Menjelang pengumuman Carcass Clad di PC Gaming Show bulan lalu, ada kesempatan buat bicara dengan para developer Wrong Organ, Jeffrey Tomec dan Dave van Egdom. Mereka kasih gambaran tentang game terbaru mereka, yang jadi lanjutan dari sukses besar Mouthwashing. Carcass Clad memang berbeda, tapi tetap punya tema dan suasana yang dikenal. Poin utama dari percakapan kita adalah alasan studio ini beralih ke multiplayer kooperatif, dan bagaimana rasanya memainkan game ini.
Tomec dan van Egdom mengungkapkan bahwa sepertinya banyak orang beranggapan bahwa studio yang beralih dari game single-player ke multiplayer itu “menjual diri”, tapi sebenarnya itu tidaklah benar. Mereka awalnya tidak berniat untuk membuat game kooperatif. “Kami punya ide keren untuk game tank, dan itu seharusnya tentang tiga orang yang mengendalikan tank sekaligus. Kemudian kami berpikir, ‘Kayaknya ini bisa jadi game kooperatif’ dan sekarang itulah yang terjadi,” jelas Tomec.
Van Egdom menambahkan bahwa perubahan ini terjadi di awal pengembangan. “Kami mulai membahas ‘Tank Game’ pada Juli 2024. Setelah tiga bulan, Jeff menyarankan untuk menjadikannya kooperatif.” Dalam pikiran mereka, Mouthwashing lebih berfokus pada narasi, sedangkan Carcass Clad ingin menciptakan suasana mendebarkan khas film-film tentang tank.
Menurut Tomec, “Pemain pasti akan melakukan kesalahan di trailer, seperti disergap tank musuh. Jadi, kami mengharapkan pemain akan sering membuat kesalahan dalam permainan.” Mereka ingin menciptakan situasi di mana pemain merasa terjebak dan harus beradaptasi dengan cepat dalam ruang sempit tank yang gelap.
Spesialisasi dalam Permainan
Setiap pemain memiliki peran dan tugas tertentu dalam mengoperasikan tank: ada pengemudi, penembak, dan komandan. Dua posisi pertama cukup jelas, tapi keduanya akan mengalami kesulitan karena visibilitas yang terbatas akibat ruang dalam tank yang sempit. “Semua peran bisa membuka pintu dan melihat keluar, tapi kamu tidak mau melakukan itu saat bertarung,” kata Tomec.
Dalam percakapan kita, tampaknya pengemudi akan berperan sebagai mata yang terbatas. Mereka tidak bisa melihat dengan baik sekaligus bergerak, sementara penembak hanya memiliki pandangan yang diperbesar. Komandan, di sisi lain, bakal dapat informasi lebih lengkap tapi tanpa kontrol langsung terhadap fungsi tank. Tantangan utama dari Carcass Clad adalah komandan harus memberi instruksi jelas sehingga kedua anggota tim lainnya bisa melakukan tugasnya dengan efektif.
Friendsweat dan Ketegangan
Tomec mengungkapkan bahwa mereka terinspirasi dari game simulasi militer dan genre kooperatif yang sedang berkembang. Namun, hasil akhirnya ternyata berbeda dari keduanya. “Kami menyebut nama genre kami sebagai ‘friendsweat’, bukan sepenuhnya seperti Peak atau Arma,” kata Tomec. Mereka ingin Carcass Clad menghadirkan detail, ketelitian, dan tantangan tinggi dalam sebuah setting fantastis yang terpisah dari PvP yang ramai.
“Contoh analogi saya adalah Helldivers. Game itu menggunakan banyak mekanik simulasi militer dalam kerangka yang jauh dari milsim, dan kami ingin menjadi versi tank dari itu.”
Tentang visual tank yang disebut carcass clad, Tomec menjelaskan bahwa ini terutama akan dilihat pada tank musuh sebagai armor improvisasi. Meskipun tidak terlalu difokuskan dalam gameplay, mungkin ada hal-hal aneh yang akan muncul.
Carcass Clad sepertinya bakal memberi pengalaman baru bagi para penggemar game dengan pendekatan dan atmosfer yang menegangkan. Meskipun tantangan dan tekanan bakal jadi bagian besar dari permainan, mereka tetap berusaha menciptakan beberapa momen tenang di antara aksi-aksi menegangkan. “Dalam pengembangan, kami akan melakukan apapun untuk membuat tank ini keren. Itu adalah dasar dari game ini,” pungkas van Egdom.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau game ini bisa menawarkan pengalaman kooperatif yang unik! Dengan berbagai peran yang jelas dan suasana mendebarkan, bisa jadi gameplay-nya bikin kita rindu terus untuk main sama teman. Semoga aja semua ekspektasi ini bisa terealisasi saat rilis nanti!





