Home Game Sistem Turning Points di Directive 8020 Ubah Game Horor Sci-Fi Jadi Puzzle Gory yang Memikat!
Game

Sistem Turning Points di Directive 8020 Ubah Game Horor Sci-Fi Jadi Puzzle Gory yang Memikat!

Share
Sistem Turning Points di Directive 8020 Ubah Game Horor Sci-Fi Jadi Puzzle Gory yang Memikat!
Share

Directive 8020 dimulai di atas pesawat luar angkasa Cassiopeia, di mana para ilmuwan berusaha menjelajahi eksoplanet Tau Ceti f. Mereka diberikan tugas untuk membangun koloni antargalaksi berikutnya. Tugasnya sederhana: hanya perlu mengecek seberapa aman planet baru ini untuk para kolonis yang mengikuti pesawat mereka. Tapi, spoiler alert: tidak terlalu aman.

Sebelum para ilmuwan bisa mengatur segala sesuatunya, makhluk alien sudah berhasil masuk ke dalam pesawat, dan dari situ, tugas pemain adalah melindungi para ilmuwan dari bahaya, alias makhluk alien yang bisa berubah bentuk ini, yang sepertinya memiliki jumlah gigi, mata, dan daging yang tak terbatas.

Ini adalah tugas yang berat, tapi menjadi lebih mudah berkat sistem baru dari Supermassive Games, yaitu Turning Points. Mekanik ini beneran bikin pengalaman bermain jadi berbeda, mendorong batas ketegangan yang biasanya kita temukan di game-game Supermassive sebelumnya seperti Until Dawn atau House of Ashes—seharusnya ini tidak berhasil, tapi nyatanya sangat berhasil.

Inline – AWV Youtube

Pemain bisa menggulir balik kesalahan apapun, tak peduli seberapa jauh mereka sudah melangkah dalam cerita. Turning Points bukan hanya memudahkan keputusan yang salah, tapi benar-benar mengubah Directive 8020 dari horror survival menjadi puzzle yang penuh darah.

Sebelum membahas lebih dalam tentang Turning Points, ada info penting: coba mainkan Directive 8020 di mode Survivor terlebih dulu. Ini akan mematikan Turning Points dan memberikan pengalaman klasik dari game-game horor Supermassive. Saya melakukan ini di playthrough pertama dan tidak menyesal. Suasana tetap menegangkan dari awal sampai akhir karena biasanya saya tidak tahu bagaimana tindakan saya akan berkonsekuensi, yang membuat detak jantung saya naik setiap kali menghadapi QTE.

Baca juga  Xbox Akui Kehadiran di PC Masih Lemah, Apa Langkah Selanjutnya?

Baru di playthrough kedua dan ketiga, saya mencoba menghidupkan Turning Points, dan buat pengalaman bermain jadi jauh lebih baik. Saya bisa merasakan kembali semua ketegangan dan elemen yang bikin kita ngeri dari game-game sebelumnya di Dark Pictures Anthology, dengan tambahan aspek puzzle horror yang lebih seru berkat Turning Points.

Inline – HLD One Day Trip

Saya menyebutnya puzzle horror karena pada dasarnya, Turning Points mengubah Directive 8020 menjadi seperti itu. Di playthrough kedua, saya berusaha menjaga semua orang di Cassiopeia tetap hidup, dengan mengulang QTE yang gagal atau mundur ke keputusan yang bisa berakibat besar ke depan.

Lalu di playthrough ketiga, puzzle mulai berfungsi saat saya berusaha membuka semua adegan di permainan. Sangat menyenangkan mencoba menyusun urutan kejadian dan keputusan untuk membuka masa depan cerita yang berbeda.

Saya mendapatkan berbagai akhir cerita—akhir yang baik, yang kurang baik, yang emosional, hingga yang sangat buruk, masing-masing dengan syarat berbeda. Tapi momen paling menyenangkan dengan Turning Points adalah menemukan semua adegan interim yang tersebar di seluruh game, seperti melihat bagaimana seseorang bereaksi jika saya berdebat dengan mereka alih-alih setuju, atau jika saya membuat kesalahan yang akan berujung pada kematian mengerikan.

Inline – HLD Private Trip

Ada juga fitur luar biasa dari Directive 8020: body horror-nya. Salah satu film favorit saya adalah John Carpenter’s The Thing, dan tentu saja, saya juga menyukai Alien: Isolation. Directive 8020 menyajikan body horror yang grotesk dan rasa teror saat diburu oleh monster sci-fi.

Di dalam Directive 8020, ada 44 momen kematian yang sangat grafis. Beberapa di antaranya begitu mengerikan sampai saya harus menutup layar dengan tangan atau menutup mata, yang di kemudian hari terasa lebih efektif. Hal ini jarang terjadi, jadi saya menyambutnya saat itu terjadi.

Baca juga  CEO Take-Two Ungkap Kinerja Gila: Perombakan Gaya Seni Borderlands Seret 1 Tahun dan Rp 750 Miliar, Tanpa Itu, Borderlands Tak Akan Sukses!

Alien yang dikenal sebagai The Entity adalah salah satu monster video game terbaik menurut saya. Dagingnya yang bulat meliputi pesawat di Episode 5, meninggalkan jejak mata, gigi, tulang, dan semua jenis materi biologis, sehingga pemain harus terus berjuang melewati semua kekacauan itu. Tapi, saya suka bukan hanya karena menjijikan, tapi juga karena cerdas.

The Entity mampu menyusup ke dalam kelompok. Ini sudah terlihat di awal bahwa makhluk ini mengamati para ilmuwan di Cassiopeia, mempelajari kepribadian mereka, serta latar belakang profesional dan pribadi, sehingga bisa menyusup ke dalam kelompok tanpa terdeteksi. Saya rasa saya tidak akan bisa membedakannya dari kerumunan—kecuali jika dia muncul dengan lima mata di sisi kepalanya. Mungkin saya bisa mengenalinya saat itu.

Jadi, jika Anda suka menonton horor luar angkasa yang grotesk melaju ke arah Anda, menggugah pemikiran tentang betapa kecilnya kita di hadapan kekosongan yang tak berujung, atau sekadar menikmati sci-fi horror, Anda bisa cek Directive 8020 di Steam.

Inline – AWS Open Trip
Share