Weekly Shonen Jump dari Shueisha memang udah lama jadi rumah bagi berbagai manga ikonik. Tapi, ada satu hal yang selama ini bikin banyak penggemar mengernyit: kurangnya karakter perempuan yang ditulis dengan baik. Meskipun banyak judul yang menampilkan tokoh wanita, mereka sering kali terjebak dalam peran stereotipikal atau jadi bahan komedi. Bahkan, beberapa serial hebat seperti Naruto pun sering dikritik karena penulisan karakter perempuan yang lemah.
Tapi, di zaman yang udah berubah, shonen manga juga ikut berubah, termasuk cara mereka menghadirkan karakter wanita. Sequel dari Naruto misalnya, Sarada Uchiha bikin banyak orang terkesima dengan kemampuan dan dinamikanya dengan Sumire yang ada unsur romantisnya. Ini menunjukkan kalau karakter perempuan bisa bersinar bahkan di cerita yang ada bumbu romannya. Nah, Ichi the Witch, salah satu seri shonen terbaru yang lagi ngetren, melakukan hal yang lebih menarik. Dengan menempatkan karakter perempuan di garis terdepan dan hanya sedikit menonjolkan karakter laki-laki, Ichi the Witch sukses mengganti narasi klasik dan memberikan pengembangan karakter perempuan yang selama ini mereka pantas dapatkan.
Seri Terbaru Shonen Jump Punya Rumus Sempurna untuk Memperbaiki Karakter Perempuan di Shonen
Ichi the Witch berlatar di dunia di mana hanya perempuan biologis yang bisa menggunakan sihir dan jadi penyihir. Premis ini udah buat seri ini dikelilingi karakter perempuan yang kuat, meskipun ada seorang tokoh laki-laki yang menjadi penyihir dalam situasi tertentu. Seri ini nggak pernah lupa dengan fondasinya, selalu mengingatkan pembaca bahwa karakter perempuan adalah nyawa dari cerita ini. Contohnya, di chapter terbaru, Ichi the Witch Chapter 101 yang berjudul “To the Beyond,” Kumugi Harvest, salah satu anggota tim Ichi, akhirnya menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya. Kumugi yang selama ini digambarkan sebagai nerd dengan kemampuan sihir yang terbatas dan tampak lemah, ternyata menyimpan potensi besar.
Chapter terbaru konfirmasi bahwa Kumugi memang punya potensi untuk jadi lebih kuat, bahkan lebih dari banyak karakter perempuan lain di genre ini. Dia hanya lupa dengan kemampuannya karena trauma dari kekuatan yang sangat besar. Namun, setelah mengingat potensinya dan menerima bekas luka yang ada, ia langsung muncul sebagai karakter yang kuat. Perkembangannya mencerminkan penulisan karakter yang berkualitas yang biasanya dialokasikan untuk tokoh laki-laki di shonen. Ini menggambarkan betapa selama ini shonen manga sering membatasi karakter perempuan dengan fokus pada protagonis laki-laki dan menempatkan wanita sebagai karakter pendukung atau komedi slapstick.
Tapi era udah berubah, dan makin banyak seri yang mulai menyoroti karakterisasi yang lebih dalam untuk tokoh perempuan. Ichi the Witch jadi contoh sempurna dari perubahan revolusioner ini. Meskipun beberapa kritikus mungkin berpendapat bahwa pendekatan ini nggak akan berhasil di shonen, penjualan seri ini justru membuktikan performanya yang bagus dan posisinya sebagai manga terdepan di era modern. Dengan kombinasi sempurna antara fantasi shonen dan perkembangan karakter yang mendalam, Ichi the Witch udah jadi salah satu seri shonen modern yang patut diacungi jempol, dan popularitasnya diperkirakan terus meningkat.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau perkembangan karakter perempuan makin banyak digali di shonen! Para penggemar udah cukup lama nunggu variasi cerita yang lebih beragam dan mendalam. Semoga aja Ichi the Witch bisa jadi trendsetter dan makin banyak manga lain yang mengikuti jejaknya! Kita tunggu aja bagaimana kelanjutan dari petualangan seru ini.

