Nightdive Studios bikin gebrakan dengan remaster game klasik mereka yang bikin para pemain baru bisa ngerasain nostalgia tanpa repot-repot download fixpack atau remap kontrol. Bukan cuma itu, ini juga jadi kesempatan buat kita belajar banyak hal baru tentang game yang udah kita cintai. Setiap remaster itu seperti penggalian arkeologis, dan selalu ada kejutan yang menunggu untuk ditemukan!
Baru-baru ini, Digital Foundry’s Retro Super Show ngobrol langsung dengan Nightdive tentang proyek mereka yang sedang dikerjakan, yaitu remaster dari game stealth legendaris, Thief: The Dark Project karya Looking Glass Studios. Buat yang hobi mendalami detail kecil dari Thief (yang seharusnya sih, ya), ini jadi insight keren tentang proses pembuatan game dan khususnya, teknologi di balik Dark Engine yang menggerakkannya.
Josh Dowell, seorang engineer dari Nightdive, bilang, “Belum ada yang bisa menandingi hingga hari ini.” Ia menambahkan bahwa Nightdive menemukan “versi control repository yang sangat ketinggalan zaman untuk kode,” dan itu membuat asal usul keanehan dalam pengembangan game ini jadi lebih jelas. “Kebanyakan tim yang awalnya mengerjakan ini akhirnya pindah ke proyek lain, dan tim baru mengambil alih untuk setengah proses pengembangannya,” jelasnya.
Saat pertama kali muncul di E3 tahun 1997, Thief ditunggu-tunggu dan rencananya rilis di tahun yang sama, tapi harus ditunda sampai 1998. Banyak komentar lucu yang ditemui Dowell di kode menjelaskan betapa terburu-burunya proses pengembangan ini. “Bagian favorit saya saat melihat kode dari Dark Engine adalah semua komentar jahat yang ditinggalkan oleh programmer Looking Glass dan Irrational Games. Mereka berkomentar dengan istilah-istilah konyol tentang kode tersebut,” ucapnya. “Mereka bilang, ‘Hack raksasa! Jangan coba tiru ini! Kita harus perbaiki sebelum ’98!’ dan masih ada di Thief 2.”
Meskipun proses pembuatannya terkesan terburu-buru dan tidak rapi, Dark Engine masih mampu melakukan banyak hal luar biasa—dari audio sampai AI dan pencahayaan yang pada masanya jadi yang terdepan dan masih mengesankan. Dowell pun mengungkap, “Rendering Thief dan teknologi yang menggerakkan levelnya itu, anehnya, hanya merupakan tiruan dari Quake.” Ia menjelaskan bahwa cara pencahayaannya sama persis dengan yang ada di Quake.
Walaupun ia menyebut dua game ini “terlalu mirip,” perbedaannya justru terkesan aneh. “Jadi Quake menggunakan visibility yang telah dikalkulasi sebelumnya, artinya saat kamu berdiri di titik tertentu, game sudah tahu apa saja yang bisa kamu lihat. Tapi Dark Engine melakukan proses itu secara real-time, di mana setiap pintu di dunia game menjadi portal dan menghitung apa yang bisa terlihat dari portal tersebut serta portal lainnya yang ada,” papar Dowell. “Ini sangat rumit dan saya tidak percaya mereka bisa melakukannya di ’98, karena ini mengulang cara Quake yang lambat, tapi dijalankan secara real-time.”
Sayangnya, Thief: The Dark Project Remastered belum punya tanggal rilis yang pasti, tapi kalian bisa mengikuti perkembangan proyek tersebut di Steam, GOG, dan Epic.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau kita bisa merasakan nostalgia dengan teknologi yang lebih modern di Thief Remastered. Semoga aja Nightdive bisa menghindari kesalahan yang sama dan membawa kita kembali ke dunia kegelapan yang penuh intrik ini dengan cara yang fresh dan memukau. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!

