Keychron telah menciptakan niche yang menarik di dunia keyboard mekanis yang kini memang cukup ramai dengan menawarkan keyboard berkualitas tinggi yang dilengkapi dengan semua fitur yang Anda butuhkan dengan harga yang terjangkau. Model terbaru mereka, K8 Ultra 8K, mungkin bikin terasa seperti saya mengulangi banyak pemikiran yang sama dengan produk Keychron lainnya yang telah saya coba. Ini karena banyak produk dari mereka memang konsisten bagus. Dan jangan salah, ini bukanlah hal buruk sama sekali!
Berbeda dari produk-produk sebelumnya, K8 Ultra 8K sedikit berbeda pada desain, meski dalam hal bahan dan fitur masih mengikuti formula yang sudah mapan: casing aluminium yang kokoh, keycaps PBT, konektivitas yang fleksibel, dan software berbasis web. Keyboard ini seberat 1,2 kg, cukup berat untuk ukuran keyboard dengan form factor kecil, dan memiliki bingkai yang sangat kokoh.
Satu hal yang perlu dicatat, adalah bagian casingnya. Jika dibandingkan dengan produk lain seperti Lemokey L4 atau Keychron Q3 Max, ada bagian dari bodi yang terbuat dari ABS yang dibentuk ganda di bagian bawah. Namun, itu hanya detail kecil yang bisa dianggap remeh. K8 Ultra 8K tetap mengesankan, dapat berfungsi dari banyak sisi, dan bahkan bisa jadi alat pertahanan darurat!
Keychron juga menyertakan keycaps PBT ganda yang tahan lama dengan profil OSA, memberikan kenyamanan saat mengetik. Layout TKL (Ten Key Less) ini memudahkan pemakaian tanpa mengambil banyak ruang di meja, yang memberikan kerepotan lebih sedikit bagi pengguna baru.
Berkaitan dengan konektivitas, keyboard ini bekerja dengan baik dalam mode nirkabel, baik dengan MacBook melalui Bluetooth atau dengan PC gaming Windows saya menggunakan penerima 2,4 GHz. Proses pairing dilakukan dengan mudah, cukup tekan tombol fungsi bersamaan dengan angka 1, 2, atau 3 untuk memilih saluran Bluetooth yang diinginkan. Begitu lampu biru di bawah tombol berkedip, Anda langsung bisa menghubungkannya.
Sisi daya baterai juga sangat mengesankan, dengan ketahanan hingga 760 jam tanpa RGB aktif. Bahkan jika menyala pada level terendah, Anda tetap bisa memperolehnya hingga 225 jam. Peningkatan yang signifikan dibandingkan model Keychron sebelumnya, berkat penggunaan firmware ZMK mereka yang baru. Firmware ini ditujukan khusus untuk konektivitas nirkabel, menjadikannya lebih efisien dibandingkan QMK yang lebih lama.
Performa polling yang mencapai 8000 Hz, baik melalui nirkabel 2,4 GHz atau kabel USB-C, memang membuat pengalaman mengetik menjadi lebih responsif, meskipun dalam pengujian saya, tidak ada fitur luar biasa seperti trigger cepat. Apa yang menjadi catatan, meskipun polling tinggi ini berpotensi menguras daya, saya tidak mengalami masalah besar dengan waktu habis baterai selama seminggu saya menggunakan K8 Ultra 8K.
Beralih ke bagian yang mungkin paling ditunggu-tunggu, yaitu switch. K8 Ultra 8K menggunakan switch Apex dari Keychron, yang memiliki desain box stem dan bagian atas yang transparan, membuatnya terbilang unik. Ini tersedia dalam 3 varian, yaitu Red, Brown, dan Banana. Saya mencoba yang Brown, dengan force 50g dan travel standar 4mm. Namun, pengalaman saya menunjukkan bahwa bump pada switch ini agak terlalu lembut dan kurang terasa jika dibandingkan dengan switch tactiles seperti MX.
Namun, dengan semua insulasi suara dan busa di dalam chassis metal, suara keyboard ini saat digunakan cukup menyenangkan dan tidak terlalu keras meski terkesan lebih tinggi karena resonansi casing. Jika ada yang perlu diperhatikan, ini adalah keyboard yang ringan dan responsif dengan kualitas build yang sangat baik, dan untuk harganya sekitar $120, bisa dianggap sangat kompetitif.
Sekilas, K8 Ultra 8K adalah pilihan ideal bagi yang mencari keyboard mekanis solid dengan berbagai fitur menarik, masa pakai baterai yang bagus, serta kualitas build yang memuaskan. Meski ada beberapa kendala di switch-nya, secara keseluruhan keyboard ini bisa diandalkan untuk berbagai keperluan gaming maupun kerja.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau bisa coba K8 Ultra 8K ini! Dengan harga yang kompetitif dan berbagai fitur menarik, jelas ini bakal jadi pilihan para gamer atau penulis. Semoga aja Keychron nggak mengulangi kesalahan dengan switch yang kurang konsisten, karena ini bisa jadi kebanggaan baru di dunia keyboard mekanis!

