Home Game Film Portal Akhirnya Bisa Terwujud Bersama Sutradara Bintang 2026!
Game

Film Portal Akhirnya Bisa Terwujud Bersama Sutradara Bintang 2026!

Share
Film Portal Akhirnya Bisa Terwujud Bersama Sutradara Bintang 2026!
Share

Para penggemar Portal pasti udah ngebayangin banget betapa serunya kalau game ini diadaptasi jadi film. Dan sekarang, salah satu sutradara yang tengah bersinar langsung setuju dengan ide itu. Dirilis pada tahun 2007, Portal mengajak pemainnya untuk menyelesaikan berbagai teka-teki rumit dengan bantuan AI bernama GLaDOS. AI yang satu ini terkenal dengan sikap temperamentalnya dan tawa sinisnya selama pemain berjuang melewati serangkaian eksperimen menggunakan senjata khusus yang bisa menciptakan portal. Gak ketinggalan, janji kue yang bikin penasaran. Dengan memadukan komedi gelap, elemen sci-fi, dan mekanik permainan yang sederhana, pengalaman bermain Portal langsung jadi ikonik dan berpengaruh di industri game. Namun, janji tentang filmnya itu masih menggantung. Penerbit game ini, Valve, terkenal sangat protektif terhadap IP-nya, termasuk game legendaris Half-Life. Meskipun ada pengumuman adaptasi film Portal sebelumnya, lebih dari satu dekade berlalu tanpa kabar berarti. Mungkin Valve lagi nunggu sutradara yang pas untuk proyek ini. Atau ya, setidaknya yang udah lulus SMA.

Kane Parsons, sutradara berusia 21 tahun dari film The Backrooms, baru berusia dua tahun ketika Portal muncul pertama kali, tapi jelas banget kalau franchise ini berpengaruh besar dalam karya-karyanya. Baru-baru ini, Parsons nge-post foto saat ia berkunjung ke kantor Valve di Bellevue, Washington. Di sela-sela tur pers untuk filmnya, ia beberapa kali menyebut Portal dan sekuelnya sebagai pengaruh utama untuk semua karyanya. Mengingat suasana interior yang luas dan tidak terpakai dalam Backrooms, keberadaan organisasi yang tak terlihat melakukan eksperimen, serta citra suram yang dipadu dengan humor absurd, rasanya sulit untuk tidak melihat tanda-tanda pengaruh game ini. Foto yang dibagikan Parsons memang hanya tampak seperti potret kantor Valve, tapi dari sutradara yang bisa bikin film hanya dengan memanfaatkan suasana kantor kosong, ini adalah langkah yang paling konkret untuk adaptasi Portal yang kita lihat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga  Square Enix Umumkan Game Final Fantasy Baru yang Wajib Dimainkan Para Penggemar Klasik!

Kita Sudah Lewat Gerbang Ini Sebelumnya

Tahun 2013, co-founder Valve Gabe Newell dan filmmaker J.J. Abrams berdiri di atas panggung di D.I.C.E. Summit untuk berbicara tentang narasi dalam game dan film. Mereka memanfaatkan momen itu untuk mengumumkan kolaborasi mereka dalam mengembangkan proyek-proyek, dengan Bad Robot berperan dalam membawakan ide game kepada Valve dan Newell yang memberikan kesempatan kepada Abrams untuk menggarap Portal dan Half-Life. Interaksi ini memberi kesan bahwa mereka berdua adalah penggemar sejati yang ingin bekerja bersama, bukan sekadar opsi Hollywood biasa. Namun setelah itu, Abrams terlibat dalam proyek besar lainnya, termasuk merelaunch Star Wars untuk Disney, dan entah bagaimana kembali untuk menyutradarai Rise of Skywalker. Selama bertahun-tahun itu, Abrams memberikan update positif soal Portal, mengatakan bahwa proyek ini masih dalam pengembangan. Di satu titik, ia mengklaim ada naskah yang selesai, tapi produksinya gak pernah terlaksana. Proyek Half-Life pun mengalami nasib serupa, dan Bad Robot baru-baru ini memangkas jumlah karyawannya dan pindah ke New York. Jika Kane Parsons bernegosiasi untuk mengambil alih proyek portal gun ini, kemungkinan besar tidak akan melibatkan Bad Robot.

Inline – AWV Youtube

Sutradara The Backrooms bukanlah orang pertama yang melompat dari internet ke Hollywood berkat karya-karya terinspirasi dari Portal. Dan Trachtenberg, sutradara Predator: Badlands, sebelumnya terkenal sebagai pribadi media melalui berbagai acara Youtube dan podcast. Pada tahun 2011, ia merilis film pendek live-action Portal: No Escape yang mengisahkan seorang wanita yang terkurung dan menemukan portal gun untuk melarikan diri. Film pendek itu langsung sukses dengan jutaan penonton dan banyak perhatian media. Trachtenberg kemudian membuat debut film panjangnya dengan 10 Cloverfield Lane, sekuel low-budget dari film Cloverfield. Setelah bekerja dengan J.J. Abrams di film itu, dia berhasil menghidupkan kembali franchise Predator dengan Prey. Baik Trachtenberg maupun Parsons sama-sama memanfaatkan kesuksesan di internet untuk melangkah ke dunia perfilman. Sepertinya memang ada banyak cara untuk melewati eksperimen ini, sama seperti gameplay Portal yang membuktikannya.

Baca juga  GameStop Siapkan Rencana Ambisius: Ingin Akuisisi eBay, Marketplace dengan Nilai Empat Kali Lipat!

Game Portal mengandalkan storytelling yang berbasis lingkungan, isolasi, dan humor gelap. Parsons menunjukkan kemampuannya dalam mengolah elemen-elemen ini ke dalam The Backrooms. Pengalamannya dalam mengubah konsep internet yang longgar menjadi film yang sukses secara komersial sepertinya juga menarik perhatian para pembuat game yang memiliki sedikit dialog pahlawan dan ruang terbuka yang berbasis teka-teki. Dengan ketertarikan mendalam terhadap Aperture Science, ia juga sudah membuktikan kemampuannya dalam memperluas mitologi yang ada dengan sederhana. Itu adalah keterampilan yang bisa diterapkan untuk mengembangkan dunia GLaDOS, ATLAS, dan P-Body. Meski Valve belum mengumumkan langkah apapun untuk film Portal, nampaknya waktu untuk menemukan sutradara yang tepat mulai menjelang. Mungkin kue yang selama ini dianggap bohong bukanlah kebohongan setelah semua. Kita hanya perlu menunggu orang yang tepat untuk memanggangnya.

Reaksi AWverse

Wah, ini kabar yang bikin deg-degan! Dengan perkembangan ini, semoga saja film Portal bisa terwujud dan tidak hanya jadi imajinasi semata. Mungkin kita akan melihat bagaimana misteri di balik Aperture Science diangkat dengan gaya yang fresh dan menarik. Kayaknya bakal seru banget kalau Kane Parsons berhasil merealisasikan impian ini!

Inline – AWV Youtube
Inline – AWV Youtube
Share