Bungie baru saja merilis Marathon, dan sekarang para pemain bisa melihat secara langsung bagaimana sistem mikrotransaksi di dalamnya bekerja, termasuk berapa biaya yang harus dikeluarkan. Game shooter ekstraksi ini dibanderol seharga $40 dan menerapkan monetisasi dari berbagai cara, termasuk battle pass premium serta mikrotransaksi langsung untuk item kosmetik seperti skin karakter yang bisa dimainkan. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, item yang mempengaruhi gameplay tidak bisa dibeli, hanya kosmetik saja.
Meski begitu, beberapa pemain memberikan respon negatif terkait monetisasi Marathon, mengkritik harga skin dan taktik penjualan digital yang diterapkan Bungie. Pada hari peluncurannya, Marathon menawarkan paket kosmetik seharga $15, yang setara dengan 1.500 Lux, mata uang virtual premium di dalam game. Paket ini mencakup skin pelari, skin senjata, trinket kosmetik, serta banner dan foto profil untuk pemain. Skin pelari dijual terpisah seharga sekitar $12 Lux.
Tentu saja, ini cukup membuat resah beberapa pemain yang merasa bahwa Marathon, dengan harga $40, tidak seharusnya menerapkan sistem monetisasi yang mirip dengan game free-to-play seperti Fortnite atau Apex Legends. Namun, sejumlah pemain lainnya tidak merasa terkejut dengan adanya paket kosmetik ini dan menunjukkan bahwa harganya justru lebih murah dibandingkan dengan beberapa game premium lainnya, seperti seri utama Call of Duty yang lebih mahal.
Salah satu masalah yang menjadi perdebatan adalah denominasi Lux yang tersedia di toko. Skin pelari dihargai 1.120 Lux, namun tentu saja, kamu tidak bisa membeli Lux secara tepat dengan angka tersebut. Kamu harus mengeluarkan $10 untuk mendapatkan 1.100 Lux (masih kurang 20 Lux), dan kemudian lagi $5 untuk menambah 500 Lux. Total biaya yang dikeluarkan pun setara dengan harga paket seharga $15.
Taktik seperti ini umum diterapkan dalam video game, tidak hanya memaksa pemain untuk mengeluarkan lebih banyak uang untuk mendapatkan item tertentu, tetapi juga meninggalkan pemain dengan mata uang virtual yang berlebih, yang bisa membuat mereka tergoda untuk membeli lebih banyak. Call of Duty melakukan ini, FIFA juga, dan sekarang Marathon mengikuti jejak yang sama.
“Saya sudah bosan dengan taktik curang Bungie,” keluh salah satu penggemar. “Meskipun saya suka game ini, toko dan season pass di 2026 sangat memalukan.”
Yang lainnya menambahkan, “Saya perhatikan di toko, jika kamu mengeluarkan $10, kamu akan mendapatkan 1.100 Lux, tapi semua karakter dihargai 1.120, jadi kamu harus mengeluarkan $5 lagi. Ketamakan seperti ini sangat buruk. Saya suka gamenya tapi ini terasa dangkal.”
“Iya, itu sangat bodoh,” kata pemain lain. “Setelah mengeluarkan $15, kamu akan punya 1.600 Lux, jadi lebih baik ambil saja seluruh paket yang harganya 1.500. (Mungkin itu yang diinginkan Bungie) pada titik ini, kenapa harus menjual skin terpisah?”
Di tengah perdebatan ini, ada banyak orang yang beranggapan bahwa Marathon tidak melakukan hal yang aneh dalam hal monetisasi. Mereka menekankan bahwa hanya kosmetik yang diperjualbelikan dan tidak ada yang dipaksa untuk membeli barang tambahan agar bisa bersaing di medan perang, menunjukkan bahwa Bungie melakukan pekerjaan yang cukup baik dengan shooter terbarunya ini. Sementara itu, bagi siapa saja yang pernah bermain Destiny 2, game sebelumnya dari Bungie, tidak ada yang mengejutkan di sini.
Sehingga, tampaknya pihak Bungie tidak terlalu terpengaruh oleh kritik terkait monetisasi Marathon ini sejauh ini. Pada saat artikel ini ditulis, Marathon telah mendapat rating ulasan pengguna ‘sangat positif’ di Steam.
Satu hal menarik adalah bahwa Marathon Reward Passes tidak memiliki batas waktu, jadi kamu bisa membeli Reward Pass dari musim sebelumnya jika terlewat. Kamu bisa membuka hadiah di Reward Pass dengan Silk, yang diperoleh dari bermain game. Selain itu, ada kosmetik yang bisa didapatkan melalui Codex, dengan beberapa lainnya tersedia untuk dibeli.





