Semesta Star Wars itu luas banget, hampir susah dibayangkan. Dalam berbagai novel, serial animasi, komik, dan video games, cerita Star Wars meliputi ribuan tahun sebelum pendirian Republik Galaksi dan terus berlanjut jauh setelah jatuhnya Kekaisaran. Timeline yang raksasa ini mencakup peradaban, peperangan, dan kekaisaran politik yang belum pernah muncul di layar lebar. Dari A New Hope hingga The Rise of Skywalker, semua film Star Wars fokus pada garis keturunan Skywalker dan konflik yang mengelilinginya selama empat dekade. Meski Star Wars: The Mandalorian & Grogu gak keluar dari pakem yang sudah ada, film ini mengambil bagian dari galaksi yang selama ini lebih dikenal melalui animasi dan video game.
Dalam Star Wars: The Mandalorian & Grogu, kita melihat kembalinya Hutt Twins setelah penampilan mereka di The Book of Boba Fett. Mereka menyewa Din Djarin (diperankan oleh Pedro Pascal) untuk mencari keponakan mereka. Din menerima kontrak tersebut setelah mengunjungi Nal Hutta, planet yang jadi markas besar para Hutt. Di tengah film, Hutt Twins menangkap Din Djarin di Nal Hutta dan menghukumnya karena melanggar kontrak dengan memaksanya bertarung melawan Dragonsnake. Grogu pun menemani dan menjaga sang pemburu bayaran yang sekarat sepanjang malam, sebelum seorang nelayan lokal memberi penawar yang menyelamatkan hidupnya. Momen ini menandai debut live-action Nal Hutta dalam kanon Star Wars, setelah lebih dari 16 tahun planet ini muncul dalam bentuk kanonis untuk pertama kalinya.
Nal Hutta: Lokasi Kunci di Era Old Republic
Terjemahan dari Huttese yang berarti “Permata Gemilang,” planet rawa Nal Hutta terletak jauh di dalam ruang Hutt dalam sistem Y’Toub. Dalam ceritanya, para Hutt mengakuisisi planet ini melalui kontrak bisnis predator yang perlahan menguras keringat peradaban Evocii yang asli, sampai utang mereka tak dapat dilunasi. Setelah para Hutt mengumpulkan kembali, Evocii dipindahkan ke Nar Shaddaa, bulan utama planet ini, sementara para Hutt menghancurkan apa pun yang tersisa dari lanskap asli, mengganti nama dunia ini, dan membangunnya sesuai spesifikasi mereka. Setelah penguasaan itu, permukaan Nal Hutta dipenuhi dengan istana klan, rawa-rawa busuk, dan atmosfer yang sangat beracun akibat polusi industri selama berabad-abad. Dalam budaya Hutt, ini dianggap sebagai sebuah surga.
Dalam continuity Legends, Nal Hutta pertama kali muncul di Star Wars: Dark Empire, seri komik Dark Horse yang ditulis oleh Tom Veitch dan diilustrasikan oleh Cam Kennedy yang diluncurkan pada Desember 1991. Cerita tersebut menyinggung Nar Shaddaa sebagai bulan Nal Hutta, menanamkan dunia asal Hutt dalam jagat luas untuk pertama kalinya. Dalam beberapa dekade ke depan, planet ini jadi salah satu lokasi paling berkembang di era Old Republic, mencapai perannya yang paling signifikan dalam Star Wars: The Old Republic, MMORPG keluaran BioWare tahun 2011, di mana Nal Hutta jadi dunia awal bagi para pemain Imperial. Game ini menetapkan posisi Nal Hutta sebagai pusat administratif kekuasaan Hutt, yang telah ada jauh sebelum Republik Galaksi dan mengandalkan kombinasi bisnis kriminal dan manipulasi hukum yang tidak bisa sepenuhnya dihancurkan oleh Republik.
Di kanon saat ini, planet ini debut di episode ketiga musim 3 Star Wars: The Clone Wars berjudul “Hunt for Ziro,” yang tayang pada 12 November 2010. Dalam episode tersebut, Obi-Wan Kenobi (suara James Arnold Taylor) pergi ke rawa-rawa planet ini untuk melacak pelarian Ziro the Hutt (suara Corey Burton), dengan Dewan Hutt berkumpul di sebuah istana di permukaan planet untuk mendorong Ziro mengungkapkan jurnal yang mendokumentasikan kegiatan kriminal keluarga Hutt. Episode ini dibangun langsung dari sketsa yang dibuat oleh George Lucas sendiri tentang bagaimana dunia ini seharusnya terlihat dan terasa, mengatur preseden untuk versi live-action yang kita lihat di Star Wars: The Mandalorian & Grogu.
Star Wars: The Mandalorian & Grogu saat ini sudah tayang di bioskop.




