Penampilan Jon Bernthal dalam film perang streaming ini terasa seperti prekuel bagi karyanya di The Punisher. Melihat kembali ke masa lalu, Bernthal tahu bagaimana memilih proyek yang tepat setelah perannya sebagai Shane di The Walking Dead. Karakter survivor yang bermasalah itu menjadi salah satu antihero paling rumit dalam pertunjukan ini, dan penampilannya membuka banyak jalan bagi kariernya. Sayangnya, peran Shane di cerita sudah direncanakan untuk tidak lama, dan setelah keluar di musim kedua, Bernthal langsung kebanjiran tawaran film dan serial lainnya.
Beberapa film terbaik dari Jon Bernthal termasuk Wind River, duologi The Accountant, dan Sweet Virginia. Namun, perannya sebagai Frank Castle/The Punisher di berbagai proyek MCU tetap menjadi yang paling diingat publik. Penampilan Bernthal sebagai vigilante ini adalah interpretasi langsung yang paling pas, memanfaatkan kemampuannya untuk menggambarkan kemarahan eksplosif sekaligus sisi rentan yang membuatnya terasa lebih manusiawi.
Seperti yang sering dibicarakan, The Punisher adalah puncak dari perjalanan karier Bernthal. Ada nuansa dari penampilannya sebagai Frank Castle yang sudah terlihat sejak di The Walking Dead, tetapi juga tercermin dalam peran-peran awalnya seperti di Snitch dan Fury. Dalam film David Ayer ini, Bernthal bergabung dalam ensemble yang menampilkan Brad Pitt dan Michael Peña, dan saat ini Fury bisa dinikmati di Hulu di AS.
Performa Jon Bernthal di Fury adalah Pendahulu Bagi The Punisher
Dalam Fury, Bernthal berperan sebagai Grady, salah satu anggota kru tank di akhir Perang Dunia II. Dipimpin oleh karakter yang diperankan Brad Pitt, setiap anggota kru tank “Fury” memiliki trauma mendalam akibat pengalaman mereka di medan perang. Ketika Norman (Logan Lerman), seorang pendatang baru tanpa pengalaman tempur, bergabung, dia harus segera menyadari betapa mengerikannya perang, dengan kru tank berfungsi sebagai guru yang enggan.
Yang mencengangkan adalah betapa mengesankannya Bernthal dalam film yang dipenuhi oleh penampilan yang mengesankan. Grady adalah sosok yang suka berteriak dan menjadi bully, tetapi tetap saja, dia mempunyai daya tarik dan sisi kemanusiaan dalam karakter tersebut. Mirip dengan Frank Castle, ada momen-momen di Fury di mana Grady dikuasai kemarahan, namun itu semua muncul dari trauma yang mendalam.
Di sisi lain, ada juga sisi humor dan kemanusiaan yang ia tunjukkan. Terlihat jelas bahwa Grady keras pada Norman karena dia ingin si pendatang baru cepat belajar tentang kerasnya kehidupan tempur, bahwa dia harus menerima kegelapan dan keputusasaan jika ingin bertahan hidup.
Fury & The Punisher Menyoroti Apa yang Membuat Jon Bernthal Sangat Hebat
Karakter-karakter seperti Grady atau Frank Castle memperlihatkan keunikan penampilan Bernthal di layar. Ia bisa memerankan sosok lelaki tangguh dan pahlawan aksi, namun tetap membawakan kedalaman yang nyata di dalamnya. Bahkan saat berperan kecil sebagai penjahat dalam The Accountant, ia mampu menampilkan karakter bertingkat yang bisa sangat maskulin dan kejam di satu momen, lalu meluapkan emosinya di sisi lainnya.
Film-film Punisher sebelumnya cenderung menghadirkan bintang mereka bermain dengan datar, hampir menghilangkan sisi kemanusiaan dari Castle. Bernthal, di sisi lain, lebih mendekati manusiawi dan berjuang, seolah harus mengenakan persona Punisher sebagai pelindung. Hal yang sama juga terlihat pada Grady yang berusaha menyembunyikan kemanusiaannya semaksimal mungkin.
Di salah satu momen paling terkenal dalam film, adegan makan malam yang tegang, kepedihan Grady yang merasa diabaikan muncul dalam perilaku maskulin yang toksik. Bernthal berhasil menunjukkan karakternya dengan segala sifat mengganggu, tapi di balik matanya, kita bisa melihat ia merasa “ayah” mengabaikannya demi “anak” baru, Norman.
Ada banyak hal yang terjadi dalam penampilan Bernthal di adegan itu saja, dan Fury menampilkan salah satu performa terbaiknya. Dengan Punisher yang akhirnya akan debut di film MCU dalam Spider-Man: Brand New Day, semoga Marvel akan memberikan Bernthal film solo yang sudah selayaknya ia dapatkan.
Wajib Dinanti Nggak Nih?
Kayaknya bakal seru banget kalau akhirnya kita bisa melihat Bernthal kembali sebagai Punisher di film solo! Dengan gaya permainan yang penuh emosi ini, pasti banyak yang sudah nggak sabar menunggu rilisnya. Semoga Marvel nggak melewatkan kesempatan ini untuk menyajikan cerita yang layak buat karakter ikonik ini.

