Dalam dunia game, keberadaan penjahat yang kuat biasanya jadi syarat mutlak untuk menciptakan kisah yang menarik. Tanpa konflik, sulit bagi penulis untuk menyuguhkan cerita yang seru. Sejarah game dipenuhi dengan karakter-karakter antagonis yang mengesankan—tapi ada beberapa yang mungkin lebih jahat dari yang kita ingat. Karakter jahat seperti Sephiroth dari Final Fantasy VII dan Handsome Jack dari Borderlands punya latar belakang yang membantu kita memahami kenapa mereka jadi seperti itu. Namun, ada juga penjahat yang tidak punya alasan yang jelas untuk perbuatannya, dan happy-happy aja bikin kekacauan. Di sini, kita bakal bahas tiga contoh antagonis yang mungkin lupa kamu ingat seberapa jahatnya mereka.
3) Micah Bell – Red Dead Redemption 2
Micah Bell sering dianggap sebagai sisi lain dari koin Dutch di Red Dead Redemption 2. Keduanya sama-sama penjahat, tapi Dutch setidaknya punya alasan yang rasional untuk kejahatan yang dia lakukan. Sementara itu, Micah tampaknya hanya ada untuk menciptakan kekacauan. Dalam kelompok penjahat, Micah bisa jadi yang paling tidak terduga. Dan walaupun ada sedikit ikatan antara dia dan Dutch, jangan lupa betapa cepatnya Micah berkhianat kepada Pinkertons.
Pria ini cuma peduli sama dirinya sendiri. Dia adalah karakter paling egois yang bakal kamu temui, dan itu cukup mengejutkan mengingat karakter lain yang ada dalam kelompok Arthur Morgan. Micah juga seorang rasis, dan ada indikasi bahwa dia telah melecehkan setidaknya satu wanita. Dia enggak peduli saat “teman-temannya” mati, bahkan menghabisi Arthur tergantung keputusanmu di sepanjang Red Dead 2. Dan jangan lupakan, ada kuat dugaan bahwa dia yang membunuh Cain, anjing liar yang bergabung dengan kamp di Clemens Point.
2) Majora – The Legend of Zelda: Majora’s Mask

Majora, sosok jahat yang jadi judul dalam game The Legend of Zelda di Nintendo 64, sebenarnya tidak pernah muncul secara langsung. Sebagai gantinya, entitas jahat ini mengambil alih masker yang digunakannya untuk mengontrol Skull Kid. Ia menggunakan Skull Kid sebagai boneka untuk mencoba mengakhiri dunia dengan menjatuhkan bulan raksasa ke Termina. Majora juga menyegel empat penjaga dunia ke dalam masker, lalu menaruhnya di monster untuk meningkatkan kekacauan.
Walaupun kamu mungkin berpikir Majora punya alasan di balik semua ini, enggak seperti Ganon yang memiliki motif yang bisa dimengerti, Majora sepertinya cuma ingin menghancurkan segalanya karena merasa itu menyenangkan. Hal ini membuat Majora sangat tidak dapat diprediksi dan sulit untuk dikalahkan. Untungnya, Link berhasil mengatasinya, seperti yang selalu dia lakukan.
1) Kefka – Final Fantasy VI

Kefka bisa dibilang adalah monster sejati. Dia bikin kebanyakan penjahat lain tampak seperti anak-anak baik. Di Final Fantasy VI, dia terlibat dalam berbagai kejahatan mulai dari genosida, pembunuhan raja, hingga eksperimen genetik. Dia juga memicu perang melawan negara yang tidak berseteru, serta melakukan tindakan diskriminasi. Bahkan, dia membunuh hampir seluruh kehidupan di planet ini untuk menjadikan dirinya sebagai dewa.
Ini adalah tipe orang yang bisa membunuh jutaan orang dan cuma tertawa tentangnya. Di satu titik, dia bahkan menyebut bahwa konsep cinta dan harapan itu tidak berarti. Kefka mungkin adalah penjahat paling kejam yang pernah ada di dunia game. Meski Square Enix memberikan latar belakang tragis kepadanya di Dissidia Final Fantasy dan Dissidia 012 Final Fantasy, reputasinya tetaplah tidak terperbaiki. Kefka adalah juara di kategori penjahat terburuk, dan dia memegang posisi itu dengan nyaman.
Reaksi AWverse
Kayaknya, buat para penggemar game, penjahat-penjahat ini bikin kita merenung sekaligus terhibur. Memori kebencian terhadap mereka bikin cerita game semakin mendalam. Jujur, seru banget melihat bagaimana mereka bisa kembali dalam versi yang baru di proyek mendatang atau spin-off. Semoga aja para pengembang bisa menghadirkan twist yang lebih fresh!



