Home Game 4 Game Pertarungan yang Bisa Jadi Franchise Hollywood Setelah Street Fighter & Mortal Kombat!
Game

4 Game Pertarungan yang Bisa Jadi Franchise Hollywood Setelah Street Fighter & Mortal Kombat!

Share
4 Game Pertarungan yang Bisa Jadi Franchise Hollywood Setelah Street Fighter & Mortal Kombat!
Share

Masih banyak franchise game pertempuran yang layak untuk diajak tampil di layar lebar. Game fighting legendaris seperti Samurai Shodown dari SNK bisa menghadirkan aksi pertempuran menggunakan pedang yang seru dengan identitas visual yang unik. Kemudian ada Tekken, yang sudah punya anime dan juga semesta sinematik yang cukup gila dalam beberapa tahun terakhir. Namun, dengan nuansa yang semakin fantastis dan sinematik, kadang sulit membayangkan film yang dapat meningkatkan storytelling mereka tanpa kehilangan esensi yang membuatnya istimewa.

Tak ketinggalan, Guilty Gear juga sudah memiliki adaptasi anime, dan karakternya yang over-the-top serta lore yang konyol bisa jadi bahan untuk produksi Hollywood yang sangat menghibur. Sementara itu, kegagalan Dead or Alive masih menjadi pengingat bahwa dunia gaming nyata dipenuhi dengan petarung hebat, rivalitas yang tak terlupakan, dan cerita-cerita yang pantas dapat lebih dari sekedar sekuel yang terabaikan. Yuk, kita bahas empat franchise yang layak mendapatkan kesempatan bertarung di layar lebar!

4) Fatal Fury

Fatal Fury sudah punya anime keren dari tahun 90-an, namun adaptasi live-action yang setia pada gamenya bakal jadi sesuatu yang luar biasa. Franchise ini punya potensi besar. Karakter-karakternya ikonik, rivalitasnya personal, dan dunia yang ditawarkan penuh energi film kungfu klasik yang pastinya menarik bagi Hollywood. Teranyar, Fatal Fury: City of the Wolves menunjukkan bahwa seri ini masih kaya akan kehidupan. SNK tahu apa yang bikin karakter-karakter ini hidup, dan tak ada alasan bagi seorang filmmaker andal untuk tidak menghadirkan energi tersebut ke layar lebar.

Inline – HLD Private Trip

Bayangkan film yang mengikuti Terry Bogard melawan Geese Howard di South Town. Ada balas dendam, turnamen pertarungan bawah tanah, boss kriminal berbahaya, dan aksi bela diri yang keren. Itu adalah resep untuk film aksi yang mengesankan. Belum lagi dukungan karakter dari Andy, Joe, dan Mai. Dengan warisan yang ditinggalkan oleh Garou: Mark of the Wolves, serta anak Geese, Rock. Kuncinya adalah menjaga inti dari permainan tetap utuh. Jangan jadi rumit atau berubah menjadi film superhero generik. Berikan kami pertarungan yang hebat, karakter yang tak terlupakan, dan cerita yang layak untuk diinvestasikan. Fatal Fury pantas mendapatkan kesempatan itu.

Baca juga  Terungkap! Assassin's Creed Black Flag Resynced Siap Mengguncang Nostalgia Para Fans!

3) Soulcalibur

Franchise Soulcalibur membuat kita berpikir, sebenarnya apa yang dipikirkan Hollywood? Dengan para pejuang legendaris, senjata kuno, dan kekuatan supernatural, serta dua pedang yang bisa menentukan nasib dunia, bagaimana belum ada satu pun yang mengubah ini jadi franchise film yang proper? Seri ini sudah punya semua yang kamu mau dari film aksi fantasi berlaji besar; bukan sekedar senjata keren dan finishing move yang konyol. Dengan Soul Edge yang terkutuk dan Soul Calibur yang legendaris, roster karakternya pun sangat bervariasi—ada kesatria, samurai, pembunuh, dan bajak laut.

Sementara itu, potensi kisah ini melampaui sekadar pertarungan pedang. Bayangkan Nightmare sebagai penjahat menakutkan, Siegfried melawan kegelapan dalam dirinya, dan karakter ikonik seperti Mitsurugi, Sophitia, dan Taki mendapatkan momen mereka. Pertarungan pedangnya sendiri bisa sangat luar biasa jika Hollywood bisa menyusun koreografi yang tepat, bukannya semuanya tertutup CGI. Membayangkan Nightmare dihidupkan dengan anggaran fantasi yang pas itu bakal jadi mimpi buruk di layar lebar, dalam arti yang terbaik. Jujur, mungkin ceritanya bisa jadi sedikit konyol, tapi itu bagian dari keseruannya. Kita bukan meminta Lord of the Rings selanjutnya, tapi jika Hollywood mencari franchise fantasi epik lainnya, Soulcalibur sangat layak mendapatkan kesempatan itu.

