Home Movie Ulasan ‘How to Make a Killing’: Apakah Film Ini Layak Ditonton?
Movie

Ulasan ‘How to Make a Killing’: Apakah Film Ini Layak Ditonton?

Share
Ulasan 'How to Make a Killing': Apakah Film Ini Layak Ditonton?
Share

Sudah enam tahun sejak Parasite garapan Bong Joon-ho mengguncang Academy Awards 2020, dan film-film bertema kapitalisme akhir yang penuh tantangan terus bermunculan. Karya terkini seperti No Other Choice oleh Park Chan-wook, Highest 2 Lowest oleh Spike Lee, dan Send Help karya Sam Raimi sama-sama menggali hubungan antara kelas dan kekerasan dengan bumbu humor yang khas dari masing-masing sutradara. Salah satu pendatang baru yang mencolok adalah penulis-sutradara John Patton Ford, yang mengguncang dunia film lewat debut fitur Emily the Criminal pada 2022, menceritakan kisah seorang katering yang terjebak utang, diperankan oleh Aubrey Plaza, yang terjun ke dunia kriminal di Los Angeles.

Kini, Ford kembali dengan How to Make a Killing (2026), sebuah thriller cerdas yang menunjukkan kemampuan bintang utamanya, Glen Powell, sebagai sosok multifungsi. Terinspirasi oleh film Kind Hearts and Coronets (1949) karya Robert Hamer, yang juga diadaptasi dari novel Israel Rank: The Autobiography of a Criminal oleh Roy Horniman, versi terbaru ini mengikuti Becket Redfellow (Powell), cucu malang dari dinasti miliarder Redfellow, yang membunuh dan berjuang untuk mendapatkan warisan kekayaan keluarganya. Meskipun alurnya mirip dengan No Other Choice, perlu diingat bahwa Israel Rank sudah ada jauh sebelum The Ax karya Donald E. Westlake yang menjadi sumber inspirasi Park Chan-wook.

Di antara Becket dan tumpukan uang itu ada banyak kerabat, seperti sepupu, bibi, paman, dan kakek yang dilakoni oleh Ed Harris, yang perannya mengingatkan pada penampilannya di Snowpiercer (2013), sebuah adaptasi film yang juga menyentuh tema perang kelas. Keluarga Redfellow dipenuhi oleh berbagai karakter kaya yang nyaring dan berisik, mulai dari fotografer seni pop yang konyol (Zach Woods), pendeta televangelis yang paranoid (Topher Grace), sampai ibu asuh yang berlebihan (Bianca Amato). Keberadaan mereka menciptakan momen lucu sekaligus sarkastik, meskipun tidak seabsurd penampilan Alec Guinness yang memerankan banyak karakter dalam Kind Hearts and Coronets.

Inline – AWS Open Trip

Berada di tengah kerumunan itu, ada dua cinta sejatinya, diperankan oleh Margaret Qualley (The Substance) dan Jessica Henwick (Silo). Julia, sahabat masa kecil Becket, dan Ruth, mantan pacar sepupunya, menjadi penggoda moral yang menguji ambisi balas dendam Becket. Dia terombang-ambing antara keinginan untuk berkuasa dan pilihan untuk hidup dengan lebih sederhana—mengapa memilih kehidupan biasa, ketika kesuksesan besar sudah di depan mata? Di sini ada sedikit energi “Mimpi Besar” dari Marty Supreme, hanya saja dengan lemparan banyak pembunuhan. How to Make a Killing adalah cerita klasik tentang kekayaan yang mengubah karakter, dengan humor maut yang digerakkan oleh penampilan Glen Powell yang kering dan penuh lelucon.

Baca juga  Film 'We Are All Strangers' karya Anthony Chen Temukan Kesepakatan Global yang Menjanjikan!

Perjalanan John Patton Ford menuju sukses tidaklah mudah. Setelah meraih gelar M.A. dari American Film Institute dengan film pendek yang menang di Sundance, Patrol, Ford menghadapi kesulitan dalam membayar utang kuliah sambil bekerja paruh waktu sebagai katering dan penulis skenario. Namun, keberhasilannya bersama Emily the Criminal memberi kesempatan untuk menggarap proyek selanjutnya, yaitu naskahnya yang sudah ada sejak sepuluh tahun lalu, Rothchild, yang kemudian berganti nama menjadi Huntington.

Sukses sekuel ini menunjukkan perkembangan Ford sebagai sutradara dengan bakat dalam menciptakan thriller yang tajam dan sadar kelas. Meskipun banyak sutradara mengalami kendala setelah film debut yang sukses, How to Make a Killing terasa seperti evolusi kemampuan Ford dalam menghadirkan kisah-kisah berkelas dengan humor yang runcing.

Inline – AWV Youtube

Di tengah semua ambisi dan konflik, Ford menampilkan pandangan tajamnya terhadap kebudayaan kelas atas, ambisi yang menggebu, serta daya tarik kekayaan. Dengan akhir yang mengguncang—menyatukan modernisasi Kind Hearts and Coronets dan memberikan pandangan baru—How to Make a Killing menyuguhkan cermin nyata dari keberuntungan yang sering berpihak pada yang jahat. Ini adalah langkah memuaskan bagi Ford yang menandakan potensi besarnya sebagai seorang filmmaker.

Film How to Make a Killing akan segera tayang di bioskop pada 20 Februari 2026!

Inline – HLD One Day Trip
Share