya.

The Fly Remake: Saking Bagusnya, Franchise-nya Jadi Hancur

Aslinya, The Fly adalah cerita pendek yang ditulis oleh George Langelaan yang dimuat di majalah Playboy tahun 1957, lalu dibuat filmnya setahun setelahnya oleh sutradara Kurt Neumann dengan Vincent Price sebagai bintang utama. Dalam film original, David Hedison berperan sebagai André Delambre, ilmuwan yang alatnya malah mengubahnya jadi lalat. Price berperan sebagai François Delambre, saudara dari André, yang jadi saksi saat detektif polisi menemukan lalat dengan wajah manusia yang terjebak. Momen tersebut menjadi salah satu yang paling mengejutkan dalam sejarah horor.

Inline – HLD One Day Trip

Film asli tetap dicintai sebagai film kultus hingga kini, tapi Cronenberg yakin bisa menyajikan sesuatu yang berbeda dari materi tersebut. Dalam remake-nya, dia menghilangkan banyak elemen kitsch dan kamp dari versi aslinya dan menyajikan cerita body-horror yang langsung fokus pada transformasi Seth Brundle dan hubungannya dengan Ronnie yang diperankan Geena Davis. Kengerian dalam The Fly jauh melampaui yang ada di original, dan film ini bukan hanya cukup berbeda untuk layak dibuat ulang tetapi juga menjadi salah satu remake horror sci-fi terbaik dalam sejarah.

Baca juga  Star Wars Kembali ke Bioskop, tapi Tak Berhasil Kalahkan Kejayaan Sci-Fi Ryan Gosling di Satu Aspek!

Tapi, setelah Cronenberg, nggak ada film lain dalam franchise ini yang bisa menyamai kehebatannya. Di tahun 1989, Chris Walas menyutradarai sekuel berjudul The Fly II, yang ditulis oleh tim penulis beranggotakan empat orang termasuk Frank Darabont, sutradara The Shawshank Redemption. Meski cukup sukses secara box office, film ini mendapat banyak kritik negatif dan meraih pendapatan yang lebih rendah dibanding film karya Cronenberg. Eric Stoltz mengambil alih peran utama, dan para kritikus mengkritik karena meski efek gore tetap ada, cerita yang disampaikannya terasa lebih lemah.

The Fly: Bagian dari Serangkaian Remake Hebat di Tahun ’80-an

The Fly remake

The Fly membuktikan bahwa remake horror sci-fi bisa sukses sebagai film yang diakui secara kritis, tetapi bukan yang pertama dan bukan juga yang terakhir di tahun ’80-an. Delapan tahun sebelum The Fly ditayangkan, Philip Kaufman sudah mengejutkan dunia dengan remake film klasik Cold War, Invasion of the Body Snatchers, yang hasilnya melampaui film aslinya dari semua segi. Jauh dari perspektif pemburuan hitam McCarthy, remake ini bisa berdiri sendiri sebagai thriller paranoia dengan ketegangan Perang Dingin bagi banyak orang Amerika. Film tahun 1978 itu luar biasa, tetapi di dekade ’80-an, ada tiga film horror sci-fi yang menunjukkan bahwa remake bisa lebih baik dari versi aslinya.

Inline – HLD One Day Trip

Yang pertama dirilis pada tahun 1982 adalah The Thing arahan John Carpenter yang dibintangi Kurt Russell. Meskipun film ini flop secara kritis dan komersial saat dirilis, kini dikenang sebagai salah satu film horror terbaik sepanjang masa dan mungkin salah satu remake terbaik dalam sejarah horror. Apa yang membuat The Thing begitu istimewa adalah hampir tidak ada hubungannya dengan film asli (The Thing from Another World) dan lebih mendekati cerita asli yang diadaptasi dari kisah John W. Campbell Jr., Who Goes There?

Setelah The Fly, The Blob menyelesaikan trilogi tidak resmi remake horror sci-fi klasik. Disutradarai oleh Chuck Russell, The Blob juga menjadi film kultus dan paling mendekati versi aslinya. Beberapa orang lebih suka melihat Steve McQueen yang masih muda di film The Blob pertama, tetapi remake dengan Kevin Dillon dan Shawnee Smith punya cukup penggemar untuk mendapatkan tempat khusus dalam sejarah horror sci-fi. Berkat The Thing, The Fly, dan The Blob, dekade ’80-an menunjukkan bahwa remake bukanlah hal yang buruk, dan, jika dilakukan dengan baik, bisa jadi mahakarya yang berdiri sendiri.

Baca juga  Trailer Terbaru Mike & Nick & Nick & Alice: Kisah Penjahat Perjalanan Waktu yang Keren di Film R-Rated Sci-Fi Hulu!

Reaksi Kita

Jujur, ini adalah pengingat bahwa remake bisa sedikit kontroversial, tapi ketika disajikan dengan cara yang kreatif seperti The Fly, hasilnya bisa jadi luar biasa. Kayaknya bakal seru banget kalau kita bisa lihat bagaimana studio modern akan menyikapi remake ini di zaman sekarang. Semoga aja mereka tidak mengulang kesalahan yang sama dengan yang terjadi setelah Cronenberg!

Inline – HLD One Day Trip
Inline – HLD One Day Trip
Share