Inline – AWS Open Trip

2) Virtua Fighter

Virtua Fighter memang sudah memiliki anime di tahun 1995, tapi tidak ada yang menonjol setelah itu. Sayang banget karena franchise ini punya semua bahan untuk film live-action bertema fighting yang luar biasa. Franchise ini pantas mendapatkan kesempatan lagi untuk bersinar. Virtua Fighter tidak perlu monster besar, kekuatan supernatural, atau plot twist yang semakin tidak masuk akal untuk membuat pertarungannya menarik. Kekuatan terbesarnya adalah seni bela diri itu sendiri. Dibandingkan dengan Dead or Alive dan Tekken, pertarungannya terasa jauh lebih realistis, sempurna untuk film aksi bergaya retro.

Baca juga  Baldur's Gate 3 Buktikan Pemain Suka Merusak Game, Kenapa RPG Lain Belum Mengikuti Jejak Ini?

Bayangkan Bloodsport. Bayangkan Lionheart. Film-film kungfu klasik itu tahu bagaimana membuat turnamen terasa menegangkan tanpa perlu CGI yang berlebihan setiap lima menit. Itu energi yang ingin dilihat dari adaptasi Virtua Fighter. Jangan abaikan juga karakter-karakternya. Ada kedalaman di sini yang mungkin orang tidak duga, terutama saat menyelami motivasi dan filosofi bertarung mereka. Sebuah film bisa mengeksplorasi perbedaan tersebut sambil memberi setiap petarung kesempatan untuk bersinar. Rasanya menyenangkan melihat Hollywood kembali pada formula film kungfu klasik. Jagalah pertarungan tetap praktis, buat karakter-karakter jadi memorable, dan biarkan aksi yang berbicara.

1) The King of Fighters

Sayang banget kalau semua game fighting dari SNK dibahas terpisah, dan jujur kita bakal butuh lebih dari empat entri kalau kita mau melakukan itu. Karena Fatal Fury sudah mendapatkan bagiannya, sisanya dari semesta game pertarungan SNK perlu mendapat perhatian juga. Dan The King of Fighters adalah pilihan yang jelas untuk mewakilinya. Format crossover sendiri memberikan franchise ini potensi yang serius di Hollywood. Ada pertarung dari berbagai seri yang berkumpul, rivalitas yang sudah dibangun, dan struktur turnamen yang secara praktis sudah menulis cerita itu sendiri. Ini adalah setup yang bisa mendukung beberapa film tanpa kehabisan karakter atau storyline.

Inline – AWV Youtube

Tentu saja, tantangan sebenarnya adalah membuat semua karakter tersebut bisa bekerja sama di layar. Siapa yang mau film yang terasa seperti pengenalan roster selama dua jam? Triknya adalah menemukan cerita sentral yang kuat dan membiarkan kepribadian bersinar melalui aksi. SNK sudah membangun pemeran yang besar dengan gaya bertarung yang berbeda dan sejarah yang kaya. Banyak materi yang bisa digali di sini. Dengan casting yang tepat dan koreografi pertarungan, franchise ini bisa menyajikan sesuatu yang terasa baik nostalgia maupun segar. Sangat ingin melihat Hollywood serius dalam menggarap yang satu ini. Adaptasi yang setia bisa jadi keseruan luar biasa untuk penggemar lama maupun pendatang baru.

Baca juga  Komposer Doom 2016, Mick Gordon, Berikan Pendapat Kuatnya Tentang AI: "Akhirnya, Sumpah Serapahnya Terungkap!"

Wajib Dinanti Nggak Nih?

Saya sih berharap dalam waktu dekat Hollywood mulai memperhatikan potensi luar biasa dari franchise-franchise ini. Dengan penggemar setia yang sudah menunggu lama, adaptasi yang tepat pasti bakal bikin kita terkesima. Semoga saja para pembuat film tidak mengabaikan elemen-elemen kunci yang membuat game-game ini begitu spesial. Siapa tahu, mungkin kita bakal melihat aksi pertarungan seru dari Fatal Fury, Soulcalibur, dan lainnya di layar lebar dalam waktu dekat!

Inline – HLD One Day Trip
Share