Di dunia game, selalu ada ketegangan antara para pengembang dan perusahaan yang bertugas menyebarluaskan karya seni mereka ke masyarakat. Konflik semacam ini tidak asing lagi, terutama untuk judul-judul besar yang bisa terjual jutaan kopi. Perusahaan seperti Activision dan Infinity Ward pernah terlibat dalam konflik hukum yang bahkan merembet ke penciptaan permainan itu sendiri. Akibatnya, ada game yang harus direvisi, ditunda, atau bahkan dibatalkan.
Akan tetapi, konflik seputar Subnautica 2 kali ini bahkan lebih dramatis. Rencana untuk sekuel dari hit luar biasa tahun 2018 ini sudah berjalan selama bertahun-tahun. Namun, kolaborasi lima tahun antara penerbit Krafton dan pengembang Unknown Worlds belakangan ini menjadi sangat tegang. Pengembangan Subnautica 2 dapat terpaksa diluncurkan sebelum siap, mempertaruhkan kesuksesan game hanya karena masalah internasional dan upaya untuk mencegah Krafton mengalami kerugian besar ke Unknown Worlds.
Unknown Worlds Vs. Krafton, Dijelaskan
Konflik di belakang layar antara Krafton dan Unknown Worlds telah menjadi salah satu drama paling menarik dalam dunia game modern. Setelah kesuksesan besar Subnautica pada tahun 2018, penerbit Krafton mengakuisisi Unknown Worlds pada tahun 2021. Produksi Subnautica 2 pun dimulai, di mana Unknown Worlds dijanjikan kebebasan penuh dalam pengembangan. Namun, pada tahun 2025, Krafton memecat CEO Unknown Worlds, Ted Gill, dan anggota senior lainnya, dengan alasan tim tidak mampu menunjukkan kemajuan yang diharapkan dan “meninggalkan” proses pengembangan. Tindakan ini menyebabkan penundaan game.
Gill dan beberapa anggota tim lainnya mengajukan gugatan terhadap Krafton, mengklaim bahwa mereka telah dikeluarkan dari Unknown Worlds secara ilegal. Para eksekutif Krafton khawatir jika Subnautica 2 mencapai beberapa tolok ukur kontrak, tim pengembang akan mendapatkan bonus sebesar $250 juta. Kasus ini berlanjut ke pengadilan, di mana semakin banyak terungkap bahwa eksekutif Krafton kurang memahami keseluruhan lingkup dari game asli dan berupaya mengeluarkan Gill untuk menghindari kewajiban membayar bonus tersebut, terutama karena indikasi awal menunjukkan bahwa Subnautica 2 bisa saja mencapai tolok ukur yang dibutuhkan. Baru-baru ini, hakim memutuskan berpihak kepada Gill, menyatakan bahwa Krafton telah “melanggar EPA (Equity Purchase Agreement)” karena memecat Gill tanpa alasan yang jelas. Ini mengakibatkan pemulihan posisinya sebagai CEO Unknown Worlds. Namun, apa yang terjadi setelah keputusan ini mencerminkan kenapa drama ini bisa berdampak negatif bagi gamer.
Bagaimana Tanggal Rilis Akses Dini untuk Subnautica 2 Bisa Merugikan Game

Apalagi, Krafton mengumumkan bahwa Subnautica 2 akan memasuki fase akses dini pada bulan Mei. Dalam surat yang dikirim Gill dan tim hukumnya ke Pengadilan Delaware, mereka menyatakan bahwa keputusan untuk menentukan tanggal rilis akses dini diambil tanpa masukan dari Gill atau pengembang di Unknown Worlds. Situasi ini bisa merugikan waktu yang biasa diperlukan pengembang dan penerbit untuk memasarkan game dan mempersiapkan peluncuran global. Tim hukum Gill mengklaim bahwa Krafton mencoba menghindari kewajiban membayar Gill dan timnya jika game ini sukses, karena game tersebut mungkin belum siap dirilis dan bisa menghadapi masalah teknis yang berpotensi merugikan reputasi game tersebut.
Sementara Gill bisa menunda peluncuran berkat statusnya yang baru sebagai CEO, penundaan ini bisa membuat penggemar yang sudah tidak sabar kecewa, dan bisa mengurangi potensi penjualan yang diperlukan untuk mendapatkan bonus yang memicu semua masalah ini. Gill dan timnya menuduh Krafton berusaha secara efektif menjatuhkan game mereka, meski mereka berusaha memastikan game siap untuk diluncurkan pada bulan Mei.
Semua situasi ini sangat memusingkan, terutama jika tuduhan terhadap Krafton ternyata benar. Subnautica sangat sukses saat diluncurkan di tahun 2018, sehingga harapan untuk sekuelnya sangat tinggi. Namun, sepertinya Krafton merasa cemas dengan kesepakatannya untuk mengakuisisi game ini dan mencari jalan keluar, terlepas dari dampak yang dirasakan oleh pengguna.
Ketidakpastian ini jelas memberi tekanan kepada tim pengembang yang mungkin sudah kelelahan, belum lagi keputusan tanggal rilis akses dini yang diambil oleh tim Krafton yang dilaporkan kurang berpengalaman dalam mengelola peluncuran akses dini dengan baik. Jika Subnautica 2 ternyata sukses besar setelah diluncurkan, kedua pihak mungkin bisa berakhir sebagai pemenang. Namun, tanpa kejelasan apa yang terjadi selanjutnya, hubungan antara Krafton dan Unknown Worlds belum tentu membaik ke depannya.




